Pages - Menu

Halaman

Rabu, 29 Januari 2025

Pdt. Hendrik Pelenkahu " Figur Seorang Ayah "

 Pdt. Hendrik Pelenkahu

 " Figur Seorang Ayah "


1 Raj. 11:9-13
Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih." (TB)

Maz. 119:164
Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. (TB)

Maz. 32:5
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela (TB)

Maz. 62:1-2
Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. (TB)

1 Taw. 29:2-5
Dengan segenap kemampuan aku telah mengadakan persediaan untuk rumah Allahku, yakni emas untuk barang-barang emas, perak untuk barang-barang perak, tembaga untuk barang-barang tembaga, besi untuk barang-barang besi, dan kayu untuk barang-barang kayu, batu permata syoham dan permata tatahan, batu hitam dan batu permata yang berwarna-warna, dan segala macam batu mahal-mahal dan sangat banyak pualam. Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri tiga ribu talenta emas dari emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak murni untuk menyalut dinding ruangan, yakni emas untuk barang-barang emas dan perak untuk barang-barang perak dan untuk segala yang dikerjakan oleh tukang-tukang. Maka siapakah pada hari ini yang rela memberikan persembahan kepada TUHAN?" (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 " Figur Seorang Ayah "

 - Pelihara jam Doa - Rendah Hati


Pdt. Hendrik Pelenkahu ( Tamu )

Worship Night GPdI Pusat Airmadidi 290125

Minggu, 26 Januari 2025

Pdt. Rafael Naibaba " Usahakanlah Mengerti Kehendak Allah "

 Pdt. Rafael Naibaba 

" Usahakanlah Mengerti Kehendak Allah "


Efe. 5:15-17
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (TB)

Efe. 1:4-5
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, (TB)

Yoh. 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (TB)

Yoh. 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (TB)

Rom. 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (TB)

Ams. 16:20
Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN. (TB)

Maz. 84:11
(84-12) Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. (TB)

Kol. 3:23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (TB)

Mat. 7:24
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.(TB)

Mat. 7:26
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.(TB)

Ams. 1:7
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.(TB)

Luk. 12:15
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."(TB)

Luk. 12:20-21
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."(TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 " Usahakanlah Mengerti Kehendak Allah "

 - Pergunakan Waktu yang ada - Kebijaksanaan di mulai dari Takut Akan Tuhan - Orang Yang bijaksana & Arif


Pdt. Rafael Naibaba ( Tamu dari Manokwari )

Ibadah Raya 2 GPdI Pusat Airmadidi 260125


Sabtu, 25 Januari 2025

Ps. Calvin Waworuntu Serial Khotbah Membangun Karakter Ilahi " Dimensi Merenungkan Firman "

 Ps. Calvin Waworuntu 

Serial Khotbah Membangun Karakter Ilahi

 " Dimensi Merenungkan Firman "


Yos. 1:8
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (TB)

Ams. 11:24
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (TB)

Mat. 3:13-17
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (TB)

Rom. 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (TB)

Maz. 103:2
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (TB)

Yos. 6:2-6
Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan." Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN." (TB)

Pen. 11:1
Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. (TB)

Yos. 7:21
aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali." (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 Serial Khotbah Membangun Karakter Ilahi " Dimensi Merenungkan Firman "

 - Dengar Firman - Firman Mengontrol Perjalanan Hidupmu - Berfirmanlah Tuhan, Firman Menghidupkan Iman, Orang yang Beriman



Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

Ibadah Raya 1 GPdI Pusat Airmadidi 260125

WARTA EDISI 26 JANUARI 2025

 JADWAL SEPEKAN JPA











MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2025 " MEMBANGUN KARAKTER ILAHI " | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!
#GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision2025 #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA




Jumat, 24 Januari 2025

RENUNGAN EDISI 26 JANUARI 2025

 RENUNGAN HARIAN





RENUNGAN SENIN
Bacaan: EFESUS 5:15-17

Bacaan Setahun: Keluaran 7-9

Nas: Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, .... (Efesus 5:15)


Menentukan Diri

"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup..., " demikian firman Tuhan lewat Rasul Paulus. Ada banyak alasan penting mengapa Tuhan bertitah demikian. Namun, salah satu alasan itu adalah karena bagaimanapun kita menghidupi hidup ini, kita-lewat itu semua-sebenarnya menentukan diri menjadi seperti apa kita di hadapan Tuhan. Apa artinya?

