RENUNGAN EDISI 19 APRIL 2026 - JPA CHANNEL

JPA CHANNEL

JPA VISION 2026 " Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang "

MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

Breaking News


Cari Blog Ini

Sabtu, 18 April 2026

RENUNGAN EDISI 19 APRIL 2026

 RENUNGAN HARIAN 




RENUNGAN SENIN

Bacaan: YOHANES 12:12-19

Bacaan Setahun: 1 Raja-raja 3-5


Nas: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!" (Yohanes 12:13)

Gagal Paham


Saat ini popularitas menjadi syarat yang dapat memudahkan seseorang dipilih menjadi pemimpin, apalagi jika orang itu terkenal dalam hal yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Maka tidak jarang orang yang berambisi menjadi pemimpin biasanya memanfaatkan orang-orang terkenal untuk mendukungnya agar popularitasnya semakin meningkat.


Yesus sudah sangat dikenal di antara orang-orang Yahudi karena pengajaran-Nya maupun mukjizat-Nya dalam menyembuhkan banyak orang, mengusir roh jahat, dan yang paling hangat adalah Dia baru saja membangkitkan Lazarus dari kematian. Hal itu menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut dan menjadi pembicaraan hangat di antara orang-orang Yahudi.


Ketika mereka mendengar bahwa Yesus akan masuk ke Yerusalem, popularitas-Nya mendorong mereka untuk menyongsong dengan harapan bahwa Yesus adalah Mesias menurut pemahaman orang Yahudi yang akan menjadi raja Israel secara politik dan membebaskan mereka dari penjajahan Roma. Padahal yang dimaksudkan Yesus sebagai Mesias adalah raja dari kerajaan kekal yang rohani, yang membebaskan manusia dari kuasa dosa. Kegagalan pemahaman merekalah yang akhirnya membuat harapan mereka tidak terpenuhi dan akhirnya justru mereka berbalik menentang Yesus.


Siapa Yesus bagi kita? Apakah kita telah benar memahami bahwa Dia adalah Tuhan yang kekal dan Juru Selamat yang membebaskan kita dari dosa? Ataukah kita hanya memahami Dia sebatas Pembebas dari segala kesulitan dan masalah selama kita hidup? Marilah mengenal Dia lebih dalam sehingga kita dapat menikmati anugerah-Nya yang kekal sepanjang hidup kita. --ANT/www.renunganharian.net


* * *JANGAN GAGAL PAHAM, YESUS ADALAH RAJAYANG MEMBEBASKAN MANUSIA DARI DOSA.


* * *




RENUNGAN SELASA

Bacaan: MATIUS 13:13-17

Bacaan Setahun: 1 Raja-raja 6-7


Nas: "Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar." (Matius 13:16)

Karena Melihat dan Mendengar


Banyak orang ingin berjumpa dengan Sang Mesias, tetapi harapan mereka tidak terkabul. Adalah anugerah luar biasa bahwa Simon dan kawan-kawannya diizinkan berjumpa dengan Mesias itu, bahkan dijadikan murid-Nya. Sebab itu, Tuhan Yesus berkata, "Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar."


Kristus, dan karya serta sabda-Nya, adalah hal teramat penting yang tiap orang perlu melihat dan mendengar. Tuhan berkata para murid berbahagia karena mereka melihat dan mendengar hal teramat penting itu. Apa artinya? Bisa melihat hal yang perlu dilihat dan mendengar hal yang perlu didengar adalah anugerah yang besar, wujud kemurahan Allah. Lihat fakta berikut.


Banyak orang tersesat karena tak melihat arah yang harus ditempuh, terbentur-bentur karena tak melihat hambatan yang mengadang, terjerumus karena tak melihat jurang di depan mata, tersandung jatuh karena tak melihat batu di depan kaki, keliru melangkah karena tak melihat jalan yang seharusnya. Begitu juga, banyak orang salah mengambil kesimpulan karena tak mendengar hal-hal yang harus diutamakan, salah menentukan pilihan karena tak mendengar opsi-opsi yang bernilai, salah memercayai karena tak melihat apa atau siapa yang bisa dipercayai, salah berlabuh karena tak melihat dermaga yang benar. Dan banyak lagi.


Sungguh, melihat yang seharusnya dilihat dan mendengar yang seharusnya didengar adalah anugerah besar, kemurahan Allah, yang patut direspons dengan penuh hormat, dengan memilih yang memang seharusnya kita pilih. --EE/www.renunganharian.net


* * *MELIHAT HAL YANG PERLU DILIHAT DAN MENDENGAR YANG PERLU DIDENGARADALAH ANUGERAH BESAR YANG PATUT KITA SYUKURI DAN KITA HORMATI.


* * *




RENUNGAN RABU

Bacaan: LUKAS 4:14-21

Bacaan Setahun: 1 Raja-raja 8-9


Nas: Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri untuk membaca. (Lukas 4:16)

Kebiasaan Yesus


Kebiasaan ialah tindakan atau perilaku yang dikerjakan secara berulang-ulang dan menjadi bagian dari rutinitas seseorang. Suatu kebiasaan bisa bersifat negatif ataupun positif, dan tentunya sangat berdampak dalam hidup seseorang. Kebiasaan tidak lahir begitu saja. Tidak cukup dilakukan hanya sekali, dua kali, atau sekali-sekali. Tidak ada orang yang mendadak menjadi jujur, tekun, ramah, atau suka berbuat baik dan memilikinya sebagai suatu karakter, jika sebelumnya ia berperilaku sebaliknya.


Salah satu kebiasaan Yesus ialah masuk ke rumah ibadat pada hari Sabat. Di sanalah orang-orang Yahudi berkumpul untuk berdoa, membaca Taurat, dan melaksanakan ritual keagamaan lainnya. Selain tempat beribadah, rumah yang disebut "sinagoge" itu juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, serta tempat mempererat ikatan sosial. Dalam banyak kisah di Alkitab, Yesus kerap melakukan pelayanan-Nya di sinagoge di berbagai kota. Di sanalah Ia sering mengajar, juga melakukan berbagai mukjizat. Kebiasaan-Nya hadir secara teratur di rumah ibadat memberi-Nya banyak peluang untuk mengajarkan kehendak Bapa-Nya kepada banyak orang.


Apa yang menjadi kebiasaan kita? Apa hal rutin yang kita kerjakan secara berulang-ulang? Apakah kebiasaan itu menolong kita bertumbuh semakin mengenal Tuhan dan semakin efektif dalam melayani-Nya? Memang, saat terbaik untuk menanamkan kebiasaan yang baik ialah sejak usia dini. Namun, berapa pun usia kita saat ini, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan yang baik dan mulia yang akan memberi kita kesempatan untuk menyebarkan kasih Allah kepada banyak orang. --HT/www.renunganharian.net


* * *TUMBUHKAN KEBIASAAN BAIK HINGGA MENJADIKESAKSIAN HIDUP KITA SEBAGAI UMAT TUHAN.


* * *




RENUNGAN KAMIS

Bacaan: 1 PETRUS 3:13-22

Bacaan Setahun: 1 Raja-raja 10-11


Nas: Sebab, lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat. (1 Petrus 3:17)

Lebih Baik Menderita?


Hikmat manusia menganggap bahwa berbuat baik menghindarkan kita dari rupa-rupa penderitaan. Sebab, penderitaan adalah konsekuensi dari perbuatan jahat. Namun, faktanya penderitaan tidak selalu muncul sebagai upah kejahatan. Kesetiaan kepada Kristus kadang membawa kita pada penderitaan. Bahkan adakalanya penderitaan semakin berat saat kita memilih untuk tetap berdiri tegak memegang kebenaran. Saat kita memilih jujur di tengah sistem yang korup, misalnya.


Petrus mengajarkan bahwa menderita karena perbuatan baik adalah sebuah berkat. Penderitaan juga bisa terjadi karena kehendak Allah. Sebagaimana Kristus hidup menderita demi melakukan kehendak Allah dengan sempurna, pengikut-Nya pun selalu memiliki kemungkinan turut menanggung penderitaan karena kebenaran. Dengan demikian, penderitaan demi kebenaran berkenan kepada Allah karena kita berjalan dalam kehendak-Nya. Allah menghargai itu sehingga Ia menyebut orang yang menderita karena kebenaran dengan "berbahagia" (bdk. Mat. 5:3-12).


Penderitaan dalam kebenaran menjadi kesaksian iman, sebab tetap bersukacita dan berpengharapan di tengah penderitaan membuat dunia melihat perbedaan itu. Jika Kristus telah lebih dulu menderita dan berakhir pada kemenangan, penderitaan juga membuat kita dipersatukan dengan Kristus: menderita dengan Dia, dimuliakan bersama Dia (bdk. Rm. 8:17). Penderitaan membentuk hati yang taat, sabar, dan murni. Penderitaan mengajar kita mengandalkan Tuhan. Jika demikian, bukankah lebih baik menderita karena melakukan kehendak Tuhan? --EBL/www.renunganharian.net


* * *ALLAH MEMAKAI PENDERITAAN KITA UNTUK MEMURNIKAN IMAN, MENJADIKESAKSIAN, DAN MENYATUKAN KITA BERSAMA KRISTUS DALAM KEMULIAAN.


* * *




RENUNGAN JUMAT

Bacaan: 2 KORINTUS 12:1-10

Bacaan Setahun: 1 Raja-raja 12-14


Nas: Namun, jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)

Cukuplah Anugerah-Ku


Seorang pendeta muda tiba-tiba didiagnosis menderita penyakit autoimun yang membuatnya sulit bergerak. Ia frustrasi. Pelayanan yang dulu menjadi panggilan, kini terasa seperti beban karena keterbatasan fisiknya. Dalam masa sulitnya, ia berhenti berkhotbah dan mulai menulis renungan. Ia mulai menulis bukan karena kekuatan, tapi karena kelemahan yang memaksanya duduk dan diam di hadapan Tuhan. Ternyata, tulisan-tulisannya mulai menyentuh banyak orang, bahkan lebih luas dari pelayanannya dulu. Dalam syukurnya ia berdoa, "Tuhan, jika inilah cara-Mu menunjukkan kekuatan-Mu dalam hidupku, aku bersyukur untuk kelemahan ini."


Paulus juga menceritakan tentang "duri dalam dagingnya", suatu kelemahan atau penderitaan yang ia mohon tiga kali agar Tuhan ambil darinya. Namun, Tuhan tidak mengabulkannya. Sebaliknya, Tuhan memberi jawaban yang luar biasa, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu." Paulus belajar memahami bahwa Tuhan tidak selalu menghapus kelemahan, tetapi Ia selalu mencurahkan anugerah-Nya agar ia bisa bertahan, bahkan menjadi berkat.


Sering kali kita merasa tidak cukup baik dan tidak cukup mampu untuk menjalani panggilan hidup. Dunia mengajarkan bahwa kita harus selalu tangguh. Namun, Tuhan bekerja dengan cara berbeda. Ia tidak mencari orang yang kuat menurut standar dunia, melainkan orang yang bersandar kepada-Nya dalam kelemahan. Dalam kondisi terlemah dalam hidup kita, anugerah Tuhan bekerja paling nyata. Bukan saat kita berdiri kokoh, tapi saat kita tersungkur dan tetap percaya. --SYS/www.renunganharian.net


* * *KELEMAHAN KITA BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA,ITU AWAL DARI ANUGERAH YANG BEKERJA TANPA BATAS.


* * *




RENUNGAN SABTU

Bacaan: MAZMUR 63

Bacaan Setahun: 1 Raja-raja 15-17

Nas: Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. (Mazmur 63:4)


Hidup yang Berarti

Sudah berusia 85 tahun tidak menyurutkan semangat Abou Khodr asal Lebanon untuk berenang selama dua jam di Laut Mediterania setiap hari. Tidak peduli cuaca saat itu sedang hujan atau musim dingin menerpa hingga banyak orang mengaguminya. Dia sungguh menemukan kebahagiaan pada aktivas yang digelutinya itu setelah sempat merasa kesepian dan kesedihan panjang setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai pekerja kapal.

Tidak seperti kebanyakan orang, masa tua kita sebagai anak-anak Tuhan tidaklah identik dengan kesuntukan dan berbagai keterbatasan yang mengakibatkan kita hanya asal melewatkan hari. Sampai masa tua, kasih setia Tuhan tetap dialami. Dengan demikian, apa pun yang terjadi, kita dapat menatap hari dengan antusias dan selalu menemukan aktivitas, di mana kita dapat merasakan hadirat Allah Yang Maha Pengasih sehingga tidak ada kehampaan yang meliputi hati kita. Kebahagiaan akan terpancar di hari-hari yang kita jalani melalui keyakinan kita bahwa Dia selalu memegang tangan kita sehingga tidak ada yang perlu kita khawatirkan.

Apakah saat ini kita merasa bahwa hidup hanya tinggal menghitung hari? Kita kehilangan gairah untuk menjalani hari-hari yang ada? Jika ya, mari dekatkan diri kepada Tuhan dan kerinduan kita kepada-Nya itu akan terpuaskan oleh kasih setia-Nya yang besar. Sukacita sorgawi akan menaungi kita sepanjang jalan, sebagaimana yang dialami oleh Pemazmur. --KSD/www.renunganharian.net

* * *
HIDUP KITA YANG TIDAK PERNAH TERLEPAS DARI PERSEKUTUAN DENGAN
TUHAN AKAN SELALU BERARTI KARENA KASIH SETIA-NYA YANG MENOPANG.

* * *




MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2026 : "Di Dalam Terang-Mu, Kami Melihat Terang " | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2026 #DalamTerangmukamimelihatterang #JPAVision #multimediaJPA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARTA EDISI 19 APRIL 2026

JADWAL IBADAH SEPEKAN MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK " & JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tu...

Post Bottom Ad

Halaman