RENUNGAN EDISI 26 APRIL 2026 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 25 April 2026

RENUNGAN EDISI 26 APRIL 2026

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN

Bacaan: KISAH PARA RASUL 1:1-5

Bacaan Setahun: 1 Raja-raja 21-22

Nas: Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab, selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (Kis. Pr. Rasul 1:3)


Kelas Intensif

Para murid telah mengikuti Yesus selama lebih dari tiga tahun. Mereka mendengarkan pengajaran-Nya. Menyaksikan berbagai mukjizat-Nya. Mengamati bagaimana Dia memperlakukan orang lain. Adakalanya mereka terpukau dan mengagumi Yesus. Namun, terkadang mereka salah paham, bahkan sama sekali tidak mengerti apa yang Dia maksudkan. Ketika Yesus mengalami penyiksaan keji hingga mati di kayu salib, murid-murid-Nya sangat terguncang. Mereka dilanda ketakutan, kesedihan, dan kebingungan. Tiga hari kemudian, mereka kembali mengalami peristiwa yang tak kalah mengejutkannya. Batu kubur Yesus terguling, mayat-Nya hilang, desas-desus dan spekulasi bermunculan.

Dalam situasi itulah Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid. Berulang kali. Dalam pelbagai cara. Yesus meyakinkan mereka bahwa Dia sungguh hidup. Dia telah bangkit dan mengalahkan maut. Selama 40 hari, Dia menampakkan diri-Nya kepada para murid. Dia mengajar mereka, memberikan kelas intensif untuk menolong mereka memahami apa yang sebenarnya telah Dia ajarkan sebelumnya. Tindakan Kristus ini menunjukkan kesabaran-Nya kepada para murid yang lamban berpikir, sukar percaya, dan lambat memahami.

Mereka pun akhirnya memahami tujuan penderitaan serta kebangkitan Kristus, yaitu untuk penyelamatan manusia berdosa. Itulah yang mereka beritakan dengan berani setelah Roh Kudus turun ke atas mereka. Mereka menjadi saksi mata yang mengalami sendiri apa yang mereka beritakan. Mereka pun menjadi saksi yang giat, berani dan berdiri teguh dalam imannya, hingga akhir hidup mereka. Kiranya kita juga telah memahaminya dengan baik sehingga kita pun dapat menjadi saksi kebangkitan-Nya. --HT/www.renunganharian.net

* * *
KRISTUS YANG BANGKIT MEMBERI JAMINAN KESELAMATAN DAN
KEMENANGAN, ITULAH KEBENARAN YANG HARUS TERUS KITA BERITAKAN.

* * *





RENUNGAN SELASA

Bacaan: MAZMUR 39

Bacaan Setahun: 2 Raja-raja 1-3

Nas: "Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku ini pendatang yang tinggal bersama-Mu, warga asing seperti semua nenek moyangku." (Mazmur 39:13)


Menyikapi Kefanaan Hidup

Bangsa Israel Kuno memahami hidup manusia seperti sebuah perjalanan singkat. Hidup laksana embun pagi yang cepat lenyap; atau, bayangan yang sebentar saja tampak, lalu menghilang. Terkait dengan pemahaman tersebut, dengan jujur Daud menuliskan keluh kesahnya. Ia memakai ungkapan tentang "orang asing" dan "pendatang". Baginya, hidup ini bukan rumah abadi, melainkan persinggahan sejenak. Ia paham, hidup ini fana, rapuh, dan penuh kesementaraan.

Namun, Daud tidak berhenti pada keluh kesah. Ia datang kepada Allah dalam doa. Sehingga, ia beroleh pencerahan: kefanaan hidup justru mengingatkannya bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi tujuan akhir. Ia pun menjadi paham bahwa ia tidak bisa menggantungkan harapannya pada dunia yang sementara, melainkan hanya pada Allah yang kekal. Inilah titik balik rohani-dari rasa hampa menuju penyerahan diri pada kasih dan kedaulatan Tuhan.

Pengalaman iman Daud menolong kita untuk menyadari bahwa kefanaan hidup bukan alasan untuk berputus asa. Itu justru undangan untuk hidup lebih bijak dan bersandar pada Tuhan. Dunia menawarkan banyak hal yang memesona dan memikat hati: kesuksesan, harta, kesenangan, dan popularitas. Namun, hanya hal yang dikerjakan dalam Tuhan saja yang mampu bertahan.

