RENUNGAN EDISI 9 NOVEMBER 2025 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 08 November 2025

RENUNGAN EDISI 9 NOVEMBER 2025

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN
Bacaan: MATIUS 24:3-14

Bacaan Setahun: Lukas 23-24

Nas: "Semua itu permulaan penderitaan lahirnya zaman baru." (Matius 24:8)


Merespons Akhir Zaman

Dalam obrolan di ruang keluarga, percakapan yang semula ringan beralih pada topik akhir zaman. "Sekarang penggunaan teknologi cip semakin meluas, " kata seorang anggota keluarga. "Benar, kini serangkaian bencana dan berbagai penyakit juga mulai bermunculan, " timpal yang lain. "Makanya kita perlu lebih bersungguh-sungguh hidup dalam Tuhan dan menggunakan waktu dengan baik, " kata yang seorang lagi. "Anak-anak jangan habiskan waktu untuk bermain gim, tapi perbanyak doa dan membaca Alkitab, " imbuhnya.

Mencermati keadaan dunia ini, tampaknya tanda-tanda kesudahan zaman semakin jelas, menggenapi perkataan Yesus. Ya, ada masa di mana terjadi banyak peperangan, pertikaian antarbangsa dan kerajaan, juga bencana kelaparan dan gempa bumi (ay. 6-7). Namun, semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang akhir zaman. Bagaimana orang percaya merespons situasi ini? Pertama, teguhkan hati agar bertahan dalam iman, supaya kita diselamatkan (ay. 13). Kedua, kita perlu memberi diri untuk terlibat dalam pemberitaan Injil dan bersaksi (ay. 14), karena tersebarnya Injil Kerajaan ke seluruh bangsa akan menjadi tanda terakhir dari kesudahan segala sesuatu.

Tantangan untuk meneguhkan iman dan terlibat dalam pemberitaan Injil menjadi dua perkara penting bagi setiap orang percaya masa kini. Mari perkuat iman kita dengan banyak berdoa, juga membaca dan merenungkan firman. Belajarlah hidup dalam iman ketika pergumulan hidup melanda dan mulailah terlibat dalam pemberitaan Injil, sampai waktu kesudahan zaman tiba. --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
KESUDAHAN ZAMAN PASTI AKAN TIBA,
SUDAH SIAPKAH KITA MENGHADAPI DATANGNYA WAKTU ITU?

* * *




RENUNGAN SELASA
Bacaan: LUKAS 12:13-21

Bacaan Setahun: Yohanes 1-2

Nas: Kata-Nya lagi kepada mereka, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah berasal dari kekayaannya itu." (Lukas 12:15)


Mengendalikan Keinginan

Korupsi marak. Nilai uang hasil tangkapan dapat membuat mata terbelalak. Ada yang mau menyelesaikan kasus-kasus korupsi dengan menaikkan gaji. Terbukti solusi semu ini tidak benar. Karena tindak korupsi juga dilakukan oleh pejabat tinggi yang hidupnya sudah berlimpah. Masalah korupsi adalah persoalan hati. Ada niat sejak awal dan perencanaan matang untuk melakukan dan menyembunyikan perbuatan tidak patut ini.

Yesus langsung menunjukkan ketamakan sebagai keinginan yang harus diwaspadai. Inilah sumber korupsi yang sesungguhnya. Yang menarik, Yesus memisahkan antara harta dengan hidup, menyatakan bahwa kedua hal itu berbeda. Hidup tidak berasal dari kekayaan. Dengan kata lain, hidup kita tidak bergantung kepada kekayaan kita. Banyak contohnya. Salah satunya, kita mengenal orang-orang kaya yang menderita penyakit terminal. Tidak peduli betapa pun banyaknya harta seseorang, kekayaannya tidak bisa membeli kesehatannya. Kekayaan juga tidak dapat membeli sukacita, kepuasan, dan kemerdekaan hidup.

Korupsi adalah salah satu pertanda sulitnya orang mengendalikan keinginannya untuk memiliki banyak harta melalui cara-cara yang merugikan orang banyak. Bila dilakukan orang berpengaruh, maka hal itu mungkin dapat menjadi contoh perilaku yang ditiru, yang merusak moral banyak orang. Selain korupsi, judi online, kecanduan belanja barang-barang mewah, utang yang tidak terbayar, juga merupakan tanda ketamakan. Orang percaya harus mewaspadai keinginan berdosa yang sulit dikendalikan ini. --HEM/www.renunganharian.net

* * *
KITA HARUS MENINGGALKAN KEINGINAN BERLEBIH UNTUK MEMILIKI HARTA
BERLIMPAH DAN MENGEJAR PENGUMPULAN HARTA DI SURGA.

