RENUNGAN SENIN
Bacaan: LUKAS 22:24-34
Bacaan Setahun: Hakim-hakim 13-15
Nas: "Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." (Lukas 22:32)
________________________________________
Iman Petrus
Dalam perjamuan malam sebelum Yesus ditangkap, Ia memberitahukan kepada Petrus tentang rencana Iblis terhadapnya. Dengan penuh keyakinan Petrus menjawab Yesus bahwa ia teguh beriman mengikut Yesus, bahkan bersedia mati bersama Yesus. Namun, faktanya Petrus benar-benar menyangkal Yesus sebagaimana yang telah Yesus nubuatkan.
Syukur kepada Allah, iman Petrus masih terpelihara sekalipun sempat dicobai. Petrus sempat jatuh, tetapi tidak sampai tergeletak. Petrus sempat gagal, tetapi tidak gugur sepenuhnya. Akar imannya tetap ada sehingga kembali tumbuh. Hal ini terjadi berkat andil Yesus yang telah mendoakannya. Ya, iman Petrus tetap terpelihara dalam kekuatan Allah dan doa permohonan Yesus.
Jatuh bangun perjuangan iman membawa Petrus menjadi pelayan Tuhan yang militan. Ia sadari pentingnya bergantung penuh kepada Tuhan, sebab keteguhan hati dan kekuatan sendiri tidak akan pernah sanggup memenangkannya dari penampian Iblis. Petrus tidak mengenal hatinya sendiri, sementara Tuhan Yesus mengenalnya dengan jauh lebih baik.
Setelah pertobatannya, Petrus pun menunaikan tugas yang diberikan Yesus kepadanya. Ia menolong orang lain seperti ia sendiri telah ditolong oleh Allah. Ia yang telah dibawa pada pertobatan dan dipulihkan oleh anugerah Allah juga melakukan pelayanan untuk memulihkan orang lain. Ia yang telah dan terus berjuang memelihara iman, menguatkan dan membangun iman orang lain. Kasih Allah yang ia terima diwartakannya, supaya orang lain juga menerima kasih Allah. Bagaimana dengan kita? --EBL/www.renunganharian.net
* * *
KEGAGALAN TERJADI KARENA MENGANDALKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI.
BERDOA DAN BERGANTUNG PENUH PADA BAPA MEMBAWA KEMENANGAN.
* * *
RENUNGAN SELASA
Bacaan: YOHANES 13:1-20
Bacaan Setahun: Hakim-hakim 16-18
Nas: Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. (Yohanes 13:5)
________________________________________
Juga Kaki Yudas
Pengkhianatan ialah tindakan yang amat kejam. Yesus mengerti seorang dari murid-Nya yang bernama Yudas Iskariot akan mengkhianati dan menjual-Nya kepada imam-imam kepala seharga tiga puluh uang perak (lih. Mat. 26:14-16). Dengan jalan itu Dia kemudian disalibkan.
Pada malam sebelum diri-Nya diserahkan, Yesus makan bersama murid-murid-Nya. Tiba-tiba Dia bangun dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain linen dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Dia menuangkan air ke dalam sebuah baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, satu per satu (ay. 4-5). Kaki-kaki yang basah itu diseka-Nya dengan kain linen yang tadi terikat di pinggang-Nya. Sesudah itu Dia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya (ay. 12). Kini terlihat kaki Simon Petrus, kaki Yohanes, kaki Yakobus, dan kaki kesembilan murid lainnya sudah bersih. Yesus membasuh kaki mereka semua, juga kaki Yudas. Lewat tindakan tersebut terungkap jelas bahwa Yesus mengasihi semua murid-Nya, termasuk Yudas. Dia menunjukkan kebaikan, juga terhadap si pengkhianat.
