RENUNGAN EDISI 16 NOVEMBER 2025 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 15 November 2025

RENUNGAN EDISI 16 NOVEMBER 2025

 RENUNGAN HARIAN



RENUNGAN SENIN

Bacaan: ROMA 12:9-21

Bacaan Setahun: Yohanes 13-15


Nas: Janganlah dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:21)

Mengalahkan Kejahatan


Natur dosa membuat sebagian orang cenderung merespons kejahatan dengan kejahatan. Bahkan, ada yang memilih membalas kejahatan dengan tindakan yang lebih jahat lagi. Bermula dari sebuah ejekan saja cukup untuk memantik rasa tidak terima, yang kemudian berkembang menjadi sakit hati dan dendam, hingga akhirnya tega menghilangkan nyawa.


Kadang, orang berdalih bahwa mereka membalas kejahatan guna memberi pelajaran supaya pelaku kejahatan tahu rasanya diperlakukan jahat. Namun, alih-alih menuai hasil yang baik, membalas kejahatan dengan kejahatan seperti memberi umpan balik. Mereka menjadi lebih giat dalam berlaku jahat.


Ya, kejahatan sering bergantung pada reaksi negatif untuk memperoleh kekuatannya. Sebaliknya, kebaikan membuat kejahatan kehilangan kekuatannya. Ketika kejahatan direspons dengan kasih, mereka akan menjadi lemah. Kebaikan mampu mengalahkan kejahatan karena kebaikan sanggup menyentuh hati, memulihkan hubungan, dan membawa kedamaian. Merespons kejahatan dengan kebaikan juga dapat memutus siklus balas dendam. Memberikan kebaikan kepada musuh dapat melunakkan hati dan pikiran sehingga memungkinkan terjadinya pertobatan.


Tak heran jika Paulus sebagai utusan Yesus mengajar umat untuk senantiasa memiliki ketulusan kasih, termasuk memberkati musuh. Orang beriman harus memandang musuh sebagai sarana untuk membangun diri menjadi serupa dengan Kristus-yang tetap kokoh dalam kekudusan dan kasih. Sementara dendam dan pembalasan, biarlah menjadi hak Allah semata (ay. 19, bdk. Ul. 32:35). --EBL/www.renunganharian.net


* * *


KASIH YANG TULUS ADALAH SENJATA AMPUHYANG DAPAT KITA ANDALKAN UNTUK MENGHADAPI KEJAHATAN.


* * *



RENUNGAN SELASA

Bacaan: BILANGAN 21:21-30

Bacaan Setahun: Yohanes 16-18


Nas: Tetapi, Sihon tidak mengizinkan orang Israel berjalan melewati daerahnya. Bahkan, ia menghimpun seluruh tentaranya dan keluar ke padang gurun menghadapi orang Israel. Sesampainya di Yahas berperanglah ia melawan orang Israel. (Bilangan 21:23)

Salah Perhitungan


Dalam perjalanan mereka keluar dari Mesir menuju Kanaan, bangsa Israel hendak melintasi negeri orang Amori. Mereka mengirim utusan menemui sang raja, memohon izin untuk melintasi negerinya, bahkan berjanji tidak akan melakukan tindakan apa pun yang merugikan negeri itu. Namun, sang raja menolak. Ia bahkan menghimpun tentaranya dan memerangi bangsa Israel ke padang gurun. Ia mengira dirinya begitu kuat. Namun, yang terjadi ialah sebaliknya. Bangsa Israel mengalahkan mereka, serta merebut lalu menduduki negerinya. Sang raja dan rakyatnya pun binasa.


Setiap tindakan merupakan hasil dari sebuah keputusan. Adakalanya kita memutuskan sesuatu secara matang dan penuh pertimbangan, tetapi adakalanya kita melakukannya secara ceroboh atau serampangan. Memang, kita tidak selalu memiliki cukup banyak waktu untuk mempertimbangkan sesuatu, sebab kadang-kadang, keputusan harus diambil sesegera mungkin. Namun, kadang kita memutuskan sesuatu dengan sangat percaya diri, mengira diri kita mampu membereskannya, tetapi hasilnya bisa saja di luar dugaan.


Idealnya, kita senantiasa bertindak dengan hati-hati. Tidak asal melangkah. Namun, dengan memikirkan risiko yang mungkin terjadi. Baik buruk yang ditimbulkannya harus menjadi pertimbangan kita. Namun, ini bukan jadi alasan untuk bergerak lamban, atau tidak siap menanggung risiko. Melainkan kita harus belajar tanggap, berpikir cerdas, dan tentunya, mengandalkan hikmat dan tuntunan Allah. Itulah kunci yang setiap saat harus kita pegang. Prinsip inilah yang dapat mencegah kita agar tidak salah perhitungan dalam mengerjakan sesuatu. --HT/www.renunganharian.net


* * *


MEMPERTIMBANGKAN SESUATU DENGAN MATANG DAN HATI-HATIDAPAT MENGHINDARKAN KITA DARI BERBAGAI TINDAKAN YANG MEMBUAT RUGI.