* * *




RENUNGAN RABU
Bacaan: TITUS 2:1-10

Bacaan Setahun: Yohanes 3-4

Nas: Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu. (Titus 2:7)


Teladan dalam Berbuat Baik

Dalam dunia sekarang ini yang penuh dengan egoisme dan kepentingan pribadi, menjadi teladan dalam berbuat baik bukanlah perkara mudah. Kita hidup di tengah masyarakat yang seringkali lebih mementingkan apa yang bisa mereka dapatkan daripada apa yang bisa mereka berikan. Namun, sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi berbeda-menjadi terang dan garam bagi dunia, dan salah satu caranya adalah dengan menjadi teladan dalam setiap perbuatan baik.

Surat Titus ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada Titus, rekan sepelayanan yang sangat dekat dengannya. Rasul Paulus menasihati Titus agar menjadi contoh yang hidup bagi jemaatnya. Memang sebagai seorang pemimpin maka kehidupannya akan disorot oleh orang banyak. Bukan hanya dalam pengajaran, tetapi terutama dalam perilaku sehari-hari. Kata "teladan" berarti sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh. Teladan yang dimaksud oleh Paulus, bukanlah pertunjukan semata, melainkan kesaksian hidup yang mengalir dari hubungan pribadi dengan Kristus. Hal ini menjadi penting bagi Titus sebagai pemimpin dalam memberi contoh. Jadi berbuat baik bukanlah tugas opsional bagi orang Kristen, melainkan bagian dari identitas kita sebagai pengikut Kristus.

Tindakan kasih, kemurahan hati, kejujuran, dan kesetiaan adalah bentuk nyata dari perbuatan baik yang dapat menjadi kesaksian bagi orang lain. Dunia tidak selalu membaca Alkitab, tetapi mereka membaca hidup kita. Ketika kita mengampuni saat disakiti, membantu tanpa pamrih, atau melayani dengan rendah hati, kita sedang memperkenalkan Kristus lewat hidup kita. --DSK/www.renunganharian.net

* * *
KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI TANDA NYATA DARI KASIH ALLAH YANG HIDUP.

* * *




RENUNGAN KAMIS
Bacaan: YEHEZKIEL 33:10-20

Bacaan Setahun: Yohanes 5-6

Nas: "Engkau, anak manusia, katakanlah kepada orang-orang sebangsamu: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran, dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung pada waktu ia bertobat dari kefasikannya; oran (Yehezkiel 33:12)


Ketulusan Meniadakan Pamrih

Budi baik sering kali dijadikan pembelaan untuk mengampuni sebuah kesalahan. Namun, kita tentunya tahu bahwa kebaikan berbeda dengan kesalahan. Perbuatan baik haruslah dilakukan dengan ketulusan tanpa pamrih, dan setiap kesalahan haruslah diakui dan dimohonkan maaf. Maka, sejatinya kebaikan tidak dapat dijadikan sebagai dasar untuk menutupi kesalahan.

Tuhan berfirman kepada Yehezkiel untuk mengingatkan bangsa Israel agar segera bertobat. Dengan menyatakan bahwa kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran, dan kejahatan orang jahat tidak akan membuat ia tersandung pada waktu ia bertobat dari kejahatannya, sesungguhnya Allah menghendaki umat-Nya untuk menjalani hidup seturut kehendak-Nya dengan hati yang tulus. Allah menegaskan bahwa hidup bukanlah untuk mengumpulkan perbuatan baik, apalagi supaya perbuatan baik yang dilakukan nantinya dapat digunakan untuk menutupi kejahatannya. Perbuatan baik semata tidak akan menyelamatkan mereka apabila hati dan perilaku mereka menyimpang. Dengan memanggil mereka untuk bertobat, Allah menghendaki setiap orang untuk dapat mengarahkan hatinya dengan sungguh kepada-Nya, sehingga menjalani hidup seturut kehendak-Nya.

Allah berbicara tentang hati, bahwa hidup sebagai umat-Nya haruslah dijalani dengan hati yang tulus. Sebab ketulusan meniadakan pamrih dan segala kepentingan pribadi. Maka, marilah kita selalu mengarahkan hati dengan tulus kepada Allah sehingga kita mampu selalu mengingat Allah dalam hati serta mampu menjalani hidup seturut kehendak-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net

* * *
BANGUNLAH HATI DENGAN KETULUSAN SEBAGAI DASARNYA.
ARAHKANLAH HATI HANYA KEPADA ALLAH.

