Pages - Menu

Halaman

Sabtu, 31 Agustus 2024

Ps. Calvin Waworuntu " Mempersiapkan Mempelai Kristus "

 Ps. Calvin Waworuntu

" Mempersiapkan Mempelai Kristus "


2 Kor. 11:1-3
Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku! Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. (TB)

Hos. 4:6
Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. (TB)

Ibr. 11:40
Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan. (TB)

Mat. 25:6-12
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. (TB)

Mat. 25:5
Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. (TB)

Luk. 24:45
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (TB)

Fil. 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (TB)

Yak. 3:16
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (TB)

1 Kor. 2:16
Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. (TB)

Rom. 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN '

" Mempersiapkan Mempelai Kristus "

- Pikiran Kita, Pikiran Firman, Pikiran Kristus, Dapat Mengubah Karakter.


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala GPdI JPA )

Ibadah Raya 1 Perjamuan Kudus GPdI Pusat Airmadidi 010924

 

WARTA EDISI 1 SEPTEMBER 2024

 JADWAL SEPEKAN JPA










MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2024 : " UNLIMITED LOVE " ( KASIH TANPA BATAS ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #UnlimitedLove #KasihTanpaBatas #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA



RENUNGAN EDISI 1 SEPTEMBER 2024

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN
Bacaan: EFESUS 5:1-20

Bacaan Setahun: Yeremia 49-50

Nas: Dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan kurban yang harum bagi Allah. (Efesus 5:2)


Karena Kasih

Seorang juru masak gagal membuat kue (menjadi bantat alias gagal mekar) hanya karena memaksakan diri untuk tetap mengadon meski tubuhnya sudah kelelahan. Seorang anak berkali-kali salah dalam menyalin tulisan dari buku karena ia ingin segera pergi bermain. Kedua kisah ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan dengan terpaksa, sesederhana apa pun itu, tidak akan membuahkan hasil yang baik.

Paulus menggugah jemaat Efesus untuk berlaku saleh dengan mengingat kasih Allah melalui pengorbanan Kristus. Sebagaimana Allah melakukan karya-Nya atas dasar kasih, demikian pula semestinya umat dalam menjalani hidup. Kasih Allah menjadikan umat beroleh pembaruan roh dan pikiran sehingga mereka memiliki hidup baru dalam terang. Selayaknya umat mengenakan manusia baru yang penuh kasih untuk menjalani hidup dengan sukacita. Menurut pada kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan. Belajar hidup dalam Roh. Membaktikan diri menjadi persembahan yang hidup bagi Tuhan. Menghasilkan buah-buah rohani. Menggunakan waktu yang ada dengan bijaksana dan pandai bersyukur.

Menghidupi kesalehan hendaknya dilakukan dengan hati yang tulus. Bukan terpaksa, apalagi sekadar mencari keuntungan yang bersifat duniawi. Supaya tampak rohani dan dihormati, misalnya. Sebab, kesalehan kristiani yang sesungguhnya adalah bukti pembaruan hidup yang diterima karena iman di dalam Kristus. Sekaligus, ungkapan syukur kita atas kasih Allah yang telah lebih dulu dicurahkan dengan sempurna, tulus, dan tanpa pamrih. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
JIKA HIDUP SALEH MENJADI BEBAN
MAKA IMAN DAN PERTOBATAN KITA PATUT DIPERTANYAKAN.

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: NEHEMIA 9:19-21

Bacaan Setahun: Yeremia 51-52

Nas: "Selama empat puluh tahun Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak." (Nehemia 9:21)


Bukti Pemeliharaan Allah

Brian sejak kecil diajarkan untuk mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Kondisi ekonomi orang tuanya yang terbatas membuat keluarga ini hanya bisa bergantung kepada Tuhan. Suatu ketika, saat tiba waktunya membayar SPP, orang tua Brian belum memiliki cukup uang karena usaha penjualan kacamata sedang sepi. Namun, mereka yakin bahwa Tuhan akan menyediakan. Akhirnya, lewat pertemuan "tanpa sengaja" dengan seseorang, ada tiga kacamata yang laku. Uang hasil penjualan kacamata itu pun dipakai untuk membiayai SPP yang Brian perlukan.

