RENUNGAN EDISI 23 NOVEMBER 2025 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 22 November 2025

RENUNGAN EDISI 23 NOVEMBER 2025

 RENUNGAN HARIAN






RENUNGAN SENIN

Bacaan: KELUARAN 2:1-10


Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 11-13


Nas: ... ia mengambil sebuah peti pandan dan merekatkannya dengan gala-gala dan tér, lalu meletakkan bayi itu di dalamnya dan menaruh peti itu di tengah-tengah gelagah di tepi Sungai Nil. (Keluaran 2:3)

Strategi yang Cerdik


Orang tua mana yang pasrah saja ketika anaknya akan direnggut dari tangan mereka? Sedapat-dapatnya mereka akan memikirkan berbagai cara untuk mempertahankan sekuat tenaga agar anak itu tetap di tangan mereka. Begitulah pada dasarnya kasih sayang orang tua terhadap anaknya.


Karena perintah Firaun, raja Mesir, agar segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani dilemparkan ke dalam Sungai Nil maka banyak dari orang Ibrani mengalami ketakutan. Satu keluarga dari suku Lewi yang mempunyai anak laki-laki sampai menyembunyikan anaknya selama tiga bulan. Ketika mereka tidak bisa lagi menyembunyikan, mereka tidak hanya pasrah saja, melainkan merencanakan dan menempatkan anaknya dalam peti yang tahan air, meletakkan di tengah-tengah gelagah di tepi Sungai Nil, dan kakak perempuan anak itu mengawasi dari jauh. Ia siap menawarkan ibu penyusu bagi anak itu bila diperlukan, yaitu ibunya sendiri. Ketika anak itu akhirnya diambil putri Firaun, yang mungkin biasa mandi di situ, anak itu disusukan pada ibu penyusu, yakni ibu kandung bayi itu sendiri, sampai ia besar, dibawa kembali kepada putri Firaun, dan ia diberi nama Musa.


Menjadi cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati adalah suatu hal yang penting di zaman yang sulit, penuh tantangan, dan jahat ini. Setiap saat kita bisa dihadapkan dalam dilema dan pilihan yang sulit di kampus, pekerjaan, masyarakat, ataupun bisnis kita. Marilah kita meminta hikmat Tuhan untuk bisa cerdik sesuai kebenaran dalam menghadapi tekanan dan masalah yang sulit sekalipun. --ANT/www.renunganharian.net


* * *


HIKMAT TUHAN MEMBUAT KITA TIDAK PASRAH DENGAN KEADAAN.


* * *




RENUNGAN SELASA

Bacaan: 2 PETRUS 1:3-15

Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 14-15


Nas: Karena itu, Saudara-saudara, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan keterpilihanmu makin teguh. Sebab, jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. (2 Petrus 1:10)

Merawat Iman


Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan petani supaya tanamannya berbuah. Mulai dari menyiapkan lahan, menyemai benih, menanam bibit, merawat tanaman dengan menyiram dan memupuk, mengontrol hama pengganggu dan lain sebagainya. Jika seorang petani hanya menanam benih tanpa merawatnya, mustahil tanamannya bertumbuh dengan baik, apalagi menghasilkan buah.


Iman kepada Tuhan pun perlu perawatan. Tidak cukup hanya mengaku sebagai murid Yesus lalu selesai. Iman sebagai dasar kehidupan Kristiani harus dijalankan dengan melakukan perbuatan baik. Memiliki pengetahuan tentang cara hidup yang bijaksana. Belajar menguasai diri. Bertahan dalam kesusahan. Berusaha untuk hidup semakin sesuai dengan kemauan Allah. Belajar mengasihi saudara seiman dan menyatakan kasih kepada semua orang dengan perbuatan. Dengan demikian, barulah iman kita bertumbuh dan terbukti bahwa kita benar-benar mengenal Yesus.


Iman bukanlah sesuatu yang statis. Iman harus bertumbuh. Dan pertumbuhan iman bukanlah sebuah otomatisasi yang dapat berjalan dengan sendirinya tanpa usaha. Iman memerlukan partisipasi aktif. Karena itu, pertumbuhan iman harus diupayakan. Pengakuan atas iman kepada Tuhan harus mendorong kita berusaha mengembangkan kualitas diri dengan citra Kristus. Benar bahwa proses ini tidaklah selalu mudah. Namun, ketika kita tidak bergerak maju, arus dunia akan menghanyutkan kita. Hanya ketika kita berusaha dengan sungguh-sungguh menjalankan iman kepada Tuhan, kita semakin diteguhkan dan dapat mencapai tujuan surgawi. --EBL/www.renunganharian.net


* * *


KESELAMATAN ADALAH PANGGILAN TUHAN, TETAPI ORANG PERCAYA HARUSMENEGUHKAN PANGGILAN DENGAN HIDUP DALAM KETAATAN.


