RENUNGAN EDISI 12 OKTOBER 2025 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 11 Oktober 2025

RENUNGAN EDISI 12 OKTOBER 2025

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN
Bacaan: RUT 1

Bacaan Setahun: Matius 11-12

Nas: Kemudian ia berkemas bersama kedua menantunya dan pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan umat-Nya dan memberi mereka makanan. (Rut 1:6)


Mengendalikan Diri

Siap tidak siap harus siap, itulah sikap hidup yang harus dibangun dalam hidup. Sebab hidup layaknya sebuah misteri, yang dapat memberikan berbagai kejutan. Segala sesuatu dapat terjadi, baik yang direncanakan maupun tidak. Oleh karenanya, kita diajak untuk dapat selalu siap menghadapi, sekalipun dengan terpaksa karena ketidaksiapan.

Beratnya hidup dijalani oleh Naomi. Ia dan Elimelekh memutuskan pindah ke Moab dengan harapan untuk menyambung hidup karena terjadi bencana kelaparan di Israel. Namun, kepindahan yang semula direncanakan untuk menyambung hidup justru berbalik menjadi kemalangan, sebab berkali-kali Naomi diperhadapkan dengan kepahitan dan penuh dengan ketidaksiapan. Diawali dari kematian Elimelekh, kemudian dilanjutkan dengan kematian kedua anak laki-lakinya. Namun, bukannya memilih larut dalam keputusasaan, Naomi memilih membangun kesiapan diri. Ia memutuskan pulang ke Israel, dan mempersilakan kedua menantunya pulang ke rumah masing-masing. Ia tahu bahwa apa pun dapat terjadi dalam hidup maka satu-satunya yang harus ia kendalikan adalah dirinya sendiri. Untuk itu, ia memilih untuk mengendalikan dirinya, mempersiapkan dan menata diri untuk mengambil keputusan hidup, sembari meyakini bahwa Allah tidak tinggal diam atasnya.

Berbagai hal dapat terjadi dalam hidup, di mana banyak hal tidak dapat kita kendalikan. Maka marilah kita belajar untuk dapat mengendalikan diri, selalu membangun kesiapan menghadapi apa pun, sembari tetap meyakini bahwa Allah menyertai kita. --ZDP/www.renunganharian.net

* * *
SATU-SATUNYA HAL YANG SELALU DAPAT KITA KENDALIKAN ADALAH DIRI KITA SENDIRI.
JANGAN KEHILANGAN DIRI KITA SENDIRI, SEBAB ALLAH MENYERTAI KITA.

* * *





RENUNGAN SELASA
Bacaan: OBAJA 1:1-16

Bacaan Setahun: Matius 13-14

Nas: "Jangan memandang rendah saudaramu pada hari kemalangannya, jangan bersukacita atas orang Yehuda pada hari kebinasaannya, jangan membual pada hari kesesakannya." (Obaja 1:12)


Sringkil

Ketika negeri Yehuda dijarah, orang Edom tidak terlibat. Namun, mereka bersikap begitu negatif hingga Obaja menyebut mereka sama jahat dengan para penjarah (ay. 11). Mereka tak tergerak menolong, hanya "berdiri di kejauhan" (ay. 11), meninggikan diri, mengejek, bahkan bersukacita bahwa Yehuda ditimpa petaka (ay. 12).

Betapa buruk sikap orang Edom itu. Sringkil, kata orang Jawa. Apa itu? Tak suka melihat orang lain senang, tak senang melihat sesama berbahagia, tak mau orang lain mengalami hal baik, kecewa jika sesama berhasil, benci melihat sesama saling mengasihi, tetapi gembira melihat sesama dalam kesulitan, berbahagia atas kemalangan orang lain, bersukacita melihat sesama diimpit derita. Sebab itu, Tuhan mengingatkan, "Jangan memandang rendah saudaramu pada hari kemalangannya, jangan bersukacita atas orang Yehuda pada hari kebinasaannya, jangan membual pada hari kesesakannya" (ay. 12). Tuhan menegur Edom, "Jangan sringkil."

Tiap orang-juga kita semua-bisa dijangkiti sikap sringkil. Jika prasangka, dendam, iri hati, kebencian, dsb. kita biarkan menguasai hati, sikap sringkil mudah berkecambah dan merajalela.

