RENUNGAN EDISI 10 AGUSTUS 2025 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 09 Agustus 2025

RENUNGAN EDISI 10 AGUSTUS 2025

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN
Bacaan: FILIPI 1:12-26

Bacaan Setahun: Yesaya 31-35

Nas: Namun, jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. (Filipi 1:22)


Satu yang Penting!

Akhir-akhir ini ada sebuah istilah yang lagi ngetren di kalangan anak-anak muda, yaitu YONO. Istilah ini merupakan singkatan dari You Only Need One, engkau hanya butuh satu saja. YONO merupakan sebuah gaya hidup yang lagi dipopulerkan untuk kalangan tertentu. Ini sebuah wacana gaya hidup yang tidak mengajarkan untuk mengonsumsi barang secara ekstrem untuk kesenangan sesaat. Dalam YONO, seseorang hanya mengonsumsi satu kebutuhan yang dianggap terpenting saja.

Jikalau kepada Rasul Paulus ditanyakan hal yang sama, "Apa yang engkau anggap paling penting?" Ternyata tidak mudah juga untuk menjawabnya. Rasul Paulus mengatakan, hal yang didambakannya adalah berdiam bersama dengan Kristus di dalam kekekalan. Baginya, itu adalah sebuah keuntungan besar. Namun, ia menyadari, kalau Kristus masih memberi kesempatan baginya untuk hidup di dunia ini maka keinginannya adalah "bekerja memberi buah" bagi Kristus. Kita bisa menyimak apa yang menjadi tujuan hidup Paulus terlihat di dalam Kisah 20:21, yaitu supaya banyak orang bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Dapatkah kita menangkap kerinduan hati Paulus untuk melayani Tuhan sebagai hal yang terpenting di dalam hidupnya?

Jika kepada kita ditanyakan hal yang sama, "Apakah yang engkau anggap paling penting di dalam hidupmu?" Akankah kita menjawab hal yang sama, serupa Rasul Paulus? Akankah kita memilih untuk bekerja memberi buah bagi Tuhan Yesus selama kita masih diberi kesempatan di dunia ini? Biarlah dalam kehidupan kita yang singkat di dunia ini, kita boleh memilih dan menjalani hidup yang memberikan buah bagi Kristus Yesus, Tuhan kita. --DSK/www.renunganharian.net

* * *
FOKUSKAN HIDUP KITA UNTUK MEMBERI BUAH BAGI TUHAN YESUS
SAAT KITA MASIH DIBERI KESEMPATAN.

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: YOHANES 9:1-7

Bacaan Setahun: Yesaya 36-41

Nas: Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, dia sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus, "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia." (Yohanes 9:2-3)


Menyederhanakan Masalah

Melihat seorang tunanetra, para murid bertanya, "Rabi, siapakah yang berdosa, dia sendiri atau orang tuanya?" Pertanyaan itu mencerminkan kerangka pikir para murid tentang kenyataan yang mereka jumpai: semua yang buruk adalah buah dosa, dan semua yang baik buah kesalehan. Para murid sangat menyederhanakan persoalan. Mereka tidak sadar bahwa sikap itu akan membawa mereka pada pemahaman yang salah dan tindakan yang keliru.

Sebab itu, Tuhan berkata, "Bukan dia, dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia." Itu sama sekali bukan soal dosa, tetapi supaya karya-karya Allah dinyatakan. Karya yang mana? Bukankah kemungkinan karya Allah dalam tiap peristiwa itu amat banyak? Bagaimana kita mengenalinya? Bukankah semua itu bisa sangat kompleks dan jauh dari mudah?

Justru itulah yang Tuhan maksud. Dia ingin para murid menyadari bahwa kenyataan yang mereka jumpai bisa saja sangat kompleks, jauh dari sederhana. Tuhan mengingatkan para murid untuk tidak menyederhanakan masalah, tetapi supaya mereka melihat lebih luas, mencermati lebih tajam, menimbang lebih dalam, dengan wawasan yang lebih terbuka, agar mereka memiliki pemahaman yang benar atas fakta yang mereka jumpai, agar mereka bisa bertindak benar.

Mempersulit yang mudah, memperumit yang sederhana, adalah perbuatan buruk. Namun, menyederhanakan masalah-yang membuat kita salah memahami kenyataan, salah menarik kesimpulan, dan salah mengambil tindakan-adalah perilaku yang tak kalah buruk. --EE/www.renunganharian.net

* * *
KECENDERUNGAN MENYEDERHANAKAN MASALAH
MENGHALANGI KITA DARI MENYIKAPI MASALAH SECARA BENAR.