Lewat sikap dan tindakan kita-yakni lewat apa pun yang kita lakukan maupun yang tidak kita lakukan-kita menentukan diri apakah kita menjadi orang yang jujur, atau penipu; menjadi orang yang penuh belas kasihan, atau orang yang kejam; menjadi pengampun, atau pendendam; penuh perhatian, atau tak peduli; penyabar, atau pemarah; bijaksana dalam tiap hal, atau ngawur dan sembrono; dan sebagainya. Lewat tiap sikap dan tindakan kita, kita menentukan diri apakah kita menjadi anak terang, atau anak kegelapan.

Ada fakta yang perlu kita ingat, proses penentuan diri itu berlangsung tiap saat, dalam semua hal, sepanjang hayat, dan tidak terhindarkan. Ya, benar, tidak terhindarkan. Dalam momen apa pun, lewat apa pun yang kita lakukan maupun yang tidak kita lakukan, lewat tiap keinginan dan ketidakinginan kita, kita menentukan diri. Sama sekali tak ada kemungkinan bagi kita untuk menghindar dari proses penentuan diri itu, seumur hidup kita.

Maka, pertanyaannya, hendak kita jadikan seperti apa diri dan hidup kita di hadapan Tuhan? Makin dekat kepada-Nya, atau justru makin jauh? "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup...." --EE/www.renunganharian.net

* * *
LEWAT APA PUN YANG KITA LAKUKAN MAUPUN YANG TIDAK KITA LAKUKAN,
KITA MENENTUKAN DIRI.

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: PENGKHOTBAH 11:9-12:8

Bacaan Setahun: Keluaran 10-12

Nas: Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan, "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya." (Pengkhotbah 12:1)


Sejak Muda

Sebuah ungkapan bernada humor mewakili keinginan banyak orang: Sewaktu kecil bahagia, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Ungkapan ini sebenarnya mengandung sindiran, di mana orang-orang sangat ingin memperoleh segalanya serta memuaskan keinginannya, tanpa melakukan upaya apa pun. Semuanya berpusat pada diri sendiri serta kesenangannya.

Penulis kitab Pengkhotbah juga mengajak orang-orang muda untuk bersuka dan menikmati masa muda mereka. Namun, ini bukanlah sesuatu yang dilakukan tanpa batas. Ada rambu-rambu yang harus diingat. Bahwa semua perbuatan itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Karenanya, kita harus menjalaninya seturut kehendak-Nya. Kunci untuk menjalani hidup yang benar ini ialah dengan mengingat Pencipta kita. Menempatkan Allah senantiasa di dalam pikiran kita. Tidak melupakan-Nya dalam menjalani setiap langkah. Dan ini seharusnya kita lakukan sejak muda, tidak menunggu tua dulu.

Ketika kita hidup menaati Allah sejak muda maka berbagai potensi serta tahun-tahun energik yang kita miliki di masa muda dapat menjadi persembahan yang membesarkan nama-Nya. Kita juga dapat terhindar dari berbagai dosa serta hidup yang cemar. Dan kita akan terhindar dari penyesalan yang tiada guna. Kalau ternyata Allah memberi kita kesempatan hidup hingga masa tua, kita tentu memiliki lebih banyak waktu untuk berkarya bagi-Nya. Andaipun masa muda kita telah lewat, kita masih dapat mengingatkan kebenaran ini kepada orang-orang muda serta meneladankan hidup yang benar sehingga mereka menjalani hidup yang bermakna dan memuliakan Tuhan. --HT/www.renunganharian.net

* * *
MENGENAL DAN MENAATI ALLAH SEJAK MUDA,
MEMBERI LEBIH BANYAK KESEMPATAN BAGI KITA UNTUK BERKARYA BAGI DIA.

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: AMSAL 6:6-11

Bacaan Setahun: Keluaran 13-15

Nas: Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah kelakuannya dan jadilah bijak. (Amsal 6:6)


Belajarlah dari Semut

Saya mengingat dongeng sebelum tidur yang pernah ayah saya ceritakan. Ada dua sahabat baik, semut dan belalang. Semut binatang yang rajin dan bekerja keras mengumpulkan makanan sepanjang musim panas. Belalang sebaliknya, bermalas-malasan selama musim panas dan tidak mengumpulkan makanan sama sekali untuk musim berikutnya. Belalang bahkan sering mengolok-olok semut yang sedang bekerja. Ketika musim dingin tiba, sadarlah belalang bahwa ia tidak memiliki persediaan makanan sama sekali, sedangkan semut bisa bertahan.