Tuhan mengingatkan, "Jangan sringkil." Tak hanya karena sringkil itu jahat dan merusak, tetapi juga karena Tuhan tahu bahwa pada akhirnya kita sendirilah yang memutuskan apakah kita akan membiarkan dendam, prasangka, dsb. menguasai hati melahirkan sikap sringkil, atau-dengan pertolongan Tuhan-kita memerangi hal-hal negatif itu dan menggantinya dengan cinta kasih. --EE/www.renunganharian.net

* * *
JANGANLAH DIKALAHKAN OLEH KEJAHATAN,
TETAPI KALAHKANLAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN!-ROMA 12:21

* * *





RENUNGAN RABU
Bacaan: KEJADIAN 29:31-30:24

Bacaan Setahun: Matius 15-17

Nas: Ketika Tuhan melihat bahwa Lea tidak dicintai, Ia membuka rahimnya, sedangkan Rahel mandul. (Kejadian 29:31)


Saat Tidak Dicintai

Lea anak Laban adalah pribadi yang malang hidupnya. Karena secara paras dia kalah dibandingkan Rahel (Kej. 29:17). Yakub sangat mencintai Rahel, sehingga dia rela bekerja gratis untuk Laban selama 14 tahun demi mendapatkan Rahel. Lea memang menjadi istri Yakub karena tipu daya Laban, tapi sesungguhnya Yakub tidak pernah mencintainya.

Tuhan memperhatikan kesusahan Lea yang tidak dicintai Yakub dengan membuatnya bisa mengandung dan melahirkan enam anak laki-laki dan satu anak perempuan. Perhatikan ucapan Lea setiap kali melahirkan anak, Lea mengucap syukur kepada Tuhan. Tuhan melihat sengsaranya (ay. 32), Tuhan mendengar bahwa dia tidak dicintai (ay. 33), sekali ini suamiku akan lebih terpaut kepadaku (ay. 34), sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan (ay. 35), Allah telah memberikan upahku (ay. 18), Allah telah memberikan hadiah yang indah kepadaku (ay. 20). Bagaimana dengan Rahel? Tuhan juga mengasihi Rahel, dengan membuka kandungannya sehingga dia melahirkan anak bernama Yusuf (ay. 22-24), dan di kisah lain dia melahirkan Benyamin (Kej. 35:18). Alkitab mencatat secara rinci kelahiran anak-anak Yakub, untuk menunjukkan bahwa Dia selalu memperhatikan hidup kita.

Kita tidak bisa menolak kalau seseorang tidak mau mencintai kita, kita tidak bisa menolak kalau lahir dengan paras kurang cantik atau ada kekurangan fisik tertentu. Merenungkan kisah Lea, Tuhan membuktikan bahwa Dia mencintai kita dengan cara-Nya, setiap orang memiliki berkatnya sendiri. Marilah kita selalu bersyukur karena Tuhan selalu mencintai kita dan kesusahan yang disikapi dengan rasa syukur akan mendatangkan berkat. --RTG/www.renunganharian.net

* * *
SEKALIPUN ORANG TERDEKAT TIDAK MAU MENCINTAI KITA,
TUHAN SELALU MENCINTAI KITA.

* * *





RENUNGAN KAMIS
Bacaan: KELUARAN 18

Bacaan Setahun: Matius 18-19

Nas: Lalu Yitro berkata, "Terpujilah Tuhan yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan tangan Firaun. Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir!" (Keluaran 18:10)


Mertua dan Menantu

Sebagai mertua, Yitro menunjukkan peran baik yang tidak kecil dalam kehidupan Musa yang adalah menantunya sekaligus pemimpin Israel. Hubungan mereka, antara mertua dan menantu, ternyata berjalan cukup harmonis. Perbuatan tangan Tuhan yang ajaib dalam perjalanan bangsa Israel nyatanya membuat Yitro mengakui Tuhan sebagai Allah yang patut disembah. Dan sebagai seorang menantu, Musa pun tetap menaruh hormat kepadanya.

Yitro, ketika mendengar segala perbuatan yang dilakukan Tuhan kepada bangsa Israel, tanpa ragu berkata, "Sekarang aku tahu bahwa Tuhan lebih besar dari segala ilah." Dan peran Yitro yang begitu penting bagi kehidupan Musa adalah saat ia memberikan nasihat-nasihatnya kepada Musa untuk menangani masalah orang-orang Israel. Yitro adalah mertua yang peka, baik hati, dan memberi nasihat penting kepada Musa. Allah mengizinkan Musa bertemu Yitro, menjadi menantunya, dan tinggal selama 40 tahun di Midian sebagai gembala domba karena Allah hendak memakai dan membentuk Musa melalui orang-orang dekatnya.

Bukan menjadi rahasia umum jika hubungan mertua dan menantu itu sering kali disebut sebagai sebuah hubungan yang kurang harmonis. Apalagi jika kita memiliki mertua yang belum mengenal Allah! Namun, kisah Yitro dan Musa mengajar kita bahwa Allah dapat memakai orang terdekat kita untuk menolong kita. Sikap saling menghormati dan kerelaan mendengarkan nasihat penting untuk membangun hubungan. Sebaliknya, merasa diri lebih pengalaman dan lebih pintar akan menghambat, bahkan menghancurkan hubungan. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
MELALUI KEHIDUPAN SEORANG MERTUA, TUHAN SEDANG MEMBENTUK
DAN MENOLONG HIDUP KITA. KARENA ITU, HORMATILAH KEHADIRANNYA.