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: HOSEA 14

Bacaan Setahun: Yohanes 7-8

Nas: Siapa yang bijak, biarlah ia mengerti semua itu. Siapa yang menaruh perhatian, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Tuhan itu lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tersandung di sana. (Hosea 14:9)


Panggilan Hikmat

Seorang murid yang dapat mengerjakan tugas dari gurunya tentu murid yang selalu memperhatikan saat gurunya mengajar. Bisa jadi ia juga giat belajar supaya menguasai materi. Tanpa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar, tugas sederhana bisa dianggap sulit. Bahkan tugas yang membangun para murid dianggap sebagai beban yang memberatkan.

Nubuat Hosea kepada umat Israel diakhiri dengan panggilan hikmat supaya orang-orang yang bijaksana mau belajar dari pengalaman: tidak meneruskan langkah yang salah. Bukankah mustahil Israel menyelamatkan diri sendiri? Mereka juga tidak dapat berharap kepada pihak lain seperti berhala dan dewa-dewi bangsa lain. Hanya Allah saja yang dapat memulihkan keadaan mereka. Guna menggugah kesadaran umat akan hal inilah Hosea menyerukan panggilan hikmat itu. Supaya Israel sadar bahwa di luar Tuhan mereka tidak ada apa-apanya dan tidak bisa bertindak apa-apa. Namun demikian Hosea tidak memaksa Israel. Ia menyerahkan kembali kepada umat Israel, biarlah mereka yang bijaksana mengerti, dan yang cerdas mempelajari. Sehingga orang baik akan hidup olehnya, sementara yang jahat akan mati olehnya.

Kiranya kita termasuk dalam golongan orang bijaksana yang mau mendengar panggilan hikmat. Biarlah nubuat Hosea yang menuding dosa Israel dalam penyembahan berhala ini menjadi pengingat bagi kita akan bahaya berpaling dari Allah. Kiranya oleh karena hikmat kita tidak hanya mengenal Allah dan jalan-Nya secara intelektual semata, melainkan juga secara praktis dalam gaya hidup. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
HIKMAT TUHAN MEMANGGIL SUPAYA
ORANG BIJAKSANA TERPELIHARA HIDUPNYA.

* * *





RENUNGAN SABTU
Bacaan: 2 PETRUS 1:3-15

Bacaan Setahun: Yohanes 9-10

Nas: Sebab, apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Tuhan kita Yesus Kristus. (2 Petrus 1:8)


Tujuh Aspek Pengenalan

Saya mengenal sepasang suami-istri dalam waktu cukup lama, sejak kami semua masih kuliah sampai hari ini, lebih dari lima belas tahun. Semula, tingkat pengenalan saya hanya sebatas profil pribadi seperti nama, asal daerah, dan jurusan perkuliahan, tetapi kini pengenalan itu sudah lebih mendalam. Ada banyak sisi dari kehidupan pasangan ini, terutama perjalanan hidup dan iman mereka dalam Kristus, yang akhirnya membuat saya menarik kesimpulan, "Mereka berbeda dengan pasutri lain yang pernah kami kenal."

Mengenal Allah juga perlu pendekatan dari banyak aspek. Hari ini kita mendapat petunjuk bagaimana pengenalan kita akan Allah dapat berhasil, yakni ketika kita tak sekadar beriman, tetapi menambahkan tujuh aspek lain, yakni kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan sesama saudara seiman, dan kasih kepada semua orang (ay. 5-7). Melalui ketujuh aspek itulah, ketika kita dapat menerapkannya secara konsisten, maka kelak pengenalan kita tak sekadar berbekal "apa kata orang", tetapi karena kita telah mengalami Dia dan menghidupi perjalanan iman secara pribadi melalui berbagai pengalaman hidup setiap hari.

Akhirnya, meskipun pengenalan kita akan Allah terbatas selama kita menumpang di dunia ini, tak ada salahnya jika kita arahkan setiap hari sebagai kesempatan untuk mengenal Allah lebih dari sebelumnya. Mari jadikan hari-hari kita sebagai kesempatan untuk dapat mengenal Allah dengan benar dan mendalam, sampai kelak kita berjumpa dengan Dia dalam kekekalan. --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
PENGENALAN AKAN ALLAH DIMULAI DI DUNIA DAN
TERUS BERLANJUT SAMPAI KITA BERJUMPA DIA DI SURGA MULIA.

* * *



MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision #multimediaJPA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 1 FEBRUARI 2026

 JADWAL SEPEKAN  MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan S...

Post Bottom Ad

Halaman