RENUNGAN EDISI 4 JANUARI 2026 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 03 Januari 2026

RENUNGAN EDISI 4 JANUARI 2026

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN
Bacaan: 1 SAMUEL 24

Bacaan Setahun: Wahyu 13-16

Nas: Tuhan akan mengangkat kamu menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, kamu akan tetap naik dan bukan turun, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini untuk kamu lakukan dengan setia. (Ulangan 28:13)


Tetap Naik

Seorang pria pulang dari gereja dengan wajah muram. Tadi Pak Pendeta berkhotbah dengan mengutip Ul. 28:13, "Kamu akan tetap naik dan bukan turun." Pria itu mendapati omzet bisnisnya bulan ini lebih sedikit dibanding bulan lalu. "Kalau janji Tuhan adalah tetap naik, lalu mengapa kini aku 'turun', " ucapnya sedih.

Tentu pemahaman pria itu keliru. Sebab jika benar demikian maka di tengah jalan Daud pun akan kecewa kepada Tuhan. Ia akan bersedih saat dikejar-kejar oleh Saul. Terlihat sebelumnya ia "naik". Ia diurapi sebagai raja Israel (1Sam. 16:13). Lanjut, ia mengalahkan raksasa Goliat (1Sam. 17:49-50). Lanjut, ia diangkat menjadi kepala prajurit yang selalu meraih kemenangan (1Sam. 18:5). Kemudian situasi berbalik 180 derajat. Ia lari dan bersembunyi dari satu tempat ke tempat yang lain. Didapati Daud terus bersemangat mengiring Tuhan sehingga menolak mencelakai orang yang diurapi Tuhan (ay. 7). Menurut pandangan Daud, pada saat itu ia juga sedang "naik". Alasannya, dirinya terus tinggal dalam rancangan Tuhan. Selalu rancangan Tuhan membawa kehidupan manusia naik ke atas, walaupun situasi menekannya ke bawah. Ibarat roda mobil yang bergerak dari lembah menuju puncak gunung. Pada saat memutar ke bawah, roda tetap berada "di atas".

Beratnya tekanan dari situasi bukan isyarat kita sedang "turun". Kita tetap naik apabila terus tinggal di dalam rancangan Tuhan. Kita belum bergeser dari posisi "naik" apabila masih bersemangat mengiring Tuhan. Ingatlah hal ini setiap kali persoalan melanda kehidupan kita. Alih-alih kecewa, nantikan pertolongan Tuhan pasti dinyatakan bagi kita. --LIN/www.renunganharian.net

* * *
NAIK TURUNNYA KEHIDUPAN BUKAN BERGANTUNG ADA ATAU TIDAKNYA KESUKARAN,
TETAPI KEPUTUSAN UNTUK TETAP ATAU BERHENTI MENGIRING TUHAN.

* * *




RENUNGAN SELASA
Bacaan: ULANGAN 1:19-33

Bacaan Setahun: Wahyu 17-19

Nas: Yang berjalan di depanmu di perjalanan. Dialah yang mencari tempat bagimu di mana kamu dapat berkemah, dengan api pada waktu malam dan dengan awan pada waktu siang, untuk memperlihatkan kepadamu jalan yang harus kamu tempuh. (Ulangan 1:33)


Melawan Keragu-raguan

Perasaan ragu tentu adalah sebuah hal yang wajar untuk kita rasakan. Namun, tenggelam dalam keragu-raguan adalah hal yang berbahaya karena tidak membuat kita mengalami kemajuan dalam hidup. Sekalipun kita berpikir bagaimana cara untuk dapat maju dan berkembang, tetapi kita tidak akan pernah dapat melangkah karena tidak ada yang kita pegang untuk kita percayai.

Dalam hidup bangsa Israel, berkali-kali Allah telah menunjukkan diri-Nya dan menolong mereka, tetapi berkali-kali pulalah mereka meragukan keselamatan mereka. Seperti ketika mereka harus melewati tanah orang Amori, mereka menjadi ragu karena melihat betapa besar dan perkasanya orang Amori. Dalam keragu-raguan, mereka bahkan lupa bahwa Allah senantiasa menyertai langkah hidup mereka. Oleh karenanya, Musa mengingatkan setiap pertolongan Allah dalam hidup mereka, serta dalam perjalanan mereka di padang gurun; bahwa Allah menyertai hidup mereka, dengan mencarikan tempat untuk berkemah dalam perjalanan mereka, serta yang juga menunjukkan jalan yang harus mereka tempuh. Oleh karenanya, sudah sepatutnya mereka tetap melangkah maju dengan percaya, sekalipun harus melewati tanah orang Amori, karena Allah menyertai mereka.

Tenggelam dalam keragu-raguan hanya akan menghambat hidup kita, bahkan mengajak kita untuk melangkah mundur. Maka, sudah sepatutnya kita menguatkan hati untuk melangkah maju dengan rasa percaya karena Allah senantiasa menyertai hidup kita dan membimbing langkah kita. --ZDP/www.renunganharian.net

* * *
MELANGKAH MAJU TANPA RAGU KARENA ALLAH DI DEPAN KITA.