Benar, hidup ini fana dan sementara. Justru karena itu, hendaknya kita menggunakan waktu dengan baik. Teruslah menaruh pengharapan hanya pada Allah. Lalu, berusahalah agar setiap langkah kita menjadi jejak yang bermakna. Bukan hanya bermakna bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita yang fana ini, memiliki nilai kekekalan. --SAP/www.renunganharian.net

* * *
HIDUP TERLALU SINGKAT, DUNIA TERLALU LUAS, DAN KASIH TUHAN TERLALU
BESAR UNTUK DIJALANI DENGAN CARA BIASA.-CHISTINE CAINE

* * *






RENUNGAN RABU

Bacaan: MAZMUR 126

Bacaan Setahun: 2 Raja-raja 4-5

Nas: Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi. (Mazmur 126:1)


Ketika Pemulihan Terjadi

Pemulihan. Siapa yang tak ingin mengalami hal ini, setidaknya dalam satu bidang kehidupan yang sekian lama dipergumulkan? Saya pernah begitu frustrasi dengan kondisi ekonomi keluarga kami yang sangat kekurangan, sampai membeli minyak tanah untuk kompor di dapur pun harus berutang! Saya ingat pagi itu saya menangis, sampai tak bisa lagi bersuara, lalu memohon agar Tuhan pulihkan kondisi ekonomi keluarga kami. Puji Tuhan, sejak malam itu secara perlahan tapi pasti, Tuhan mulai memberkati keuangan keluarga kami.

Pemulihan yang Allah lakukan dalam kehidupan umat-Nya bukanlah perkara yang bisa dianggap biasa, seperti gambaran Pemazmur bahwa situasinya seperti orang yang bermimpi. Gambaran lainnya, seperti orang yang menabur benih dengan menangis, lalu tiba waktunya ia akan menuai dengan sorak-sorai (ay. 6). Seperti itulah ketika Allah sudah bekerja, menurut waktu dan kehendak-Nya, lalu diizinkan-Nya pemulihan itu terjadi dalam hidup kita. Bukankah Alkitab juga dipenuhi oleh kisah-kisah pemulihan Allah yang luar biasa dalam kehidupan umat-Nya, yang dapat membangkitkan iman dan pengharapan kita?

Mungkin hari ini kita sedang mengalami pergumulan berat. Kita mungkin sudah lama menantikan pertolongan, bahkan mukjizat dari Tuhan. Mari tetap arahkan pengharapan kita kepada Allah. Peganglah teguh kebenaran firman-Nya dan jangan biarkan Iblis melemahkan fokus dan iman kita. Asalkan Ia berkehendak maka cepat atau lambat pertolongan, bahkan pemulihan dari Allah akan dinyatakan dalam kehidupan kita. --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
KETIKA ALLAH MEMULIHKAN, KITA HANYA
DAPAT MENGAGUMI KARYA-NYA DAN MEMULIAKAN DIA.

* * *





RENUNGAN KAMIS


Bacaan: YOHANES 14:4-7

Bacaan Setahun: 2 Raja-raja 6-8

Nas: Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)


Berhenti Menjadi Jalan

Penyair Antonio Porchia berkata, "Before I travelled my road, I was my road." Sebelum aku tempuh jalanku, aku sendirilah jalan itu. Itu bukan kata-kata biasa. Itu ungkapan sarat penyesalan atas kesombongan yang selama ini merajai hati.

Ada saat ketika kita begitu yakin akan pikiran kita sendiri: merasa tahu arah hidup, tahu mana yang benar, merasa diri pemilik kebenaran. Namun, ketika perjalanan kita tempuh dan kita terbanting-banting di sana, kita sadar bahwa hidup tidak tunduk pada peta yang kita buat bahwa jalan yang kita kira kita kuasai ternyata begitu luas, begitu dalam, begitu misterius melampaui angan kita.

Tuhan bersabda, "Akulah jalan."

Tuhan tidak berkata, "Mari, Aku tunjukkan jalanmu, " tetapi, "Akulah jalan." Dia bukan sekadar penunjuk arah. Dialah Sang Jalan itu. Maka, berjalan dalam iman bukanlah usaha untuk menegakkan kebenaran kita, melainkan memberikan diri dibimbing oleh-Nya, juga meski arah-Nya tak selalu kita mengerti.

Sebelum menempuh perjalanan, kita sering merasa tahu segalanya. Namun, ketika perjalanan kita tempuh-ketika luka, kehilangan, dan keheningan menjadi guru-kita belajar bahwa kebijaksanaan lahir dari kerendahhatian bahwa berjalan bersama Kristus berarti menyerahkan gagasan tentang "jalanku" kepada Dia, Sang Jalan itu sendiri.

Maka, doa kita semestinya bukan, "Tuhan, tunjukkan aku jalanku, " melainkan, "Bawalah aku di jalan-Mu." Ketika kita berhenti menjadi jalan kita sendiri dan berjalan dalam tuntunan kasih-Nya, ketika itulah kita menemukan damai. --EE/www.renunganharian.net

* * *
BERJALAN BERSAMA KRISTUS BERARTI MENYERAHKAN GAGASAN
TENTANG "JALANKU" KEPADA DIA, SANG JALAN ITU SENDIRI.