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: KEJADIAN 41:37-45

Bacaan Setahun: Yesaya 42-44

Nas: "Engkaulah yang menjadi pemegang kuasa atas istanaku, dan seluruh rakyatku akan diatur oleh perintahmu. Hanya takhta inilah kelebihanku daripadamu." (Kejadian 41:40)


Pengendalian Diri

Yusuf berkali-kali dihadapkan pada kesukaran. Keluarga yang tidak harmonis, kehilangan harga diri, mendapat tuduhan palsu, dilupakan, mendapat tuntutan yang tak realistis. Yusuf diperlakukan tidak adil oleh banyak orang. Namun, dalam menghadapi krisis itu Yusuf selalu berhasil mengendalikan dirinya. Bukan hanya hitungan hari, minggu, atau bulan. Yusuf menginvestasikan waktunya untuk berproses melalui tempaan hidup selama tiga belas tahun.

Jika pada akhirnya Yusuf berhasil menjadi penguasa Mesir, hal ini terjadi berkat penyertaan Tuhan (bdk. Kej. 39:2). Bahkan Firaun pun mengakui bahwa Yusuf adalah seorang yang penuh dengan Roh Allah (bdk. ay. 38). Namun demikian, ada bagian yang dilakukan Yusuf, yakni pengendalian diri. Alih-alih terpancing emosi menghadapi situasi, Yusuf lebih memilih untuk menyerahkan dirinya pada tuntunan Tuhan. Hidup dalam ketaatan penuh dan bergantung hanya kepada-Nya. Tak heran jika pengendalian diri Yusuf berbuah manis karena ia menginvestasikannya kepada Sang Sumber Berkat sejati.

Bukan hal gampang untuk mengendalikan diri di tengah pergumulan. Sebagian orang bahkan menjadi begitu mudah melakukan kejahatan dengan alasan terpancing oleh keadaan. Namun, bagi pribadi yang hidup di dalam Tuhan, pengendalian diri Yusuf ini kiranya menjadi teladan sekaligus gambaran. Teladan untuk kita senantiasa bertekun dalam kebenaran, walau pergumulan bertumpang-tindih sekalipun. Gambaran bahwa di dalam Tuhan ada berkat luar biasa yang disediakan-Nya bagi umat yang setia. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
PENGENDALIAN DIRI DIHASILKAN DARI KETEKUNAN IMAN
DAN PENYERAHAN DIRI KEPADA ROH KUDUS.

* * *




RENUNGAN KAMIS
Bacaan: ZEFANYA 3:1-8

Bacaan Setahun: Yesaya 45-48

Nas: Tetapi, Tuhan itu adil di tengah-tengahnya, Ia tidak melakukan kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; di waktu fajar tidak pernah lalai. Tetapi, orang lalim tidak kenal malu! (Zefanya 3:5)


Bertepuk Sebelah Tangan

Ungkapan "bertepuk sebelah tangan" memiliki arti perasaan cinta yang tidak dibalas oleh orang yang dicintai. Padahal orang itu telah menunjukkan perhatian, kasih sayang, bahkan pengorbanan yang begitu besar, tetapi semua itu sama sekali tidak berbalas. Menyakitkan, bukan? Seorang psikolog mengatakan bahwa "ketidakseimbangan" ini dapat menyebabkan gejolak emosi, perasaan tertekan, dan perasaan tidak berharga.

Saat membaca pesan yang disampaikan Zefanya, saya membayangkan ungkapan hati Tuhan yang dipenuhi kekecewaan terhadap umat kesayangan-Nya yang tidak setia. Sungguh ironis mendapati para pemuka, hakim, nabi, imam, dan seluruh umat secara terang-terangan berlaku selayaknya orang yang tidak mengenal Allah. Namun demikian, Tuhan tidak berhenti menyayangi mereka. Di tengah-tengah kelaliman itu, Ia hadir menunjukkan keadilan. Setiap pagi Ia memberikan hukum-Nya. Sangka-Nya, umat itu akan takut dan memedulikan peringatan-Nya. Namun, alih-alih "membalas cinta Tuhan", mereka malah makin busuk perbuatannya.

Demikian menyakitkan rasanya jika cinta bertepuk sebelah tangan. Tak kurang cara Tuhan menunjukkan cinta-Nya kepada kita. Ketika kita tidak setia, Ia tetap setia. Ia tidak pernah berhenti mencintai kita. Karena cinta-Nya yang besar, Ia datang setiap pagi untuk menegur semua pelanggaran kita. Dan apa yang paling diharapkan-Nya adalah kita akan membalas cinta-Nya dengan pengakuan dan pertobatan. Hari ini Ia menanti kita. Semoga cinta Tuhan yang begitu dalam tidak lagi menjadi cinta bertepuk sebelah tangan. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
BAHKAN DALAM KETIDAKSETIAAN KITA PUN TUHAN TETAP SETIA
MENUNJUKKAN CINTA-NYA, IA TIDAK MAU BERPALING DARI KITA.