Kaki Yudas yang juga bersih memunculkan keharuan dan kelegaan dalam hati kita. Faktanya, kita pun kerap berkhianat kepada-Nya! Kita kerap lebih memilih menuruti keinginan dunia daripada kehendak Tuhan. Namun, masih saja Yesus mengasihi kita. Masih saja Dia menunjukkan kebaikan dengan senantiasa menyertai, melindungi, serta memberkati kehidupan kita. Kaki Yudas yang juga bersih menyadarkan kita akan tindakan yang sepatutnya kita lakukan. Tidak boleh kita memendam kebencian terhadap orang-orang yang telah berkhianat, dalam arti melakukan kesalahan terhadap kita. Maulah kita mengampuni mereka. Maulah kita mengasihi dengan tetap berbuat kebaikan kepada mereka. --LIN/www.renunganharian.net
* * *
YESUS MENGASIHI SEMUA ORANG TANPA MEMBEDA-BEDAKAN
MAKA SEPATUTNYA KITA PUN BERTINDAK DEMIKIAN.
* * *
RENUNGAN RABU
Bacaan: MARKUS 14:12-21
Bacaan Setahun: Hakim-hakim 19-21
Nas: Mereka pun menjadi sedih dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya, "Bukan aku, ya?" (Markus 14:19)
________________________________________
Potensi Berkhianat
Jika Anda ditanya, "Mungkinkah Anda bakal menyangkal Tuhan ketika Anda dipaksa menyangkali-Nya?" Apakah Anda dapat menjawab dengan yakin bahwa Anda tidak mungkin berkhianat dan menyangkali iman Anda? Kalau saya ditanya pertanyaan serupa, saya akan ragu menjawab bahwa saya tidak bakal menyangkal Tuhan Yesus Kristus. Paling banyak saya akan menjawab, "Semoga saya tidak menyangkali-Nya."
Sangat menarik, bahwa Yesus pada perjamuan terakhir menyatakan ada di antara para murid yang saat itu sedang makan akan menyerahkan Yesus. Para murid Yesus seketika itu menjadi sedih. Lalu mereka bertanya berkata kepada Yesus, "Bukan aku, ya?" Pertanyaan ini menunjukkan ketidakyakinan para murid akan dirinya sendiri. Benarkah mereka tidak akan menyerahkan Yesus? Yang lebih menarik lagi adalah beberapa saat setelahnya, Petrus dengan yakin memberi pernyataan. Dia mengatakan bahwa dia merupakan satu-satunya orang yang tidak terguncang imannya meskipun semua orang terguncang. Pada waktu itulah Yesus menegurnya bahwa Petrus pada malam itu juga akan menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok dua kali (ay. 29-31). Dan itulah yang terjadi.
Rasul Paulus juga memberi peringatan. Siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1Kor. 10:12). Kita semua rapuh, seberapa pun kita yakin bahwa kita memiliki iman yang matang dan kuat. Wajiblah kita memohon kepada Tuhan agar setiap hari kita dikuatkan oleh-Nya dan terhindar dari dosa dan pengkhianatan. --HEM/www.renunganharian.net
* * *
KITA WAJIB MEMOHON AGAR TUHAN MENGUATKAN IMAN KITA AGAR TUHAN
MENOLONG KITA MELEPASKAN DIRI DARI DOSA DAN PENGKHIANATAN.
* * *
RENUNGAN KAMIS
Bacaan: MATIUS 26:47-56
Bacaan Setahun: Rut 1-4
Nas: "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (Matius 26:53)
________________________________________
Masih Memegang Kendali
Di Taman Getsemani, Yesus ditangkap. Yudas, si murid pengkhianat, menunjukkan tempat di mana Dia berada kepada serombongan besar orang, yang adalah utusan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (ay. 47). Dikhianati, ditangkap, dan digiring untuk disalibkan, seolah menunjukkan sisi ketidakberdayaan Yesus. Seketika dunia menggembar-gemborkan berita bahwa Tuhan dapat menjadi lemah.