* * *





RENUNGAN JUMAT
Bacaan: FILEMON 1:8-22

Bacaan Setahun: Matius 20-21

Nas: Kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku. (Filemon 1:18)


Onesimus dan Kita

Dalam suratnya yang ditujukan kepada Filemon, Paulus meminta kesediaannya untuk menerima seseorang layaknya menerima dirinya sendiri (ay. 17). Seseorang yang dimaksud ialah Onesimus, budak yang melarikan diri setelah mendatangkan kerugian kepadanya. Jika Filemon masih menyayangkan besarnya kerugian itu, ia boleh menanggungkan semuanya kepada Paulus (ay. 18).

Terbayang banyak orang pada saat itu heran melihat bagaimana Paulus membela seorang budak. Faktanya, terlebih jauh tindakan Allah bagi kita, seonggok debu berlumur dosa! Dia merancangkan sebuah karya penebusan yang melibatkan Yesus, Putra-Nya yang tunggal (Yoh. 3:16). Di dalam karya tersebut ditetapkan bahwa Yesus mati di kayu salib. Dia harus menanggung beratnya kesakitan dari tergantung di atas kayu yang kasar, dengan kedua tangan dan kaki-Nya terpaku. Ditambah sebelumnya, Dia dicambuk, ditampar, dan dipermalukan (Yoh. 19:1-3). Pula Dia dipaksa berjalan cukup jauh menuju tempat penyaliban dengan di pundak-Nya memanggul salib (Yoh. 19:17). Seluruh dunia terkesima, tidak mampu mengucap sepatah kata.

Oleh Paulus, Onesimus dipuji sebagai sosok yang sangat berguna (ay. 11). Selama dirinya berada dalam penjara, Onesimuslah yang melayaninya (ay. 13). Hal ini membuktikan bahwa Onesimus telah paham betapa beruntungnya dirinya menerima kebaikan Paulus. Jauh lebih beruntung diri kita oleh limpahnya anugerah Allah. Nah, tidakkah kita rindu menjadi sosok yang sangat berguna bagi Kerajaan Allah? Tidakkah kita bersemangat menunjukkan kasih terhadap sesama dan menjangkau jiwa-jiwa? --LIN/www.renunganharian.net

* * *
KEBERUNTUNGAN YANG TERAMAT BESAR TELAH KITA TERIMA KARENA ALLAH
BERSEDIA MENYATAKAN KASIH-NYA KEPADA KITA.

* * *






RENUNGAN SABTU
Bacaan: 1 SAMUEL 1

Bacaan Setahun: Matius 22-23

Nas: Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya, "Hana, mengapa engkau menangis? Mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?" (1 Samuel 1:8)


Tak Seorang pun Mengerti

Sungguh menyesakkan rasanya ketika kita sedih, tidak seorang pun memahami kesedihan kita. Bahkan adakalanya orang justru mengajak kita bercanda. Seolah dengan bercanda, kesedihan kita akan sirna dengan cepat. Namun, bagi kita candaan bisa terdengar seperti olok-olok. Lebih menyakitkan lagi, bila orang terdekat kita pun tidak memahami persoalan kita. Apalagi bila kita merasa pasangan kita justru mendukung pihak lawan.

Apa yang dialami Hana juga tidak dipahami oleh Elkana. Ketika Hana mengalami depresi, Elkana berusaha menghiburnya. Elkana bermaksud mendorong Hana untuk tidak menangis dan bersedih. Namun, Elkana tidak benar-benar memahami tekanan besar yang Hana alami dari istri Elkana yang lain, yakni Penina. Maklum, tidak memiliki anak laki-laki saat itu merupakan aib. Elkana bahkan dengan ringan berkata, "Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?" Hana lebih tertekan lagi ketika ia berdoa menumpahkan segala keluh kesahnya kepada Tuhan, Imam Eli malah menyangkanya sedang mabuk.

Hana menyatakan kesedihan kepada pribadi yang tepat, yakni Tuhan. Tuhan menjawab doa Hana dengan membuka kandungannya. Hana kemudian melahirkan Samuel. Jadi, ketika kita mengalami kesusahan yang tak dimengerti oleh seorang pun, datang saja kepada Tuhan. Kalaupun Tuhan tidak segera menolong, ataupun tidak memenuhi permohonan kita, Tuhan niscaya memberi penghiburan dan kekuatan ekstra kepada kita untuk menghadapi persoalan kita. --HEM/www.renunganharian.net

* * *
KETIKA TAK SEORANG PUN MENGERTI KESEDIHAN KITA,
DATANGLAH KEPADA TUHAN YANG PASTI MEMAHAMI KITA.

* * *






MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision #multimediaJPA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 1 FEBRUARI 2026

 JADWAL SEPEKAN  MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan S...

Post Bottom Ad

Halaman