RENUNGAN EDISI 28 DESEMBER 2025 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 27 Desember 2025

RENUNGAN EDISI 28 DESEMBER 2025

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN
Bacaan: 1 TESALONIKA 2:1-12

Bacaan Setahun: 1 Petrus 1-5

Nas: Tetapi, kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawat anaknya. (1 Tesalonika 2:7)


Seperti Ibu Mengasuh Anak

Alih-alih mendapat pujian, seorang ibu yang telah bersusah payah bangun di pagi buta untuk memasak justru menuai cemoohan dari anaknya. "Ah, Ibu bisanya masak itu-itu saja!" "Ah, masakan Ibu asin!" "Sayurnya terlalu lembek!" Meski demikian, ibu itu tetap memberi diri untuk memenuhi segala keperluan anaknya dengan sabar dan kasih.

Penderitaan yang dialami saat melayani di Filipi mungkin membuat Paulus enggan melayani di Tesalonika. Namun, ia ingin melayani Tuhan dengan motivasi yang murni. Ia terus maju, pantang menyerah. Paulus mengibaratkan dirinya sebagai seorang ibu yang mengasuh dan merawat anaknya. Tidak hanya membagikan Kabar Baik dari Allah (Injil) melainkan juga rela memberi diri sepenuhnya untuk menolong. Paulus rela bekerja siang-malam untuk memenuhi keperluannya, supaya tidak menjadi beban jemaat. Itu semua didasarkan pada tujuan yang murni untuk menyenangkan hati Allah, bukan manusia.

Setiap pelayanan menuntut pengorbanan. Baik materi, pemikiran, tenaga, waktu bahkan perasaan. Kesemuanya ini tentu bukan hal baru untuk dimengerti oleh setiap pengikut Tuhan. Sama seperti Paulus, tuntutan pengorbanan dalam melayani Tuhan bukan alasan untuk menyerah. Sekalipun mungkin ada saja hal yang membuat kita ingin undur dari pelayanan, bahkan menjadikan kita putus asa. Namun, teladan Paulus bagi kita sangat jelas: kita perlu bersikap layaknya ibu dalam mengasuh anaknya dengan penuh kasih. Sehingga kesaksian kita tak sebatas slogan atau semboyan, melainkan nyata dalam perbuatan. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
MELAYANI SESAMA DENGAN PENUH KASIH DAN KESABARAN SERTA MOTIVASI
YANG MURNI ADALAH BAGIAN DARI CARA KITA MENGHORMATI,
MELAYANI, DAN MENYENANGKAN ALLAH.

* * *






RENUNGAN SELASA
Bacaan: LUKAS 2:1-7

Bacaan Setahun: 2 Petrus 1-3

Nas: Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Ia membedungnya, lalu membaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di penginapan. (Lukas 2:7)


Tidak Ada Tempat

Beribu tahun lalu, Yesus, Tuhan kita, datang ke dalam dunia. Dia terlahir melalui rahim seorang perawan bernama Maria. Pada hari Dia datang, Dia mendapati kenyataan bahwa tidak ada tempat. Betlehem, kota itu telah sesak oleh para penduduk. Tidak tersedia ruangan di penginapan mana pun sehingga Diri-Nya yang terbungkus lampin dibaringkan oleh mereka di dalam palungan.

Kita berandai jika saja penduduk kota Betlehem tahu Yesus akan datang maka pasti ada tempat. Jika saja mereka mengerti bayi yang hendak dilahirkan oleh Maria adalah Tuhan maka pasti mereka menyediakan ruangan di sebuah penginapan terbaik. Amat disayangkan kejadiannya mungkin tidak demikian. Sebab apa yang terjadi di masa lalu tergambar pada masa kini. Kini Yesus rindu masuk ke dalam hati kita. Namun, setiap kali Dia menilik ke dalam, Dia mendapati kenyataan bahwa tidak ada tempat. Hati kita telah sesak oleh perkara-perkara dunia. Di sudut kanan dipenuhi kekhawatiran dan di sudut kiri kecemasan. Pada bagian tengah terisi hawa nafsu serta keinginan untuk mengejar kesenangan. Tidak tersisa ruangan sehingga Dia tertinggal berdiri di muka pintu hati.

