RENUNGAN EDISI 1 FEBRUARI 2026 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 31 Januari 2026

RENUNGAN EDISI 1 FEBRUARI 2026

  RENUNGAN HARIAN





RENUNGAN SENIN

Bacaan: 2 RAJA-RAJA 6:8-23

Bacaan Setahun: Keluaran 25-27

Nas: Jawabnya, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka." (2 Raja-raja 6:16)


Cara Tepat Memandang Pergumulan

Semua manusia di dunia ini menghadapi pergumulan, tidak terkecuali kita sebagai anak-anak Tuhan. Pergumulan sifatnya selalu tidak menyenangkan. Sewajarnya kita menjadi bersusah hati saat sebuah pergumulan menampakkan diri. Namun, kita dapat tetap bersukacita apabila kita mengerti cara tepat memandangnya.

Raja Aram geram mendapati siasatnya terhadap orang Israel selalu gagal. Pegawainya mengatakan bahwa itu ulah Elisa, nabi di Israel. Segera raja menyuruh orang menangkap Elisa yang diketahui sedang berada di Dotan. Ia mengirim kuda, kereta, dan tentara yang besar mengepung kota itu. Sang pelayan yang pertama kali melihatnya menjadi panik. Berkatalah Elisa kepadanya, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka" (ay. 16). Perkataan Nabi Elisa kepada sang pelayan memberitahu kita cara tepat memandang pergumulan. Bukan dengan ketakutan, tetapi keberanian. Bukan dengan keraguan, tetapi keyakinan. Pikiran tidak membayangkan kengerian, tetapi sebuah petualangan menyenangkan bersama Tuhan. Perasaan tidak gundah gulana, tetapi damai sejahtera. Badan tidak sempoyongan, tetapi tegap berdiri. Tangan dan kaki tidak gemetar, tetapi bersemangat karena percaya sebentar lagi melihat kemenangan.

Apakah saat ini pergumulan menimpa kehidupan kita? Sekiranya ya, pergunakan cara tepat untuk memandangnya, jangan keliru! Memandang pergumulan dengan cara tepat bukan maksudnya kita berlagak kuat. Dikatakan sesudah Elisa berdoa, mata sang pelayan terbuka lalu ia melihat gunung itu penuh kuda dan kereta berapi di sekeliling Elisa (ay. 17). Artinya, benar pergumulan itu tidak ada apa-apanya dibanding penyertaan Tuhan terhadap kita. Tuhan ada di sisi kita maka pergumulan sebanyak atau sebesar apa pun pasti bisa kita hadapi. --LIN/www.renunganharian.net

* * *
TAKKAN PERNAH SEBUAH PERGUMULAN TERASA MENYESAKKAN APABILA KITA
MAMPU MELIHATNYA DENGAN CARA PANDANG YANG BENAR.

* * *



RENUNGAN SELASA

Bacaan: AMSAL 23:1-8

Bacaan Setahun: Keluaran 28-29

Nas: Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. (Amsal 23:4)


Keinginan Menjadi Kaya

Banyak orang bingung bagaimana meneruskan hidup dengan kondisi ekonomi yang buruk seperti saat ini. Banyak yang kemudian mencoba masuk ke pasar saham, kripto, atau terlibat pinjaman online. Mereka bermimpi ingin menjadi Warren Buffet, pialang saham termasyhur, dan orang-orang kaya lainnya berkat permainan kurs atau mata uang kripto. Namun, ketika mereka mulai masuk ke dunia saham, bukannya untung, malah justru rugi besar.

Alkitab selain meminta kita meninggalkan niat untuk menjadi kaya, juga memberi gambaran bijak tentang kekayaan. Dikatakan bahwa kekayaan itu laksana bersayap, dapat tiba-tiba terbang tinggi dan lepas dari jangkauan. Bahkan, Rasul Paulus memperingatkan orang-orang kaya agar mereka tidak tinggi hati dan tidak berharap pada sesuatu yang tidak pasti seperti kekayaan (1Tim. 6:9). Sebaliknya, sandaran kita seharusnya pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberi kita segala sesuatu untuk dinikmati. Berkebalikan dari mengejar kekayaan, kitab Ibrani justru mengajarkan agar kita mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Tuhan berjanji tidak akan membiarkan dan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita (Ibr. 13:5).

Tentu tidak salah untuk mengumpulkan saham dan memperoleh laba. Bahkan, kita juga perlu mempelajarinya agar tidak terjebak dalam kerugian. Meskipun demikian, kita tidak dapat mengharapkan atau mengandalkan kekayaan. Karena apa pun di dunia ini dapat lenyap seketika. Sebaliknya, kita perlu memercayakan diri kepada Tuhan. Dialah pemelihara hidup kita. --HEM/www.renunganharian.net

* * *
JANGAN PUNYA NIAT MENJADI KAYA. KITA PERLU BELAJAR BERSANDAR
PADA ALLAH YANG MEMELIHARA HIDUP KITA.