* * *






RENUNGAN JUMAT


Bacaan: KELUARAN 17:1-7

Bacaan Setahun: 2 Raja-raja 9-11

Nas: Di sana bangsa itu haus akan air. Bangsa itu bersungut-sungut kepada Musa dan berkata, "Mengapa engkau memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami, anak-anak kami dan ternak kami mati kehausan?" (Keluaran 17:3)


Beriman dengan Kesadaran

Bangsa Israel segera bersungut-sungut kepada Tuhan saat kehausan di Rafidim. Mereka juga menyalahkan Musa yang membawa mereka keluar dari Mesir. Sekalipun telah melihat banyak mukjizat dari Tuhan, mereka tetap meragukan penyertaan Tuhan ketika dihadapkan dengan situasi sulit. Mereka bahkan dengan berani mencobai Tuhan dengan mengatakan, "Apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita atau tidak?" (ay. 7).

Sikap bangsa Israel menunjukkan dengan jelas bahwa iman mereka bukan saja belum matang, melainkan juga belum berakar. Mereka percaya kepada Tuhan saat dimudahkan, tetapi segera pudar saat kesulitan. Iman mereka cenderung bergantung pada situasi dan mudah goyah, sekalipun bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan sendiri.

Keselamatan di dalam Kristus adalah anugerah, kemurahan kasih karunia Allah. Namun, ada bagian yang harus dilakukan umat sebagai respons. Bagaimanapun, iman sejati hanya lahir dari kesadaran akan kebesaran kasih Allah. Ada kesediaan untuk mendengar dan memahami firman Tuhan. Kita tidak dapat mengaku beriman jika hanya sekadar mewarisi atau karena tradisi. Iman harus tumbuh karena firman Tuhan membuka hati dan pikiran sehingga kita mengenal kebenaran-Nya dan memilih untuk memercayai secara pribadi. Tentu saja hal ini tidak lepas dari pekerjaan Roh Kudus. Selanjutnya, harus ada kesadaran akan dosa dan kebutuhan akan keselamatan yang mendorong untuk bertobat serta menyerahkan hidup kepada Tuhan. Ada hati yang mau diubahkan, bukan sekadar terlibat dalam ritus keagamaan. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
IMAN SEJATI BUKAN SEKADAR WARISAN, MELAINKAN PILIHAN SADAR YANG
LAHIR DARI PENCARIAN, PEMAHAMAN, DAN KEYAKINAN YANG MENDALAM.

* * *







RENUNGAN SABTU

Bacaan: 2 TAWARIKH 33:1-20

Bacaan Setahun: 2 Raja-raja 12-14

Nas: Dalam keadaan terdesak, ia berusaha melunakkan hati Tuhan, Allahnya. Ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya. (2 Tawarikh 33:12)


Amat Jahat Dapat Bertobat

Ada orang mendapat predikat "jahat". Maksudnya, orang itu telah melakukan tindakan yang buruk. Mungkin ia menghina, memfitnah, atau menipu sesamanya. Lalu, ada juga orang mendapat predikat "amat jahat". "Amat" menunjukkan tingkat keburukan yang lebih besar. Mungkin ia memperdaya, menganiaya, atau membunuh sesamanya. Orang jahat dijauhi, apalagi orang yang amat jahat.

Rakyat Yehuda seakan mengalami masa kegelapan pada masa pemerintahan Raja Manasye. Manasye melakukan tindakan yang buruk, yakni memuja patung berhala (ay. 3). Tidak cukup sampai di situ, ia melakukan ramal, nujum, dan sihir. Pula ia menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal, bahkan mempersembahkan anak-anaknya sebagai kurban bakaran (ay. 6). Semuanya itu membuat sakit hati Tuhan. Manasye boleh dikelompokkan sebagai raja yang amat jahat. Kisah Manasye termuat dalam kitab 2 Raja-raja dan 2 Tawarikh. Syukurlah dari salah satu kitab itu kita menemukan akhir melegakan! Manasye, raja Yehuda, bertobat. Dalam situasi terdesak karena diserang oleh raja Asyur, ia merendahkan diri di hadapan Tuhan (ay. 12). Manasye mengakui bahwa Tuhan itu Allah (ay. 13).

Kisah Manasye mengumandangkan harapan akan adanya akhir melegakan dari seorang manusia yang bobrok kelakuannya. Orang yang amat jahat dapat bertobat. Mungkin ada dari orang-orang yang kita kasihi yang berbuat amat jahat. Jangan berputus asa karena mereka masih dapat berubah. Mungkin kita sendiri telah berbuat amat jahat. Jangan tawar hati karena masih ada kesempatan bagi kita untuk berbenah. Jangan pernah menyerah memberitakan Injil kepada orang-orang yang amat jahat karena mereka masih dapat diselamatkan. --LIN/www.renunganharian.net

* * *
BAGI ORANG-ORANG YANG AMAT JAHAT, MASIH ADA PENGHARAPAN AKAN
PERTOBATAN SELAMA NAPAS HIDUP MASIH BEREMBUS.

* * *








MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2026 : "Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang " | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2026 #DalamTerangmukamimelihatterang #JPAVision #multimediaJPA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 26 APRIL 2026

 JADWAL SEPEKAN MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Su...

Post Bottom Ad

Halaman