* * *





RENUNGAN RABU

Bacaan: 1 SAMUEL 14:1-23

Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 16-17


Nas: Kekalahan pertama yang ditimbulkan Yonatan dan pembawa senjatanya menewaskan kira-kira dua puluh orang di tempat seluas setengah ladang pembajakan. (1 Samuel 14:14)

Remontada ala Yonatan


Remontada adalah istilah dalam bahasa Spanyol yang berarti pembalikan (Ing.: comeback), yang banyak digunakan dalam olahraga, khususnya sepak bola. Tim yang awalnya tertinggal, bahkan diyakini akan kalah, tetapi berhasil membalikkan keadaan lalu menjadi pemenang, maka remontada sedang terjadi di sana. Remontada menggambarkan semangat juang, pantang menyerah, sekaligus keyakinan bahwa keajaiban masih mungkin terjadi bagi tim mana pun yang menolak untuk menyerah sampai pertandingan selesai.


Jika merenungkan kisah peperangan Yonatan dan hamba pembawa senjatanya, yang dengan nekat mendatangi markas musuh hanya berdua, kita dapat melihat bahwa Allah melakukan remontada melalui mereka. Hari itu Israel baru saja dikalahkan oleh bangsa Filistin, yang berawal dari ketidaktaatan Saul. Mereka dikuasai musuh begitu rupa, sehingga tak satu pun senjata tempaan mereka miliki pada masa peperangan itu (1Sam. 13:17-22). Untunglah Yonatan sebagai putra mahkota menolak untuk menyerah. Mereka memasuki daerah musuh, lalu memerangi mereka dengan meyakini akan penyertaan Allah. Tindakan Yonatan dan hambanya itu pun mengawali perlawanan dari umat pilihan Allah itu, yang mendatangkan kegentaran di pihak musuh.


Semangat remontada memang perlu dikobarkan dalam kehidupan masa kini, di mana kesulitan dan tantangan kerap kali membuat orang berpikir untuk menyerah. Terlebih kita meyakini bahwa Allah menaungi hidup kita, maka sekecil apa pun peluang atau harapan itu, remontada dapat terjadi pula dalam kehidupan kita. Percayalah! --GHJ/www.renunganharian.net


* * *


SEMANGAT PANTANG MENYERAH PERLU DIKOBARKAN,DENGAN MEYAKINI AKAN PENYERTAAN ALLAH.


* * *





RENUNGAN KAMIS

Bacaan: YOHANES 15:1-8

Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 18-20


Nas: "Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan bahwa kamu berbuah banyak dan menunjukkan kamu adalah murid-murid-Ku." (Yohanes 15:8)

Hidup yang Berbuah


Memproduksi sendiri sepatu dan sandal dari kulit, berbekal keterampilan menjahit yang dimilikinya dan tabungan dari hasil bekerjanya, seorang ibu kemudian mengajak 25 teman sekerjanya di pabrik yang dahulu terdampak pandemi Covid-19 untuk ikut berwirausaha. Ia bahkan membantu mereka untuk mendapatkan modal melalui sistem pinjaman bersama dan menjamin bahwa cicilan mereka berjalan lancar. Produk hasil jahitannya pun semakin berkembang dan dapat menyejahterakan semuanya.


Hidup terpusat pada diri sendiri tidaklah memuliakan Tuhan. Bahkan sekalipun kita dapat merengkuh seisi dunia, hari-hari kita akan terasa kering dan tidak bermakna. Ketika kita tinggal dalam Tuhan, kita akan selalu termotivasi untuk berarti bagi-Nya dan sesama sehingga tidak ada kekosongan yang menghinggapi kita dan hidup kita pun terus menghasilkan buah. Hendaknya kita menyadari bahwa hidup kita bukanlah untuk pengejaran ambisi pribadi kita semata-mata, melainkan kita yang menemukan peran kita di dunia ini dengan mendekat kepada-Nya, akan fokus untuk berkarya bagi Tuhan dengan kemampuan terbaik yang kita miliki.


Apakah kita telah menyerahkan segenap hidup kita ke dalam tangan Tuhan sehingga melalui diri kita, Dia dapat bekerja dengan luar biasa untuk menjadikan dunia lebih baik? Sadarilah bahwa keegoisan kita tidak akan dapat memuaskan jiwa kita. Hanya dengan senantiasa berjalan bersama Tuhan saja hidup kita akan menjadi penuh arti. --KSD/www.renunganharian.net


* * *


HIDUP YANG KITA SERAHKAN KEPADA TUHAN AKAN SENANTIASA BERBUAHSEHINGGA HARI-HARI KITA TIDAK AKAN HAMPA SERTA PENUHDENGAN SUKACITA DAN DAMAI SEJAHTERA.