* * *



RENUNGAN RABU

Bacaan: 1 TESALONIKA 5:21-23

Bacaan Setahun: Keluaran 30-32

Nas: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:21)


Menjernihkan Kecondongan

Tiap orang mempunyai kecondongan untuk mengambil pilihan tertentu dalam hal-hal yang dihadapi. Contohnya? Seorang rasis condong untuk bersikap diskriminatif dalam hal-hal yang terkait ras dan kesukuan. Seorang pecinta damai condong untuk menjauhi hal-hal yang memantik sengketa.

Kecondongan adalah hal yang serius. Ia sangat memengaruhi pikiran, perasaan, pertimbangan, keputusan, sikap, dan tindakan kita. Celakanya, hal serius itu sering tidak kita kenali, sering tidak kita sadari. Akibatnya? Kecondongan kita menjadi hal yang di luar kendali kita, dan kecondongan itulah yang mengendalikan kita. Jika kecondongan itu positif, indahlah hidup ini. Namun, bagaimana jika ia ternyata negatif?

Tuhan bersabda, "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." Segala sesuatu harus kita uji. Kecondongan-kecondongan kita pun juga harus kita uji apakah dia sesuai dengan kehendak Tuhan. Lalu? Kikis habis semua yang salah, dekap erat semua yang benar. Kita menjernihkan kecondongan kita.

Masalahnya, kecondongan kita sering tidak kita kenali dan tidak kita sadari. Maka, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memeriksa diri untuk mengenali dan menyadari kecondongan-kecondongan kita. Setelah itu, barulah kita mengujinya. Tanpa mengenali dan menyadari kecondongan kita, kita tak mungkin menguji dan menjernihkannya.

Tiap kali, kita perlu mengenali, menyadari, dan menguji kecondongan diri. Dengan begitu, kita bisa menjernihkan kecondongan-kecondongan kita, dan menjernihkan pilihan serta keputusan kita. --EE/www.renunganharian.net

* * *
UJILAH SEGALA SESUATU DAN PEGANGLAH YANG BAIK.
-1 TESALONIKA 5:21

* * *



RENUNGAN KAMIS

Bacaan: YEREMIA 31:1-9

Bacaan Setahun: Keluaran 33-35

Nas: "Dengan menangis mereka akan datang, dengan memohon-mohon mereka akan Kubawa." (Yeremia 31:9)


Membawa Kelemahan Kepada-Nya

Setiap manusia tentu memiliki kelemahan dalam hidupnya. Oleh karenanya, maka wajar apabila kita bisa mengalami kegagalan, keterpurukan, kesedihan, maupun juga kebimbangan. Kelemahan itu adalah bukti bahwa kita tidak bisa merasa kuat dan menjalani hidup seorang diri. Dalam kelemahan tersebut, sikap kita menjadi kunci dari hidup yang kita jalani.

Dalam duka yang dirasakan bangsa Israel oleh karena pembuangan yang mereka alami, Allah menyatakan diri-Nya kepada mereka. Allah akan menolong dan memulihkan keadaan mereka supaya mereka betul-betul menjalani kehidupan yang baru, yang terbebas dari duka. Namun, untuk itu Allah menghendaki supaya mereka betul-betul datang kepada-Nya dengan menyadari keadaan diri mereka yang lemah, yang Allah gambarkan dengan tangisan. Tangisan adalah gambaran ungkapan kesedihan dan penyesalan yang merupakan wujud pengakuan dan kesadaran akan kelemahan diri. Dengan sikap dan kesadaran itulah maka Allah akan menguatkan mereka dengan menghibur dan membuat mereka kembali bersukacita, serta menuntun setiap langkah hidup mereka. Allah menunjukkan bahwa Ia adalah pemimpin yang tidak pernah meninggalkan hidup umat-Nya, dan selalu hadir untuk memberikan kehidupan bagi mereka.

Allah menegaskan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan dan mencelakakan kita. Untuk itu, dalam kelemahan kita Allah mengajak kita untuk selalu datang dan dekat kepada-Nya. Sebab, Ia selalu hadir untuk menguatkan, memampukan, dan memberi hidup bagi kita. --ZDP/www.renunganharian.net

* * *
DATANG DAN MENDEKATLAH KEPADA-NYA, SEBAB IA YANG AKAN
MENGUATKAN DAN MEMAMPUKAN KITA DALAM SETIAP KELEMAHAN.

* * *



RENUNGAN JUMAT

Bacaan: MATIUS 6:25-34

Bacaan Setahun: Keluaran 36-38

Nas: "Karena itu, janganlah khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34)


Carpe Diem

Istilah overthinking belakangan ini semakin sering digunakan, termasuk dalam komunikasi di media sosial. Kata ini bermakna 'memikirkan sesuatu secara berlebihan'. Kita menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan. Bahasa lainnya, kita menjadi khawatir. Akibatnya, kita tidak dapat menjalani masa kini dengan tenang dan sukacita karena ada sesuatu yang telah menyita perhatian kita. Sejatinya, kekhawatiran muncul karena keterbatasan kita dalam mengelola banyak hal. Kita sangat terbatas serta tidak mengetahui hal-hal yang akan datang. Menariknya, beberapa survei membuktikan bahwa 85-90% kekhawatiran manusia tidak pernah terjadi.

Salah satu nasihat yang baik untuk kita lakukan ialah Carpe Diem, sebuah istilah bahasa Latin yang berarti "manfaatkanlah hari ini", atau "rebutlah hari ini". Istilah ini diambil dari buku kumpulan puisi berjudul Odes karya penyair Romawi bernama Horatius. Pertanyaannya, bagaimanakah kita dapat menikmati hari ini serta mempergunakan waktu kita dengan baik jika kita diliputi kekhawatiran?

Tuhan Yesus memberi kita jawabannya. Solusi agar tidak khawatir ialah dengan menyadari pemeliharaan Allah atas diri kita serta dengan berserah diri kepada-Nya. Sebab, Dialah yang berkuasa atas segalanya. Dia juga ingin agar kita bersukacita menikmati hari-hari yang Dia anugerahkan bagi kita. Tentu saja dengan bekerja seturut firman-Nya. Melakukan hal-hal yang berpadanan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah di bumi (ay. 33). Menyadari bahwa Dialah yang memegang kendali penuh atas seluruh aspek hidup kita, kita pun dapat mengisi hidup kita dengan mengerjakan kehendak-Nya. --HT/www.renunganharian.net

* * *
SUNGGUH-SUNGGUH MENGENAL SIAPA JURU MUDI DALAM HIDUP KITA,
MEMAMPUKAN KITA MENIKMATI PERJALANAN HIDUP DI SETIAP HARINYA.

* * *



RENUNGAN SABTU

Bacaan: KEJADIAN 41:1-45

Bacaan Setahun: Keluaran 39-40

Nas: Firaun berkata lagi kepada Yusuf, "Dengan ini aku memberi engkau kuasa atas seluruh tanah Mesir." (Kejadian 41:41)


Melihat dengan Iman

Seorang pemuda mengeluh karena selalu gagal membangun usaha. "Tuhan berhenti bekerja dalam hidupku?" katanya. Sahabatnya mengajaknya keluar ke halaman. Saat itu malam hari, jadi matahari tidak lagi bersinar. "Lihatlah, matahari berhenti bekerja, " kata sahabatnya. "Matahari masih bekerja, " pemuda itu menjawab spontan, "hanya ia menyinari sisi bumi yang lain." Sahabatnya tersenyum dan berkata, "Tuhan juga masih bekerja. Hanya kau perlu melihatnya dengan iman."

Sewaktu muda Yusuf bermimpi melihat berkas-berkas gandum saudara-saudaranya sujud menyembah kepada berkas gandumnya. Disusul ia bermimpi melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembah kepadanya (Kej. 37:7, 9). Tuhan memberi tanda akan pekerjaan-Nya melalui mimpi. Tuhan hendak mengangkatnya sebagai penguasa. Kemudian Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak (Kej. 37:28). Disusul ia difitnah dan dipenjarakan (Kej. 39:17-20). Tuhan seakan berhenti bekerja. Namun, Yusuf tidak kecewa. Dengan imannya ia melihat pekerjaan Tuhan masih berjalan. Maka ia pun terus giat mengerjakan tugas-tugasnya. Suatu hari Firaun memanggilnya untuk mengartikan mimpinya (ay. 14). Di hari itu juga ia diberi jabatan sebagai penguasa (ay. 41). Terlihat hasil akhir pekerjaan Tuhan. Benar selama ini Dia masih bekerja. Rentetan penderitaan sebelumnya dirangkaikan-Nya untuk membawa Yusuf menuju titik puncak di mana ia berada saat itu.

Sekarang ini mungkin segala sesuatu tidak berjalan dengan lancar. Malahan kita mengalami banyak kesulitan. Ingatkan diri sendiri bahwa Tuhan masih bekerja. Lihatlah dengan iman tangan-Nya terus merangkaikan sesuatu yang baik bagi kita! Nantikan dengan penuh pengharapan hasil pekerjaan Tuhan yang pastinya akan membuat hati kita terpesona. --LIN/www.renunganharian.net

* * *
TUHAN SELALU BEKERJA DALAM KEHIDUPAN KITA,
BAIK PADA SAAT KITA MERASAKANNYA ATAU TIDAK.

* * *




MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2026 : "Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang " | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2026 #DalamTerangmukamimelihatterang #JPAVision #multimediaJPA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 1 FEBRUARI 2026

 JADWAL SEPEKAN  MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan S...

Post Bottom Ad

Halaman