Faktanya, ketidaktahuan bukan satu-satunya alasan ketiadaan tempat! Tidak dimilikinya pengertian bukan penyebab utama dari ketidaktersedianya ruangan bagi Tuhan. Dapat kita tahu, tetapi bersikap acuh. Dapat kita mengerti, tetapi tidak peduli. Nas renungan hari ini bertujuan menyadarkan kita akan kenyataan memilukan ini. Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi dapat membenahi masa kini. Mari, singkirkan hal-hal yang tidak perlu dari dalam hati, lalu katakan pada Yesus, "Ada tempat bagi-Mu, ya Tuhan." --LIN/www.renunganharian.net

* * *
SEDIAKANLAH TEMPAT BAGI TUHAN DENGAN MENGOSONGKAN RUANGAN
DI DALAM HATI KITA SUPAYA DIA DAPAT MASUK KE DALAMNYA.

* * *






RENUNGAN RABU
Bacaan: 1 TIMOTIUS 6:6-10

Bacaan Setahun: 1 Yohanes 1-5

Nas: Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. (1 Timotius 6:8)


Ini Kan Natal!

Menyambut Natal, sebagian orang merasa penting melakukan banyak persiapan. Mengecat ulang dinding rumah, mengganti gorden dan sofa dengan yang baru, memasang ornamen Natal, menyiapkan kado, hantaran, serta berbagai menu istimewa untuk menyambut tamu. Belum lagi baju dan sepatu baru untuk menghadiri ibadah dan perayaan Natal. Selain menjadi hari besar, Natal pun adalah anggaran besar. Namun, sebagian orang merasa hal itu wajar, sebab, "Ini kan Natal!"

Menyambut momen berharga dengan segala yang terbaik tidaklah salah. Masalahnya adalah ketika tuntutan kemeriahan dan kemewahan membuat kita lupa bersyukur. Merasa tidak cukup dengan kecukupan yang ada, menuntut Tuhan memberi kemewahan. Pada momen-momen seperti ini mestinya kita ingat akan pesan Rasul Paulus kepada Timotius yang berbunyi, "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah."

Bukankah Tuhan Yesus sendiri yang mengajarkan kepada umat untuk merasa cukup, bahkan bersyukur dalam kesederhanaan? Yesus pun lahir dalam kesederhanaan. Namun, ia memiliki kehidupan rohani yang sempurna. Inilah yang semestinya menjadi teladan kita! Secara jasmani kita harus merasa cukup dengan hidup dalam kesederhanaan. Namun, secara rohani, kita harus mengejar kesempurnaan. Bukan tampilan luar, melainkan hati yang harus dilayakkan untuk menyambut Yesus. Hati yang hidup dalam pertobatan, terbuka kepada didikan kebenaran, serta memiliki semangat untuk mengasihi dan melayani. Sebab "kelahiran kembali" dalam pertobatan, kekudusan, ketaatan, syukur, dan kasih, inilah Natal! --EBL/www.renunganharian.net

* * *
JANGANLAH HIDUP KITA DIKUASAI OLEH CINTA AKAN UANG, MELAINKAN
PUASLAH DENGAN YANG ADA PADA KITA! BUKANKAH TUHAN TIDAK
AKAN MEMBIARKAN ATAU MENINGGALKAN KITA? (BDK. IBR. 13:5)

* * *





RENUNGAN KAMIS
Bacaan: LUKAS 2:8-20

Bacaan Setahun: 2 Yohanes 1-13, 3 Yohanes 1-14, Yudas 1-25

Nas: "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuhan, di kota Daud." (Lukas 2:11)


Juru Selamat, Mesias, dan Tuhan

Membaca Alkitab dengan teliti dapat membawa kita menemukan hal-hal yang mungkin selama ini terlewatkan. Ada rincian dari peristiwa tertentu, yang jika tidak dicermati akan terlewat begitu saja dari pengamatan dan pemahaman kita. Saya pun kerap mengalami hal itu, termasuk ketika selama beberapa waktu saya melewatkan detail informasi tentang kabar sukacita yang diterima oleh para gembala saat kelahiran bayi Yesus, yang dibarengi oleh paduan suara surgawi yang tentunya sangat merdu itu.

Ada tiga identitas tentang Yesus yang disampaikan kepada para gembala, yakni Juru Selamat, Mesias (Pribadi Yang Diurapi Allah), dan Tuhan (Penguasa Tunggal atas kehidupan manusia). Menarik sekali bahwa malaikat tidak menyebutkan nama "Yesus" kepada para gembala, tetapi justru menyebutkan tiga identitas tadi. Tampaknya pesan yang terdengar berbeda ini sengaja disampaikan, demi menegaskan pribadi Yesus yang ditentukan Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka, Yang Diurapi Allah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ajaib, dan kelak Ia akan menjadi Tuhan atas segala yang hidup.