* * *




RENUNGAN RABU
Bacaan: RUT 1:1-18

Bacaan Setahun: Wahyu 20-22

Nas: Tetapi, Rut berkata, "Jangan desak aku meninggalkan engkau untuk pulang dan tidak mengikutimu. Ke mana pun engkau pergi, ke situ aku pergi. Di mana pun engkau bermalam, di situ aku bermalam. Bangsamulah bangsaku dan Allahmu Allahku. (Rut 1:16)


Tuhan yang Setia

Demi mempertahankan hidup, mengungsi ke Moab mungkin akan memberi kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Naomi. Awalnya, semua berjalan baik. Satu putranya menikahi Rut, dan yang lain menikahi Orpa. Tapi tak berapa lama, peristiwa pahit kembali terjadi. Suami dan kedua putra Naomi mati. Dalam kepedihan Naomi memutuskan pulang ke Betlehem. Ia menasihati kedua menantunya yang ingin mengikutinya dengan berkata, "Janganlah demikian, Anak-anakku, hidupku jauh lebih pahit daripada hidupmu, sebab terhadap akulah tangan Tuhan dilayangkan."

Naomi menyalahkan diri sendiri atas semua peristiwa pahit yang terjadi. Tidak ada yang tersisa, perjalanan pulang pun dilihatnya begitu gelap. Namun, di luar kesadarannya Tuhan tidak meninggalkannya. Sekalipun Naomi menyesali keputusannya yang salah, tetapi Tuhan tidak pernah menyalahkannya. Justru menjalani hidup di tempat yang dianggap Naomi salah itulah Tuhan menghadirkan Rut dalam kehidupannya. Seorang menantu yang setia menemani dan merawat Naomi dalam situasi yang paling sulit.

Kisah Naomi mengajarkan kepada kita tentang kesetiaan dan kehadiran Tuhan kepada orang-orang yang merasa pahit hidupnya. Seperti Naomi, mungkin kita menyalahkan diri atas semua yang terjadi, tetapi Tuhan menyatakan kehadiran-Nya untuk membangkitkan semangat kita. Tuhan hadir menemani Naomi melalui diri Rut yang setia, Tuhan juga hadir melalui orang-orang yang mendukung kita. Keputusan kita di masa lalu mungkin membawa kita pada peristiwa yang pahit, tetapi di tempat itulah kita mengalami kesetiaan dan kehadiran Tuhan. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
DALAM KEPUTUSASAAN DAN DALAM SITUASI PALING PAHIT SEKALIPUN,
TUHAN TIDAK PERNAH SEDETIK PUN MENINGGALKAN KITA.

* * *




RENUNGAN KAMIS
Bacaan: YEREMIA 17:1-8

Bacaan Setahun: Kejadian 1-3

Nas: "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang mempercayakan dirinya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi sungai, dan tidak takut akan datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang ti (Yeremia 17:7-8)


Mengandalkan Tuhan

Semua orang punya sesuatu yang diandalkan: diandalkan untuk bertahan hidup, mengatasi masalah, mengejar impian, dsb. Andalan itu bisa bermacam-macam: kekuatan, kepandaian, koneksi, massa, dll.

Nabi Yeremia menyatakan bahwa yang teberkati adalah mereka yang mengandalkan Tuhan (ay. 7). Namun, dia memberi gambaran bahwa hidup mengandalkan Tuhan bukanlah hidup yang steril dari kesulitan dan derita. Orang yang mengandalkan Tuhan pun bisa ditimpa "panas terik", bisa dilanda "tahun kekeringan" (ay. 8). Jadi, seperti apakah hidup mengandalkan Tuhan itu?

Jika kita mengandalkan Tuhan, kita menjadi seperti "pohon yang ditanam di tepi air", selalu hidup dekat dengan Tuhan, Sang Sungai Kehidupan. Seperti pohon yang "merambatkan akarnya ke tepi sungai" (ay. 8), kita selalu mencari dan menyerap Air Jernih, sabda kebenaran, dari Tuhan, Sang Sungai Kehidupan, dan berjuang menghidupi sabda-Nya.

Karena dekat dengan Tuhan, kita dianugerahi keteguhan hati, hingga dalam keadaan apa pun, kita tetap menghidupi jalan Tuhan. Kita "tidak takut akan datangnya panas terik", "tidak khawatir dalam tahun kekeringan" (ay. 8). Kita memang tidak steril dari kesulitan dan derita. Namun, Tuhan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya, hingga meski terkena panas terik dan musim kering kehidupan, reranting dan daun-daun hidup kita tetap hijau segar (ay. 8).