Amsal kita hari ini menegur orang-orang pemalas. Kata "malas" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti 'tidak mau atau segan melakukan sesuatu'. Pemalas juga orang yang senang menunda-nunda pekerjaan dan selalu ada alasan untuk tidak bekerja. Penulis Amsal mendorong setiap pembacanya untuk belajar dari binatang semut dalam hal rajin bekerja dan mengantisipasi kesulitan yang bakal dihadapi dengan bijak. Senada dengan itu, Rasul Paulus juga menegaskan kebenaran yang sama, "Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan" (2Tes. 3:10). Selain rajin, semut juga binatang yang proaktif melakukan sesuatu, meski tidak ada pemimpin atau pengaturnya, semua bisa terselesaikan dengan baik.

Karena itu, sebagai orang percaya, kita seharusnya melakukan pekerjaan yang Tuhan sediakan dengan rajin. Allah sangat menghargai orang yang rajin, bukan pemalas. Sikap bermalas-malasan dan menunda-nunda tidak akan memberikan manfaat apa pun, bahkan merugikan diri sendiri dan berdampak buruk pada orang-orang lain di sekitar kita. Sebuah pelajaran yang berharga dan relevan dari semut kiranya dapat kita terapkan di dalam kehidupan sehari-hari. --DSK/www.renunganharian.net

* * *
JANGAN MALAS DAN MENUNDA-NUNDA MELAKUKAN PEKERJAAN KITA HARI INI.

* * *



RENUNGAN KAMIS
Bacaan: BILANGAN 23:4-12

Bacaan Setahun: Keluaran 16-18

Nas: Lalu kata Balak kepada Bileam, "Apakah yang kaulakukan kepadaku? Untuk mengutuki musuhkulah aku menjemput engkau, tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka." (Bilangan 23:11)


Serapah Pembawa Berkah

Nenek itu menyaksikan sendiri pemuda urakan itu menjatuhkan tongkat yang ia letakkan dekat bangku tempat duduknya. Tentu saja, ia menyuruh pemuda itu mengembalikannya ke tempat semula. Dengan lagak tak tahu apa-apa, pemuda itu pura-pura tak mendengar. Permintaan si nenek diabaikannya. Akhirnya, dengan jengkel dan mengomel, nenek itu beranjak dari bangku untuk mengambil sendiri tongkatnya yang jatuh itu. Tahu-tahu, ... gedubraak! Hanya terpaut beberapa detik, sebuah benda logam besar jatuh dari loteng, tepat menimpa bangku tempatnya duduk tadi. Selamatlah nenek itu dari bencana.

Bileam adalah tukang tenung andalan raja Moab, Balak. Namun, kitab Bilangan pasal 22-24 menceritakan kejadian yang mengherankan. Bermula dari perasaan terancam akan kedatangan bangsa Israel maka Balak sengaja mengupah Bileam untuk mengutuki bangsa itu (lih. Bil. 22:5-6). Namun, melalui liku-liku berbagai kejadian yang serba janggal, nyata bahwa Bileam tak kuasa menolak perintah dan campur tangan Tuhan (ay. 8). Alih-alih mengutuki Israel, akhirnya Bileam malah memberkati bangsa itu (lih. Bil. 23:18-24).

Cara Tuhan memberkati sungguh tak terbatas. Bahkan acapkali tak disangka-sangka. Kita memang sering dibuat jengkel, kesal, dan marah oleh kehadiran orang-orang tertentu yang di mata kita membawa kerugian dan petaka saja. Ingin rasanya kita berteriak agar Tuhan menyingkirkan mereka dari kehidupan kita. Bersabar dan percayalah kepada kuasa serta hikmat Tuhan untuk memberkati kita. Seorang yang berniat buruk sekalipun dapat dipakai Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya demi menghadirkan selamat dan berkat bagi kita. --PAD/www.renunganharian.net

* * *
JIKALAU TUHAN BERKEHENDAK MEMBERKATI,
SIAPAKAH YANG SANGGUP MENGHALANGI?

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: LUKAS 16:1-13

Bacaan Setahun: Keluaran 19-21

Nas: "Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." (Lukas 16:9)


Mempergunakan Mamon

Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur adalah salah satu pengajaran Yesus yang sulit dipahami. Jika tidak teliti, kita bisa berkesimpulan bahwa Yesus sedang memuji seorang manajer yang boros, licik, dan curang. Ia terbukti memboroskan harta tuannya sehingga terancam dipecat. Lalu ia memanggil orang-orang yang berutang kepada tuannya, serta membuat surat utang baru dengan mengurangi jumlah utang mereka. Para debitur itu pun senang. Nantinya, ketika sang bendahara itu dipecat, banyak orang yang bersedia menolongnya sebagai bentuk balas budi. Yesus memuji kecerdikannya dalam mempergunakan Mamon sehingga ia beroleh banyak relasi yang menguntungkannya.