Allah tentu memiliki alasan soal pemilihan para gembala sebagai kelompok penerima pesan yang mulia itu, meskipun tidak secara eksplisit disebutkan. Namun, bagi kita "penerima pesan" melalui tulisan dari Rasul Lukas, kini kita tak hanya mengerti, tetapi juga bersyukur karena Pribadi yang menjadi objek pemberitaan para malaikat, kini berdiam dalam hati kita, sejak kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita. --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
PENGENALAN AKAN PRIBADI YESUS PERLU TERUS DIKOBARKAN SETIAP HARI.

* * *







RENUNGAN JUMAT
Bacaan: 1 TAWARIKH 16:28-36

Bacaan Setahun: Wahyu 1-3

Nas: Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah Tuhan dalam semarak kekudusan. (1 Tawarikh 16:29)


Pelaku Penyembahan

Dalam sebuah pembekalan, narasumber bertanya, "Siapakah yang berperan sebagai sutradara, pelaku, dan penonton dalam ibadah di gereja?" Beberapa pemuda dari berbagai gereja memberikan jawaban yang sama: Sutradaranya Tuhan, pelakunya pelayan ibadah, dan penontonnya adalah jemaat.

Mungkinkah jawaban mereka merepresentasikan fakta yang terjadi di gereja? Malang jika jemaat benar-benar hadir hanya untuk menonton dan menikmati pertunjukan para pelayan ibadah. Pun apabila pelayan ibadah melakukan tugas mereka guna unjuk kemampuan demi pujian dan kesenangan jemaat, bukan bagi kemuliaan nama Tuhan.

Jika dalam laku keseharian saja kita harus senantiasa menjadikan seluruh aspek hidup baik pikiran maupun perbuatan sebagai wujud ibadah bagi Tuhan, terlebih saat kita mengikuti ritus ibadah dalam gedung gereja. Kehadiran kita sebagai jemaat adalah untuk mempersembahkan ibadah kepada Tuhan. Sudah semestinya kita terlibat, berpartisipasi dengan memuji, berdoa, mendengar firman Tuhan, memberi respons dan mempersembahkan diri. Seluruh jemaat menjadi pelaku penyembahan yang menyatakan bakti bagi Tuhan.

Daud pun memberi makna ibadah sebagai persembahan aktif umat kepada Tuhan, bukan sekadar ritual atau tontonan. Pengajaran ini tercatat dalam ayat 29. Daud mengajak umat untuk mengakui keberadaan Allah yang kita sembah dengan memberi kemuliaan sesuai nama-Nya, membawa persembahan berupa hati yang bersyukur dan hidup yang berserah, serta datang dalam kekudusan, yakni sikap hati yang layak di hadapan Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
IBADAH BUKAN TONTONAN, MELAINKAN
PERSEMBAHAN BAGI KEMULIAAN NAMA TUHAN.

* * *






RENUNGAN SABTU
Bacaan: YESAYA 60:1-7

Bacaan Setahun: Wahyu 4-8

Nas: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. (Yesaya 60:1)


Bangkit dan Terangilah

Ketika berada dalam situasi terjepit, menjadi hal yang wajar apabila kita merasakan ketakutan. Kondisi demikian sering kali membuat kita hanya memikirkan diri kita sendiri. Kita tidak hanya menjadi takut akan berbagai kesulitan yang terjadi, bahkan juga takut untuk bangkit dan membangun harapan. Sebab dalam kondisi demikian, sering kali kita hanya melihat keadaan diri kita sendiri, dan mengabaikan berbagai hal yang ada di luar kita.

Dalam situasi terpuruk karena pembuangan, Allah mengajak bangsa Israel untuk bangkit dari keadaan mereka. Bahkan lebih daripada itu, Allah juga mengajak mereka untuk menjadi terang. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak sekadar hanya menginginkan mereka untuk tidak menyerah dalam menjalani hidup, tetapi juga membangun semangat hidup yang baru dengan membangun harapan. Dalam semangat itulah, Allah juga mengajak mereka untuk dapat membangun harapan dalam hidup sesama untuk menolong dan menguatkan sesamanya dengan menjadi terang. Ajakan ini tentu bukan tanpa dasar, sebab Allah telah hadir dan memberi terang-Nya bagi mereka. Melalui terang-Nya, Allah mendampingi hidup mereka dan memampukan mereka untuk menjalani hidup.

Allah mengajak kita untuk menjalani hidup dengan harapan dan keyakinan; serta mengarahkan hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama kita. Sebab Allah sendiri telah memberi harapan yang menguatkan dan memampukan kita dalam terang-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net

* * *
BANGUNLAH DAN BAGIKANLAH HARAPAN PADA SESAMA.

* * *






MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision #multimediaJPA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 1 FEBRUARI 2026

 JADWAL SEPEKAN  MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan S...

Post Bottom Ad

Halaman