* * *




RENUNGAN JUMAT

Bacaan: MATIUS 18:21-35

Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 21-23


Nas: "Demikian juga yang akan diperbuat oleh Bapa-Ku yang di surga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." (Matius 18:35)

Mengampuni Memberikan Kelegaan


Yesus mengajarkan para murid-Nya supaya mereka tidak hanya memberi pengampunan sebanyak 7 kali, tetapi sebanyak 70 kali 7 kali. Yesus tahu bahwa bagi manusia, memberi pengampunan merupakan hal yang berat. Maka sesungguhnya Yesus bukan hendak menekankan perihal jumlah, tetapi apa yang menjadi dasar dari pengampunan. Pengampunan menjadi hal yang berat dilakukan apabila manusia mengejar kepuasan, di mana pengampunan baru diberikan setelah puas membalas dendam. Sebaliknya, pengampunan bisa menjadi hal yang mudah apabila yang diharapkan adalah kelegaan dalam hatinya.


Yesus menegaskan pengajaran-Nya dengan memberi perumpamaan tentang seorang tuan yang mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya, di mana pada akhirnya sang tuan menghukum hambanya karena tidak mengampuni kawannya sementara ia sendiri sudah diampuni. Yesus mengatakan bahwa Bapa di surga akan berbuat demikian juga terhadap kamu apabila kamu tidak mengampuni saudaramu. Dengan menggambarkan Bapa di surga sebagai sang tuan, Yesus menunjukkan bahwa sesungguhnya hal mengadili dan memberikan hukuman adalah hak Sang Bapa, bukan hak manusia. Bagian manusia adalah memberikan pengampunan, sebagaimana manusia telah diampuni oleh Sang Bapa.


Terhadap setiap perlakuan buruk orang lain, Yesus mengajak kita untuk mengingat bahwa kita telah diampuni oleh-Nya. Maka marilah kita belajar merelakan luka dengan memberikan pengampunan, dan menyerahkan bagian penghakiman kepada Allah sehingga hati kita dilegakan dengan damai sejahtera. --ZDP/www.renunganharian.net


* * *


PENGADILAN DAN PENGHUKUMAN ADALAH HAK ALLAH.BAGIAN MANUSIA ADALAH MEMBERIKAN PENGAMPUNAN,SEBAB ALLAH PUN TELAH MENGAMPUNI MANUSIA.


* * *




RENUNGAN SABTU

Bacaan: KELUARAN 23:1-9

Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 24-26

Nas: "Jangan menerima suap, sebab suap membutakan pandangan yang jernih dan memutarbalikkan perkara orang yang benar." (Keluaran 23:8)


Buta meski Melihat

Praktik suap menyuap tak lagi terdengar asing di telinga kita. Sebuah perkara yang sulit pun akan menjadi mudah dengan suap. Sebuah fakta pun bisa diputarbalikkan dengan suap. Karena suap, seorang yang tak bersalah akhirnya menanggung hukuman. Sungguh perilaku yang sangat merugikan, bukan? Praktik suap menyuap rupanya juga terjadi dalam hidup umat Israel.

Dalam mengatur kehidupan dan tanggung jawab sosial orang Israel, masalah suap juga ditulis menjadi sebuah peraturan. Suap adalah uang atau barang yang diberikan di luar aturan resmi untuk mencapai tujuan tertentu. Allah jelas menyatakan bahwa suap berbahaya karena "membutakan pandangan yang jernih dan memutarbalikkan perkara orang yang benar" (ay. 8). Suap merupakan praktik ketidakadilan karena ada orang yang diuntungkan secara tidak benar dan di dalamnya sering terjadi penipuan dan dusta. Penerima suap memperkaya diri sendiri dengan mengabaikan keadilan dan hukum. Allah melarang suap dalam kehidupan sosial orang Israel untuk membangun kehidupan bersama yang adil dan rukun serta untuk menerapkan peraturan-peraturan yang ditetapkan Allah sendiri.

Suap, dalam bentuk apa pun, jelas tidak dikenan Allah. Mari mengingat bahwa saat ini kita hidup di waktu di mana praktik suap menyuap dianggap sebagai hal yang wajar. Tidak sedikit orang telah dibutakan demi keuntungan pribadi dan tidak lagi peduli dengan sesamanya. Sebagai umat tebusan-Nya, Allah menghendaki kita untuk menolak setiap praktik yang merugikan orang lain. Kiranya firman-Nya selalu menerangi hati kita terhadap setiap praktik yang membutakan hati. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
PRAKTIK SUAP ITU TIDAK MEMULIAKAN ALLAH,
ITU MENGHINA ALLAH.

* * *






MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision #multimediaJPA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 1 FEBRUARI 2026

 JADWAL SEPEKAN  MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan S...

Post Bottom Ad

Halaman