* * *




RENUNGAN RABU

Bacaan: 1 RAJA-RAJA 1:1-27


Bacaan Setahun: Yohanes 19-21


Nas: Ayahnya sama sekali tidak pernah menegur dia dengan berkata, "Mengapa engkau berbuat begitu?" Lagi pula, Adonia sangat gagah perawakannya dan dialah anak pertama sesudah Absalom. (1 Raja-raja 1:6)

Tidak Pernah Menegur


Seorang kerabat sangat memanjakan anak laki-laki tunggalnya. Ia membiarkan dan sama sekali tidak pernah menegur maupun melarang anaknya melakukan apa saja yang diinginkannya. Anaknya bertumbuh menjadi anak yang boros, tidak mau belajar dan melanjutkan sekolah, hanya ingin bermain dan bersenang-senang. Sangat disayangkan, dalam usia produktif anaknya meninggal karena sakit akibat hidup tidak tertib dan sembarangan.


Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata, "Aku hendak menjadi raja." Ia menyiapkan bagi dirinya kereta-kereta dan tentara berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya; sedang Raja Daud sendiri tidak mengetahuinya. Padahal Raja Daud telah bersumpah kepada Batsyeba bahwa anak Batsyeba yang bernama Salomo yang akan menjadi raja sesudah Daud dan dialah yang akan duduk di atas takhta raja. Selama hidup Adonia, ayahnya sama sekali tidak pernah menegur dia dengan berkata, "Mengapa engkau berbuat begitu?"


Pasti tidak ada orang tua yang mengharapkan anaknya bertumbuh menjadi anak yang memberontak dan membangkang. Karena itu, didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu (Ams. 22:6) dan nasihatilah orang-orang muda, supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikan diri kita sendiri sebagai teladan dalam berbuat baik dan bersikap jujur serta bersungguh-sungguh dalam pengajaran kita (Tit. 2:6-7). --IN/www.renunganharian.net


* * *


ORANG TUA HARUS BERANI MENEGUR ANAK BILA BERBUAT HAL-HAL YANG TIDAKSESUAI KEHENDAK TUHAN AGAR ANAK TIDAK TUMBUH MENJADI PEMBANGKANG.


* * *




RENUNGAN KAMIS

Bacaan: ROMA 12:9-21


Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 1-3


Nas: Janganlah kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11)

Jangan Bermalas-malasan


Pernahkah kita merasa sulit untuk bangkit dari tempat tidur dan memulai hari? Atau merasa enggan melakukan tanggung jawab rohani seperti membaca Alkitab, berdoa, atau melayani? Dalam kehidupan sehari-hari, rasa malas sering kali datang tanpa diundang. Ia tampak nyaman di awal, tetapi pada akhirnya membawa kerugian. Kemalasan bukan saja ada dalam kehidupan jasmani kita, tetapi bisa menjangkiti kehidupan rohani juga. Kemalasan secara rohani yang dibiarkan bisa berdampak dalam relasi kita dengan Tuhan menjadi dingin, mandeknya pertumbuhan rohani dan kehilangan gairah dalam melayani.


Setelah menuliskan tentang pengajaran yang solid kepada jemaat di kota Roma dalam suratnya, maka mulai pasal 12 ini Paulus sedang mengajak mereka untuk mengerjakan apa yang mereka pahami dalam tindakan nyata di kehidupan mereka. Kemalasan bukan hanya soal fisik, tetapi juga bisa menyerang jiwa kita. Banyak orang percaya yang semangatnya padam, hidup rohaninya suam-suam kuku, dan pelayanannya mulai kehilangan gairah. Padahal, Tuhan memanggil kita untuk hidup giat, penuh semangat, dan setia dalam pelayanan. Rasul Paulus menulis dalam Roma 12:11, "Janganlah kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." Ayat ini menjadi teguran sekaligus dorongan agar kita bangkit dari kemalasan, dan kembali hidup dengan semangat yang menyala untuk Tuhan.


Hidup orang percaya tidak boleh dijalani dengan malas atau setengah hati. Hari ini, mari periksa hati kita, apakah kita sedang kendor? Apakah roh kita masih menyala dalam kasih Tuhan? Jangan biarkan kemalasan merampas panggilan kita. Bangkit, semangat, dan layanilah Tuhan dengan sukacita! --DSK/www.renunganharian.net


* * *


KEKRISTENAN YANG MALAS ADALAH KEKRISTENAN YANG MEMBOSANKAN.TIDAK ADA API, TIDAK ADA GAIRAH, HANYA RITUAL KOSONG.-A.W. TOZER


* * *



RENUNGAN JUMAT

Bacaan: ROMA 8:31-39

Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 4-6


Nas: Sebab itu, apa yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Roma 8:31)

Jika Allah di Pihak Kita


Adalah sifat alami manusia untuk mencari perlindungan. Dalam kesulitan, ketidakpastian, atau menghadapi ancaman, orang cenderung mencari tempat berlindung yang aman. Baik secara fisik, yakni tempat yang aman, secara emosional melalui dukungan orang terdekat, secara psikologis, maupun secara spiritual di dalam Tuhan.