Mamon berarti 'kekayaan atau keuntungan'. Kata ini berasal dari bahasa Aram, tetapi ada juga menyebutnya dari bahasa Kasdim, mengacu kepada harta benda atau uang. Ada kuasa di dalam Mamon yang bisa membangkitkan keinginan manusia untuk menyembah dan mendewakannya. Itu sebabnya, ia dibayangkan sebagai oknum jahat yang menuntut seluruh hati manusia sehingga ia bahkan dapat membuat orang berpaling dari Allah.

Apakah kita diminta memusuhi Mamon? Apakah Tuhan meminta kita anti terhadap kekayaan? Tidak! Dia hanya ingin agar kita mengelola dan menggunakannya dengan bijaksana. Dengan uang, kita bisa melakukan banyak hal, termasuk dalam menjalin relasi yang baik dengan banyak orang. Mempergunakan Mamon secara bijak akan memampukan kita menolong serta memberkati banyak orang. Namun, jangan sampai kita diperbudak olehnya. Kita harus menjadi tuan atasnya, serta mengelolanya seturut kehendak Tuhan. --HT/www.renunganharian.net

* * *
UANG ADALAH HAMBA YANG BAIK, TETAPI IA ADALAH TUAN YANG JAHAT.
-FRANCIS BACON

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: KEJADIAN 11:1-9

Bacaan Setahun: Keluaran 22-24

Nas: Demikianlah mereka diserakkan Tuhan dari sana ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. (Kejadian 11:8)


Tuhanlah yang Terbesar

Perlombaan antariksa kini menjadi bagian dari banyak negara di dunia, tidak hanya Amerika Serikat dan Rusia. Keberhasilan suatu misi ke luar angkasa yang mereka usung bukan hanya untuk membuktikan kehebatan kekuatan sains yang mereka miliki, melainkan juga menaikkan derajat bangsa itu di antara negara-negara lain, yang kemudian akan mendorong munculnya banyak investasi terhadap proyek yang mereka kerjakan sehingga negaranya akan semakin maju.

Pada hari ini mungkin kita juga menjadi bagian dari dunia yang selalu berkompetisi. Selalu saja ada tuntutan untuk menjadi lebih hebat. Bahkan ketika sudah berhasil mengungguli yang lainnya, kita jadi cenderung membanggakan diri hingga merasa bahwa kita dapat memegang kontrol atas hidup kita sepenuhnya, tidak lagi membutuhkan Tuhan. Bagaimanapun, Dia tidak menyukai kesombongan sehingga ketika kita mencoba untuk "melangkahi-Nya", Dia akan menunjukkan kalau kuat kuasa-Nyalah yang di atas segalanya sehingga kita dengan segera akan jatuh ke bawah, sebagaimana kisah pembangunan menara Babel yang terhenti setelah tiba-tiba Tuhan mengacaukan bahasa mereka.

Jadikanlah Tuhan sebagai yang terbesar dalam hidup kita, sekalipun banyak orang mungkin sudah bertepuk tangan atas pencapaian hebat yang telah kita raih. Ketika Dia jauh dari kita, sungguh kita tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan hal yang nampaknya mudah sekalipun akan menjadi sangat sulit dan menimbulkan kekacauan atas hidup kita. --KSD/www.renunganharian.net

* * *
DI LUAR KENDALI TUHAN KEHEBATAN KITA SUNGGUH TIDAK ADA APA-APANYA.
KESOMBONGAN AKAN MENJATUHKAN KITA.

* * *



MOTTO JPA : " KELUARGA JPA - TUHAN BEKERJA - JPA BERDAMPAK "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2025 #MembangunKarakterIlahi #JPAVision #multimediaJPA


Minggu, 19 Januari 2025

Pdm. Donny Rawung " Tuhan Itu Baik "

 Pdm. Donny Rawung " Tuhan Itu Baik "


Nah. 1:7
TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya (TB)

1 Kor. 10:1-4
Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. (TB)

Ula. 29:5
Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu. (TB)

Fil. 1:29
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, (TB)

1 Kor. 8:3
Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. (TB)





POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

" Tuhan Itu Baik " 

 - Berlindung Pada Tuhan Kalau ada Kesusahan - Waktu Untuk Tuhan - Cari Tuhan


Pdm. Donny Rawung ( Tamu dari Silian )

Ibadah Raya 2  GPdI Pusat Airmadidi 190125