Namun, ada sebuah kejadian di saat itu. Petrus menghunus pedang dan memotong telinga Malkhus, hamba imam besar (lih. Yoh. 18:10). Yesus tidak membenarkan tindakannya itu. Dia menegur Petrus, kata-Nya, "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (ay. 53). Teguran tersebut sekaligus meluluhlantakkan gembar-gembor dari dunia. Rupanya, bukan Yesus tidak sanggup berbuat apa-apa, melainkan Dia berkehendak menerima seluruh perbuatan orang-orang itu kepada-Nya. Bukan Yesus tidak mampu melawan, melainkan Dia memilih untuk tidak melawan demi terbukanya jalan keselamatan bagi segenap umat manusia (ay. 54). Saat tampaknya Tuhan lemah, Dia masih tetap kuat. Saat tampaknya Tuhan tidak berdaya, Dia masih memegang kendali atas segala sesuatu di kehidupan ini.
Kebenaran ini adalah kabar baik bagi kita. Itu artinya seburuk apa pun situasi kita hadapi saat ini, kita tidak perlu merasa tawar hati karena mengerti Tuhan masih memegang kendali. Pada-Nya ada daya untuk menyelamatkan kita. Kekuatan-Nya tidak berkurang untuk memberikan pertolongan. Tidak sia-sia kita bertekun dalam doa. Harapan kepada Tuhan tidak akan mengecewakan. Pasti ada terobosan, pemulihan, dan jalan keluar bagi setiap pergumulan. --LIN/www.renunganharian.net
* * *
DALAM KEADAAN YANG TERLIHAT LEMAH, TUHAN KITA TETAP PERKASA.
* * *
RENUNGAN JUMAT
Bacaan: LUKAS 15:11-24
Bacaan Setahun: 1 Samuel 1-3
Nas: "Aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa." (Lukas 15:19)
________________________________________
Tidak Layak
Di kandang babi yang kotor dan bau itu, si bungsu menyadari keadaannya. Bahkan, saat ia ingin memakan ampas makanan babi itu, tak seorang pun memberikannya kepadanya. Ia benar-benar melarat. Lalu ia teringat bapanya, yang telah ia tinggalkan, dan yang hartanya telah ia sia-siakan. Ia merindukan rumah. Ia ingat para upahan bapanya yang selalu memiliki kelimpahan makanan. Namun, ia sadar diri. Ia telah begitu menyakiti bapanya. Ia hanya berharap bahwa ia dapat diterima sebagai salah satu pekerja upahan bapanya. Saat tak ada lagi yang bisa ia harapkan, belas kasihan sang bapalah yang ia harapkan.
Ternyata ia salah. Bukan makian yang ia dapatkan. Bukan kata-kata kasar atau umpatan penghakiman dari sang bapa. Melainkan sebuah rangkulan penuh kerinduan. Pelukan erat dan ciuman penuh kasih. Martabatnya dipulihkan. Ia disambut dengan pesta. Dirayakan dengan sukacita. Dan ia benar-benar sadar, semua itu tidak layak baginya. Sangat tidak layak. Setelah semua kejahatan, dosa, pelanggaran, dan kecemaran yang ia perbuat, ia sungguh tak layak menerima semua kebaikan itu.
Ya, seperti itulah gambaran anugerah yang kita terima dari Allah. Sungguh tidak layak, dan tak akan pernah menjadi cukup layak. Sebagai pendosa, kita seharusnya dihukum dan dibinasakan. Namun, ketika kita datang dengan iman kepada-Nya, Ia menyambut kita dan menjadikan kita sebagai anak-Nya yang terkasih. Kasih-Nya sudah terbukti melalui pengorbanan Kristus bagi penebusan kita. Kita hanya perlu menghampiri-Nya dengan iman. Penerimaan-Nyalah yang menjadikan kita layak menjadi anak-anak-Nya. --HT/www.renunganharian.net
* * *
SEBAGAI PENDOSA, KITA TIDAK PERNAH LAYAK DI HADAPAN ALLAH,
HANYA ANUGERAH-NYA YANG MENJADIKAN KITA MENJADI SEORANG ANAK.
* * *
RENUNGAN SABTU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar