Pages - Menu

Halaman

Minggu, 23 Februari 2025

Pdt. Henry Lolaen " Iman & Kasih "

Pdt. Henry Lolaen " Iman & Kasih "


Mrk. 11:20-26
Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.) (TB)

Rom. 14:19
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. (TB)

Ibr. 10:24-25
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (TB)
Gal. 5:6
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

" Iman & Kasih "

 - Iman bekerja dalam Kita maka kita akan melakukan Perkara-Perkara Yanng Besar - Kasih - Orang Yang percaya apa Yang Tuhan Bilang - Allah Selalu Memiliki Tujuan - Saling Membangun Damai Sejahtera


Pdt. Henry Lolaen ( Tamu dari Ambon )

Ibadah Raya 2 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 230225

Sabtu, 22 Februari 2025

Ps. King Gagol " Membentuk "

 Ps. King Gagol " Membentuk "


Rom. 12:11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (TB)

Kej. 1:1-3
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. (TB)

Kej. 2:7
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (TB)

Maz. 91:9
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, (TB)

Maz. 91:11
sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (TB)

Yoh. 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (TB)

Ima. 6:12-13
Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam." (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TIHAN :

" Membentuk "

- Jangan Kerajinanmu Kendor & Biarlah Rohmu Menyala-nyala dan layanilah Tuhan Hubungan dengan Allah - Berserah Pada Tuhan


Ps. King Gagol ( Tamu dari Talaud )

Ibadah Raya 1 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 230225

Mau Berhasil ?? Ikuti Pola Dan Cara Tujuan Tuhan !!


Yosua 1:7-8, 7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. 8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.


"Sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung".


Ketika kita menyimak yang terjadi pada Yosua 1, mereka berada dalam perjalanan menuju ke tanah perjanjian atau negeri yang dijanjikan Tuhan. Yang perlu kita imani atau pahami bahwa setiap kita, Allah telah menetapkan sebuah tujuan dalam hidup kita.


Disini tujuan Tuhan atas Israel adalah tanah perjanjian atau tanah Kanaan.

Yosua 1:2 "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.


Jadi Allah telah menetapkan tujuan dalam hidup kita, dan Allah tidak pernah gagal ketika Dia sudah menetapkan sebuah tujuan atas hidup kita. 


Pahamilah 2 hal tentang negeri pemberian Tuhan :

1. Pemberian Tuhan pasti yang terbaik

Bapa tidak mungkin memberikan ular saat anak Nya meminta ikan, dan memberikan batu saat mereka meminta roti. Pemberian Tuhan itu memiliki nilai yang luar biasa. Jadi Tuhan tidak memberikan kepada kita sesuatu yang tidak bernilai, tetapi Tuhan akan memberikan sesuatu yang bernilai dan pasti yang terbaik.


2. Tempat pemeliharaan Tuhan.

Dalam pengertian eskatologi, Kanaan adalah tempat yang kekal dan merupakan tujuan iman kita. Ekklesia menjadi Kanaan bagi kita, karena kita Tuhan menerapkan kita ada disini.


Bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.


Tantangan yang akan dihadapi bangsa Israel itu banyak untuk menuju Kanaan, tetapi Tuhan membekali perjalanan bangsa Israel, sehingga perjalanan mereka berhasil.


1. Tujuan yang Tuhan tetapkan bagi kita adalah tujuan Tuhan bukan tujuan kita. Yunus tidak pernah tahu kalau Niniwe adalah tujuan Tuhan baginya. Karena Yunus tahu bahwa tujuannya adalah Tarsis. 


Kalau kita ada saat ini itu merupakan tujuan Tuhan, walaupun pada awalnya kita berpikir bahwa tujuan kita sebenarnya bukan ini. Jadi saat ini kita berjalan dalam tujuan Tuhan.


Kalau kita sadar bahwa kita berjalan dalam tujuan Tuhan, maka pola dan cara Tuhanlah yang dipakai. Contoh jika kita ingin menjadi pesepakbola yang handal, maka pola dan cara sepakbola yang benarlah yang akan kita ikuti. Begitupun dengan berbagai bidang yang lain. Sampai kita menjadi orang yang berhasil.


Untuk menuju tanah Kanaan, tidak mungkin memakai pola dan cara kita. Tetapi kita harus mengikuti pola dan cara Tuhan.


Yosua 1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. 


Untuk berjalan dalam tujuan Tuhan adalah menguatkan dan meneguhkan hati. Ketika tembok Yerikho dirobohkan, itu tidak ada dalam pola dan cara bangsa Israel. Tetapi itu pola dan cara Tuhan. Karena tidak ada strategi perang yang hanya berkeliling dan bersorak di hari terakhir, mampu merobohkan tembok Yerikho.


Jadi ada saat dan waktu kita mengedepankan iman, bukan logika kita. Perjalanan kita akan berhasil itu harus menguatkan dan meneguhkan hati kita. Naaman ingin menemui Nabi Elisa untuk kesembuhan kustanya. Tapi pola dan cara Tuhan atas Naaman melalui Elisa yaitu celupkan diri di sungai Yordan sebanyak 7 kali.


Memang pola dan cara Tuhan tidak akan pernah masuk dalam logika kita. 

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 


Pola dan cara yang Tuhan berikan Bagi agar perjalanan kita berhasil adalah firman. Waktu kita menjadikan firman menjadi pola dan cara yang sesungguhnya, maka tujuan Tuhan tidak akan pernah gagal dalam hidup kita. Jadi pola dan cara Tuhan ada di firman.


Kalau kita ingin berhasil dalam perjalanan iman dan menikmati anugerah keselamatan, maka pola dan cara Tuhan yaitu firmanlah yang akan kita pakai.

Markus 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.


Jadi bukti kita percaya, maka kita di baptis. Kalau tidak percaya, maka tidak di baptis. Efesus 4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.


Matius 3:15-16, 15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya. 16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,


Jadi pola dan cara Tuhan untuk kita diselamatkan adalah baptisan. Pola dan cara Tuhan memang sulit diterima logika kita. 


Amsal 11:24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan

Pola dan cara secara logika adalah menghemat maka akan kaya. Tetapi pola dan cara Tuhan adalah menyebar harta maka akan bertambah kaya.


Firman memberikan pengertian pada kita bahwa pola dan cara Tuhanlah yang akan menghentar kita dalam perjalanan dalam tujuan Tuhan. 


Galatia 6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.


Maleakhi 3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!


Maleakhi 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 


2 Korintus 9:6, 10, 6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;


Pola dan cara Tuhan adalah kita juga harus menyisihkan mana benih dan mana roti. Semua proses dalam hidup kita, itu merupakan seijin Tuhan, karena tujuannya adalah untuk membentuk kita.


Tuhan tidak ingin perjalanan kita gagal, tetapi Tuhan mau perjalanan kita berhasil. Oleh sebab itu, mengalirlah dalam pola dan cara Tuhan atas kita. Dengan begitu kita akan menerima pemuliaan dari Tuhan, karena kita mengikuti pola dan cara Tuhan.


"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini". Jadikan firman itu menjadi pola dan cara kita mengarungi perjalanan hidup kita. Karena firman itulah yang akan memampukan kita dalam perjalanan menuju tempat tujuan Tuhan bagi kita.


Perjalanan Bangsa Israel menuju tanah Kanaan, tidak selamanya mereka ada dalam penderitaan. Tetapi ada waktu ada di Elim. Namun Elim itu bukan tujuan Tuhan, tetapi itu hanya penghiburan yang Tuhan berikan kepada Bangsa Israel. Namun tujuan Tuhan adalah Kanaan.

Ps Calvin Waworuntu (Senior Pastor/ Gembala GPdI Jemaat Pusat Airmadidi) 230225

WARTA EDISI 23 FEBRUARI 2025

  JADWAL JPA SEPEKAN











MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2025 " MEMBANGUN KARAKTER ILAHI " | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!
#GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision2025 #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA




RENUNGAN EDISI 23 FEBRUARI 2025

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN

Bacaan Setahun: Bilangan 14-15

Nas: "Allah Yang Maha Kuasa kiranya memberimu belas kasihan dalam pandangan orang itu, supaya ia mengizinkan saudaramu yang lain itu dan Benyamin kembali. Mengenai aku ini, jika aku terpaksa kehilangan anak-anakku, biarlah aku kehilangan!" (Kejadian 43:14)


Terpaksa Kehilangan

Siapa pun pasti tidak ingin kehilangan orang yang dikasihi. Kita pasti melakukan upaya terbaik untuk menjaga atau melindunginya. Sayangnya, ada situasi tertentu yang memaksa kita harus rela melepaskannya. Misalnya, ada hal-hal yang berada di luar kendali kita, sehingga kita tidak berdaya untuk mempertahankannya.

Di masa tuanya, Yakub diperhadapkan dengan situasi ini. Setelah menjalani dua tahun kelaparan hebat (Kej. 45:6, 11), ia mendengar bahwa ada persediaan gandum di Mesir. Ia pun menyuruh sepuluh putranya ke sana. Malangnya, Simeon ditahan penguasa Mesir sebagai jaminan, untuk memastikan bahwa mereka bukanlah pengintai yang membahayakan negeri itu. Yakub sangat bersedih. Namun, saat persediaan menipis, mereka tak punya pilihan lain. Sang penguasa Mesir juga telah menetapkan syarat bahwa mereka harus membawa Benyamin, adik bungsu mereka jika mereka datang lagi. Awalnya Yakub menolak. Ia marah kepada anak-anaknya karena telah membahayakan Benyamin. Namun, ketika persediaan makanan mereka nyaris habis, ia menyerah. Ia berpikir bahwa jika harus kehilangan satu anak lagi demi keselamatan seluruh keluarga, ia terpaksa akan menempuh jalan itu.

Namun, tindakan kepasrahan Yakub ini dibarengi penyerahan diri kepada Allah. Ia memohonkan intervensi Ilahi atas anak-anaknya. Juga atas sang penguasa Mesir. Dalam ketidakberdayaannya, ia bergantung sepenuhnya kepada Allah. Justru saat ia bersiap kehilangan, ia malahan menemukan anaknya yang dikiranya telah mati, yaitu Yusuf, sang penguasa Mesir itu. Berserah kepada Allah ternyata menjadi kunci untuk mengalami pemeliharaan-Nya yang menakjubkan. --HT/www.renunganharian.net

* * *
DI SAAT KITA BERSERAH DIRI SEPENUHNYA KEPADA ALLAH,
DI SITULAH KITA MENGALAMI KEAJAIBAN PEMELIHARAAN-NYA.

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: 2 TAWARIKH 26:16-23

Bacaan Setahun: Bilangan 16-17

Nas: Ketika sudah kuat ia menjadi tinggi hati sehingga ia terjerumus binasa. Ia berlaku tidak setia kepada Tuhan, Allahnya, dan memasuki Bait Tuhan untuk membakar dupa di atas mezbah pembakaran dupa. (2 Tawarikh 26:16)


Tinggi Hati, Lupa Diri

Apa yang ada dalam benak kita ketika mendengar kabar tentang "kejatuhan" seseorang? Mungkin awalnya kita mengenal bahwa orang itu begitu baik dan menunjukkan kehidupan rohani yang begitu dewasa. Namun, pada akhirnya ia berubah setia dan meninggalkan hal-hal baik yang sudah ditunjukkan bertahun-tahun. Tentu sangat menyedihkan ketika mendapati seseorang yang telah memulai kehidupannya dengan sangat baik, tetapi pada akhirnya harus berakhir dengan tragis karena ketidaksetiaan dan kesalahan fatal yang dibuatnya.

Uzia ditahbiskan sebagai raja di usia 16 tahun. Uzia mengawali perjalanan hidupnya sebagai seorang yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Di sampingnya berdiri Zakharia yang setia mengajarnya untuk hidup takut akan Tuhan. Dan Uzia mencari Tuhan selama hidup Zakharia (ay. 5). Semua hal baik, yaitu kebenaran-kebenaran yang telah dilakukannya memberikan ganjaran yang sungguh besar baginya, di antaranya Tuhan membuat segala usahanya berhasil. Sayangnya, semua kekuatan dan kemasyhuran itu justru membuatnya tinggi hati. Uzia berubah setia dengan melakukan hal yang merusak. Uzia tidak lagi mengindahkan teguran, bahkan tidak lagi menghormati Tuhan. Dan akhir hidupnya pun berakhir tragis.

Kisah hidup Uzia mengingatkan betapa rentannya kita berubah hati. Jika tidak sadar diri, semua berkat dan hal-hal terbaik yang kita miliki bisa membawa hati kita kepada keangkuhan. Sikap tinggi hati itu membuat mata rohani buta. Tinggi hati membuat mata hati kita tertutup kepada Sang Pemberi Berkat. Tinggi hati akan membawa kita kepada kehancuran. Kiranya Roh Kudus menolong dan memampukan kita untuk tetap rendah hati dan menjaga hati. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
IBARAT SEBATANG PADI YANG SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK,
KIRANYA SEIRING BERTAMBAHNYA BERKAT SEMAKIN MEMBUAT DIRI RENDAH HATI.

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: AYUB 16:1-6

Bacaan Setahun: Bilangan 18-20

Nas: "Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur yang menyusahkan saja kamu semua!" (Ayub 16:2)


Penghibur yang Menyusahkan

Ketika berduka atas kematian suami yang dikasihinya akibat sakit di usia yang terbilang muda, seorang ibu mengungkapkan kesusahan hatinya. Ia mengatakan bahwa perkataan dan pernyataan yang disampaikan beberapa orang kepadanya justru membuatnya semakin sedih dan lemah. Mereka tidak menunjukkan empati. Malah bernada menyudutkan dan menghakimi, seolah menyimpulkan bahwa kematian sang suami adalah akibat adanya dosa atau pelanggaran mereka terhadap Tuhan.

Ayub juga mengalami hal yang serupa. Ia mengalami duka yang sangat besar. Ia kehilangan semua anaknya sekaligus. Juga semua hartanya. Lalu ia pun ditimpa penyakit mengerikan. Kemudian tiga sahabatnya, yakni Elifas, Bildad, dan Zofar datang menghiburnya. Setelah mereka berdiam diri mendampingi Ayub selama tujuh hari, mereka pun mulai menasihati dan menegur Ayub dengan panjang lebar. Mereka menyimpulkan bahwa semua yang Ayub alami itu pastilah akibat dosa dan kesalahannya. Akibatnya, penderitaan Ayub bukannya menjadi lebih ringan (ay. 6). Ia pun menyebut para sahabatnya itu sebagai "penghibur yang menyusahkan", karena mereka hanya mengucapkan omong kosong (ay. 3). Padahal, ia sungguh berharap mereka datang dan menunjukkan empati serta menguatkan hatinya, bukan sebaliknya.

Memberikan kata-kata penghiburan kepada orang-orang yang mengalami kesusahan atau berdukacita memang tidaklah mudah. Kita hendaknya tidak gegabah mengatakan sesuatu hanya dengan pikiran sendiri. Tunjukkanlah empati dan mintalah hikmat dari Tuhan agar kehadiran serta perkataan kita memberikan kekuatan bagi mereka. --HT/www.renunganharian.net

* * *
ORANG YANG MENGALAMI DUKA DAN KESUSAHAN PERLU PENGHIBURAN
BERDASARKAN HIKMAT ALLAH DAN KEBENARAN FIRMAN-NYA.

* * *






RENUNGAN KAMIS
Bacaan: MAZMUR 62

Bacaan Setahun: Bilangan 21-22

Nas: Sungguh, mereka merancang untuk menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi, mereka yang suka berdusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. (Mazmur 62:5)


Lain di Mulut, Lain di Hati

Dikhianati teman sendiri pasti menyakitkan hati. Ketika mengetahui bahwa seorang teman yang sering kita jadikan tempat curhat mengumpat di belakang kita, misalnya. Bisa jadi rasa sakitnya berlipat-lipat dibanding ketika kita mendengarnya dari seseorang yang tidak kita kenal. Atau orang yang kita kenal, tetapi jelas-jelas membenci kita. Bukankah kepada orang dekat kita menaruh harapan untuk dikasihi dan dimengerti?

Daud adalah pahlawan bagi Israel. Ia menjadi satu-satunya orang yang berani dan mampu mengalahkan Goliat, raksasa Filistin, sang ahli perang. Malangnya, pencapaian Daud sejak peristiwa itu justru mendatangkan musuh baginya. Bukan musuh dari bangsa lain, melainkan orang-orang di sekitarnya yang ia percayai. Saul, salah satunya. Ia tak pernah berhenti mengejar Daud untuk membunuhnya. Padahal, bukankah Daud telah melakukan banyak hal baik bagi Saul?

Betapa mengecewakan ketika orang yang dikasihi, dihormati, dan dianggap sebagai teman dekat, sahabat, bahkan keluarga ternyata menyimpan kebencian. Bukankah kehadiran mereka semestinya menjadi penolong di saat kita terpuruk? Luar biasa jika Daud tetap menghormati Saul, bukan malah membenci atau mencari kesempatan untuk membalas dendam. Hal ini terjadi karena Daud senantiasa menyediakan diri untuk taat kepada Tuhan. Ia memercayakan hidup kepada-Nya dan menjadikan-Nya sumber pertolongan utama. Tak heran jika pertolongan Tuhan begitu nyata atas Daud. Bukankah Dia tak akan pernah mengecewakan setiap orang yang bersandar kepada-Nya? --EBL/www.renunganharian.net

* * *
MENGANDALKAN MANUSIA ADAKALANYA KITA KECEWA.
MENGANDALKAN TUHAN KITA TEMUKAN SUKACITA YANG TAK TERDUGA.

* * *




RENUNGAN JUMAT
Bacaan: TITUS 3:1-11

Bacaan Setahun: Bilangan 23-25

Nas: Tetapi, hindarilah persoalan yang dicari-cari dan bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka. (Titus 3:9)


Memperebutkan Sampah

Krisis sampah melanda suatu kota ketika tempat penampungan sampah di kota itu penuh dan ditutup sementara. Warga kesulitan membuang limbah harian. Di rubrik "Sungguh-Sungguh Terjadi" sebuah surat kabar harian di kota itu, muncul berita pendek kiriman seorang warga, "Senin, 17 Juli 2023 pagi, ada seseorang membawa dus besar yang ditali rapi. Dus itu jatuh di depan pasar dan diperebutkan beberapa orang. Setelah dibuka, ternyata isinya sampah."

Memperebutkan sampah-sungguh sangat konyol, bukan? Tak ayal kita akan nyengir menertawakan kebodohan diri jika mengalaminya. Namun, entah sadar entah tidak, bisa jadi kita tergoda untuk memperebutkan sampah rohani. Rasul Paulus menasihati Titus untuk menghindari perangkap tersebut: tidak perlu melibatkan diri dalam perdebatan yang bodoh dan tidak berguna. Bukan berarti kita tidak perlu mempelajari, mendiskusikan, dan menelaah berbagai penafsiran tentang pasal-pasal sulit dalam Alkitab. Kita belajar firman Tuhan untuk menambah hikmat dan semakin mengenali anugerah-Nya, sedangkan debat kusir malah dapat menjauhkan kita dari pokok iman dan keselamatan. Sia-sia-seperti memperebutkan sampah.

Firman Tuhan siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan jujur kita. Tidak perlu kita bersitegang leher atau beradu komentar di media sosial untuk berdebat kusir dengan dalih membela iman. Lebih baik kita menjauhi gelanggang kebodohan tersebut. --ARS/www.renunganharian.net

* * *
ORANG BODOH BERTEKUN UNTUK MENCARI-CARI KESALAHAN FIRMAN,
ORANG JUJUR BERTEKUN UNTUK MENEMUKAN JAWABAN DAN KEBENARAN.

* * *




RENUNGAN SABTU
Bacaan: 1 KORINTUS 13

Bacaan Setahun: Bilangan 26-27

Nas: Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (1 Korintus 13:5)


Kasih yang Dinyatakan

Malam itu, Hendra berangkat tidur dengan perasaan berkecamuk. Hatinya masih belum tenang karena konflik kecil yang sempat terjadi dengan istrinya. "Setelah sekian tahun bersama, mengapa kamu masih pelit sih?" ucap istri Hendra dengan nada kecewa. Hati Hendra merasa begitu tertusuk karena perkataan itu diucapkan oleh wanita yang sangat ingin dibahagiakan dengan jerih lelahnya bekerja. Namun, Hendra mencoba untuk tetap tenang agar keadaan tidak semakin runyam. Dalam hatinya Hendra merasa kecewa, tetapi ia memutuskan untuk mengampuni istrinya karena Hendra sangat mengasihinya.

Pelajaran tentang kasih identik dengan kekristenan, tetapi menerapkan hidup dalam kasih sungguh tidak mudah. Terlebih ketika kita merasa terluka oleh sikap, perkataan, maupun perilaku dari orang yang paling dekat dengan kita. Namun, justru ketika itulah kualitas kasih kita akan diuji supaya makin terasah dan menjadi matang. Orang yang hatinya dipenuhi kasih, menurut nas renungan hari ini, bukanlah orang pemarah dan tidak suka menyimpan kesalahan orang lain. Sebaliknya, ia memilih untuk belajar bersabar dan sedapat mungkin segera mengampuni dan melupakan kesalahan yang diperbuat orang lain terhadap dirinya.

Konsep kasih seperti ini tidak pernah diajarkan oleh dunia, yang lebih setuju dengan pembalasan dan mengingat kesalahan orang lain, bila perlu sampai akhir hayat. Namun, setiap orang percaya dipanggil untuk mengasihi, dengan kekuatan dan pertolongan dari Allah, supaya dunia melihat ada kasih Tuhan dalam diri kita. --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
HATI YANG DIPENUHI KASIH ALLAH AKAN TECERMIN
MELALUI PERILAKU DALAM KEHIDUPAN SETIAP HARI.

* * *




MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision #multimediaJPA

 

Rabu, 19 Februari 2025

Ps. Calvin Waworuntu " Surga Terbuka "

 Ps. Calvin Waworuntu " Surga Terbuka " 


Why. 6:11
Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. (TB)

Ibr. 10:23
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. (TB)

Kis. 7:55-57
Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. (TB)

Kis. 7:60
Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.(TB)

 POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

" Surga Terbuka "

-  Tuhan Kita Setia - Surga Terbuka - Kepenuhan Roh Kudus


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

WN & Pembukaan Doa Puasa 40 Hari GPdI Pusat Airmadidi 190225