* * *

'


RENUNGAN JUMAT
Bacaan: 2 RAJA-RAJA 4:38-41

Bacaan Setahun: Yesaya 49-53

Nas: Lalu satu orang keluar ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran. Ia menemukan tumbuhan rambat liar dan memetik labu liar darinya, sepenuh tampungan jubahnya. Ia lalu pulang dan memotong-motongnya masuk ke dalam kuali masakan itu tanpa mengetahui apa yan (2 Raja-raja 4:39)


Bahaya Ketidaktahuan

Tidak tahu tentang sesuatu hal kadang-kadang tidak berdampak apa-apa bagi kita. Namun, adakalanya juga akan sangat membahayakan hidup kita. Itu sebabnya, banyak orang berkata bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Mengetahui sesuatu dapat menolong kita untuk bersikap dan bertindak secara tepat sehingga kita tidak mengalami hal yang merugikan.

Nabi Elisa menyuruh pelayannya untuk menyediakan hidangan bagi serombongan nabi yang datang menemuinya. Lalu seseorang pergi ke ladang untuk mengumpulkan buah labu liar dari tanaman rambat yang tidak dikenalnya. Ia pun memotong-motong serta memasaknya di dalam kuali yang besar, lalu menghidangkannya. Mereka yang menyantapnya berteriak-teriak menyadari bahwa makanan itu beracun dan mematikan. Syukurnya, Nabi Elisa melakukan mukjizat dengan kuasa Allah. Ia menyuruh memasukkan tepung ke dalam kuali itu, lalu mereka pun dapat menyantap makanan itu tanpa bahaya.

Ketidaktahuan dapat membunuh kita serta orang-orang lain juga. Tanpa disengaja, kadang kebaikan kita pun dapat membahayakan orang lain. Amsal dengan tegas berkata, "Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik" (Ams. 19:2a). Firman ini mengajar kita agar senantiasa memperlengkapi diri, sehingga kita mampu bertindak secara benar. Karenanya, kita seharusnya terus belajar untuk mengerti hal-hal yang baru. Janganlah sungkan bertanya serta meminta pendapat dari orang-orang yang lebih memahaminya. Dan di atas semuanya, kita juga bersandar kepada tuntunan Allah Yang Maha Tahu karena Dialah yang mampu melindungi kita sekalipun banyak hal bisa terjadi di luar pengetahuan kita. --HT/www.renunganharian.net

* * *
BERTINDAK BERDASARKAN KETIDAKTAHUAN
DAPAT MEMBUAT KITA BERADA DI DALAM BAHAYA.

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: YOHANES 6:25-66

Bacaan Setahun: Yesaya 54-58

Nas: Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata, "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" (Yohanes 6:60)


Kagum karena Ditegur

Saya pernah ditanya seseorang, "Kamu lebih kagum mana, Yesus melakukan segala sesuatu yang baik bagimu atau Yesus menegur segala dosamu?" Saya jawab pilihan pertama. Yesus mengubah air menjadi anggur, Yesus menyembuhkan anak pegawai istana, Yesus menyembuhkan orang lumpuh di kolam Betesda, Yesus memberi makan lima ribu orang, semua orang semangat dan memuji Tuhan. Semua orang mencari Yesus.

Namun, hal berbeda terjadi waktu Yesus menegur orang banyak, dengan berkata mereka mencari-Nya karena telah makan roti dan menjadi kenyang (ay. 26). Itu menunjukkan mereka hanya mencari berkat jasmani seperti kesembuhan dan makanan, padahal Yesus ingin memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu hidup yang kekal (ay. 40). Sesudah mendengar penjelasan Yesus, banyak murid-Nya bersungut-sungut dan mengatakan perkataan Yesus keras (ay. 60), dan mulai waktu itu banyak murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Yesus. Jika untuk perkara jasmani yang Tuhan berikan kita kagum, kita juga hendaknya kagum saat Yesus membongkar dan menegur dosa yang kita sembunyikan rapat-rapat, menunjukkan kemunafikan kita, atau mendidik kita dalam kebenaran saat mulai menyimpang.

Salah satu bentuk kasih Tuhan adalah Dia menegur dosa kita, memperbaiki kelakuan kita yang buruk, dan mendisiplin kita. Tetaplah setia dan kagum pada Tuhan saat Dia dengan berbagai cara-Nya menegur dosa kita. Hargailah orang-orang yang Tuhan pakai untuk menegur dosa kita dan menuntun kita untuk kembali hidup benar di mata Tuhan. --RTG/www.renunganharian.net

* * *
AKU TETAP MAU KAGUM DAN SETIA KEPADA YESUS
SAAT DIA MENEGUR SEGALA DOSAKU.

* * *





MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision #multimediaJPA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 1 FEBRUARI 2026

 JADWAL SEPEKAN  MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan S...

Post Bottom Ad

Halaman