Kepada jemaat di Roma, Paulus menegaskan bahwa tidak ada perlindungan yang lebih aman daripada berlindung kepada Tuhan. Sebab jika Allah di pihak kita maka penderitaan yang kita tanggung tidak akan pernah sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Roh yang dari Tuhan akan membantu kita dalam kelemahan kita. Yesus yang mati tetapi bangkit kembali, telah duduk di tempat paling terhormat di dekat Allah. Ia membela dan berdoa untuk kita. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Bapa ada di pihak kita. Anak di pihak kita. Roh Kudus pun di pihak kita. Kita lebih dari sekadar menang karena Dia yang mengasihi kita. Tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya.


Jika Allah di pihak kita, apalagi yang kita ragu dan takutkan? Orang percaya dijamin dengan kemenangan, pembelaan, dan kasih Allah yang kekal. Tidak ada penderitaan yang dapat menjadi pencobaan bagi orang beriman. Karena penderitaan tak mampu menutupi kasih Kristus. Penderitaan justru akan semakin mempertegas kasih Kristus kepada kita. Karena itu, tak perlu berputus asa. Jadikan penderitaan sebagai sarana bagi kita untuk semakin erat berpegang pada Tuhan, semakin bergantung hanya kepada-Nya. --EBL/www.renunganharian.net


* * *


JIKA ALLAH DI PIHAK KITA, PENDERITAAN BUKANLAH COBAAN,MELAINKAN JALAN BERKAT DAN SARANA PENGUAT IMAN.


* * *



RENUNGAN SABTU

Bacaan: 2 RAJA-RAJA 4:8-37

Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 7-8

Nas: Lalu berkatalah perempuan itu, "Apakah aku minta seorang anak laki-laki dari Tuanku? Bukankah telah kukatakan: Jangan memperdayai aku?" (2 Raja-raja 4:28)


Harapan Kosong

Pemberi harapan kosong ditujukan kepada seseorang yang berbohong dan tidak menepati janjinya. Seorang jemaat mengeluh, ia sangat lelah berulang kali teman-temannya memperdayai dengan memberi harapan kosong. Teman-temannya meminjam uang dengan alasan yang sangat mendesak dan berjanji akan mengembalikan dalam waktu dekat. Pada waktu yang dijanjikan, teman-temannya tidak pernah mengembalikan uang pinjaman.

Perempuan Sunem merasa diperdayai dan diberi harapan kosong oleh Elisa. Setiap kali Elisa lewat, perempuan ini menjamu Elisa. Ia juga membuat kamar yang diperlengkapi perabot untuk Elisa tinggal. Elisa menjanjikan tahun depan ia akan mendekap seorang anak laki-laki. Perempuan itu menjawab agar Elisa jangan berdusta kepadanya. Tahun berikutnya, perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sesuai dengan yang dikatakan Elisa. Namun, setelah anak itu besar, ia meninggal di pangkuan ibunya. Perempuan itu menemui Elisa di Gunung Karmel, lalu berkata, "Apakah aku minta seorang anak laki-laki dari Tuanku? Bukankah telah kukatakan: Jangan memperdayai aku?" (ay. 28). Perempuan itu merasa diperdayai Elisa. Ketika Elisa sampai ke rumah itu, anak itu sudah meninggal. Ia pun berdoa kepada Tuhan dan anak itu hidup kembali. Tuhan tidak pernah memperdayai dan memberi harapan kosong. Tuhan membangkitkan anak perempuan Sunem.

Sering kali terjadi pada manusia-kau yang berjanji, kau yang mengingkari. Berbeda dengan Tuhan. Tuhan tidak akan melanggar perjanjian-Nya, dan ucapan bibir-Nya tidak akan diubah (Mzm. 89:35). Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang ditetapkan-Nya bagi seribu generasi (Mzm. 105:8). Jangan pernah meragukan Tuhan apa pun kondisi kita saat ini. Tetaplah percaya, berpegang dan berharap pada janji-janji Tuhan. Dia tidak pernah ingkar janji. --IN/www.renunganharian.net

* * *
TUHAN SELALU MENEPATI JANJI-NYA.
SEMUA YANG DIFIRMANKAN-NYA PASTI AKAN DIGENAPI.

* * *




MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision #multimediaJPA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 1 FEBRUARI 2026

 JADWAL SEPEKAN  MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan S...

Post Bottom Ad

Halaman