Sebab itu, dalam deraan kesukaran pun, hati yang mengandalkan Tuhan tak henti bernyanyi, "Bapa, Engkau sungguh baik. Kasih-Mu melimpah di hidupku." --EE/www.renunganharian.net

* * *
"DIBERKATILAH ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN,
YANG MEMPERCAYAKAN DIRINYA PADA TUHAN!"-YEREMIA 17:7

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: KELUARAN 3

Bacaan Setahun: Kejadian 4-7

Nas: "Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." (Keluaran 3:10)


Panggilan Allah

Perjumpaan David Livingstone muda, misionaris dari Skotlandia, dengan Robert Moffat, seorang misionaris di Afrika, mengubah jalan hidup David. Ia kemudian melihat visi yang Allah berikan melalui kesaksian Robert Moffat tentang kebutuhan orang-orang di Afrika akan Injil. Sebuah perjumpaan yang mengubah hidup karena menemukan panggilan Allah.

Itulah juga yang dialami oleh Musa. Hari itu, Musa sedang berada di seberang padang gurun, di sekitar gunung Horeb. Ia ada di sana sebagai seorang penggembala ternak mertuanya. Musa tampaknya berusaha melupakan masa lalunya di Mesir. Namun, Allah tidak melupakan Musa dan berinisiatif menjumpainya secara pribadi. Melalui pemandangan semak yang menyala-nyala, tetapi tidak hangus terbakar, Allah berbicara kepada Musa dan memanggilnya untuk menyelamatkan umat Israel. Allah memperkenalkan dirinya sebagai Allah Yang Kudus sehingga Musa harus menanggalkan kasutnya. Allah juga memperkenalkan diri sebagai Allah nenek moyang Musa dan Allah yang tidak melupakan umat-Nya. Musa belajar mengenal arah hidupnya bukan lagi dari sudut pandang dirinya saja, tetapi dari cara pandang Allah. Musa belajar melihat kebutuhan umat Allah bukan hanya sekadar kebutuhan hidupnya sendiri. Musa belajar untuk melihat panggilan Allah.

Sampai hari ini Allah terus bekerja dalam kehidupan kita secara pribadi. Ia mau kita mengenal-Nya dengan benar dan menemukan panggilan hidup kita. Perjumpaan dengan Allah dan pengenalan akan Allah memang akan mengubahkan hidup kita, dari hidup untuk diri sendiri menjadi hidup yang dipakai Tuhan. Bersediakah kita menundukkan diri kepada-Nya? --DSK/www.renunganharian.net

* * *
PERJUMPAAN DENGAN ALLAH MENGUBAH ARAH HIDUP KITA
UNTUK MENJADI ALAT DI TANGAN-NYA.

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: LUKAS 8:26-39

Bacaan Setahun: Kejadian 8-11

Nas: "Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah dilakukan Allah kepadamu." Orang itu pun pergi ke seluruh kota dan memberitahukan segala sesuatu yang telah dilakukan Yesus atas dirinya. (Lukas 8:39)


Dipulihkan untuk Memulihkan

Seorang ibu tua setiap malam menyalakan lentera di jendela gubuknya. Nyala lentera itu menjadi penerang bagi para pejalan yang melewati desa itu. Suatu malam seorang pemuda pejalan kaki singgah di gubugnya. Ibu itu menyambutnya dengan hangat dan berbagi cerita tentang bagaimana lentera itu dulu diambil dari tempat sampah. "Lentera ini dulu pernah rusak dan dibuang pemiliknya, tapi aku perbaiki dan menyalakannya kembali, kini terang itu bisa membagikan harapan pada orang lain."

Alkitab berkisah tentang seorang pria yang kerasukan roh jahat. Pria itu hidup di pekuburan, tersingkirkan dari keluarga dan masyarakat, terikat oleh kegelapan. Namun, Yesus mengusir roh jahat itu, memulihkan akal sehat dan kehidupannya. Setelah dipulihkan, Yesus tidak membiarkannya diam. Dia memerintahkannya untuk pulang dan memberitakan kepada orang banyak tentang betapa besar perbuatan Tuhan dalam hidupnya. Dan orang itu pun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.

Demikianlah dahulu kita rusak dan dibuang karena dosa. Namun, Yesus memungut dan memulihkan hidup kita. Dia menjadikan kita ciptaan baru dan berharga. Ia pun mengingatkan: kita dipulihkan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk menjadi berkat dan pemulih bagi orang lain. Apakah kita mengingat pesan ini? Sudahkah kita bersaksi kepada semua orang tentang perbuatan Tuhan yang telah memulihkan hidup kita? --SYS/www.renunganharian.net

* * *
PEMULIHAN KITA MENJADI SAKSI DAN KEKUATAN
BAGI BANYAK ORANG YANG SEDANG BERJUANG.

* * *



MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2026 : "Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang " | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2026 #DalamTerangmukamimelihatterang #JPAVision #multimediaJPA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 1 FEBRUARI 2026

 JADWAL SEPEKAN  MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan S...

Post Bottom Ad

Halaman