Membaca kisah tadi, mungkin ada orang tergoda menimpali, "Ah, itu kan hanya kebetulan." Memang kita tak bisa melarang orang berkomentar seperti itu, tetapi bagi kita yang percaya kepada Allah, sampai hari ini Allah masih bekerja secara ajaib dalam memelihara keperluan umat-Nya. Kisah-kisah yang tertulis di Alkitab tentang penyediaan dan pemeliharaan Allah, hingga janji berkat yang tertulis di sana, ditujukan agar setiap orang percaya senantiasa beriman akan pemeliharaan Allah.

Tentu saja, meyakini pemeliharaan Allah tidak lantas meniadakan kewajiban kita untuk bekerja. Biasanya Allah memberkati umat-Nya lewat apa yang mereka kerjakan. Namun, bukan berarti kita hanya mengandalkan kekuatan, kemampuan, atau hasil dari pekerjaan kita. Allah, dengan cara-Nya yang ajaib, sanggup menyediakan dan memelihara kehidupan umat-Nya, seperti yang pernah Allah lakukan kepada bangsa Israel ketika mereka di padang gurun selama empat puluh tahun. Sudahkah kita percaya akan pemeliharaan-Nya? --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
JIKA KITA MEMANGGIL DIA "BAPA", MENGAPA KITA MASIH
MERAGUKAN AKAN PEMELIHARAAN-NYA?

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: 2 RAJA-RAJA 6:24-33

Bacaan Setahun: Ratapan 1-2

Nas: Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah raja mendapatkan dia. Kata raja kepadanya, "Sesungguhnya, malapetaka ini dari Tuhan. Untuk apa aku berharap kepada Tuhan lagi?" (2 Raja-raja 6:33)


Saat Menyerah Kalah

Dunia sedang dilanda fakta-fakta yang mengkhawatirkan. Berita-berita mengenai resesi ekonomi seakan sudah menjadi isu global. Beberapa negara yang tadinya mengeklaim dirinya adidaya nyatanya mengakui bahwa dirinya tidak tahan menghadapi resesi, bahkan menyatakan negaranya di ambang kebangkrutan. Dampaknya pun meluas dan memengaruhi negara-negara di dunia ini. Tak ayal, seluruh negara di dunia ini pun sedang dilanda kenyataan yang menakutkan.

Negeri Samaria dilanda resesi hebat akibat pengepungan yang dilakukan oleh tentara-tentara Benhadad. Harga-harga pangan tak terkendali dan bencana kelaparan pun terjadi. Dan fakta mengerikan yang dilihat raja Israel saat resesi itu adalah ketika mendengar langsung kesaksian ibu-ibu yang terpaksa memasak anaknya untuk dimakan bersama hari itu. Hati pemimpin mana yang tidak hancur melihat fakta mengerikan ini? Sungguh, raja Israel sudah hilang harapan sampai-sampai menyalahkan Tuhan atas semua malapetaka yang terjadi.

Resesi dan beratnya tekanan hidup yang kita alami bisa saja membuat akhirnya kita menyerah. Tidak ada jalan keluar dari semua upaya yang kita lakukan. Kita pun hilang harapan dan menganggap Tuhan tidak peduli. Namun, apa pun anggapan negatif kita tentang Tuhan itu tidak membuat Ia murka kepada kita. Sebaliknya, Ia menyadari kepiluan hati kita dan turut merasakannya. Adakah sedikit saja iman untuk kita memercayai-Nya? --SYS/www.renunganharian.net

* * *
DI SAAT KITA SUDAH MENYATAKAN KALAH DAN MENYERAH,
TUHAN TIDAK PERNAH MENYERAH UNTUK TERUS MENDAMPINGI KITA.

* * *




RENUNGAN KAMIS
Bacaan: AMSAL 16

Bacaan Setahun: Ratapan 3-5

Nas: Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka. (Amsal 16:4)


Baik dan Buruk

Pada awalnya, usus buntu (apendiks) dianggap sebagai organ manusia yang tidak berguna dalam sistem tubuh manusia. Kemudian Loren G. Martin, seorang pakar dari Oklahoma State University, menuliskan hasil penelitiannya bahwa usus buntu berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh janin dalam kandungan sejak usia 11 minggu. Setelah bayi lahir, fungsi usus buntu semakin menurun seiring dengan berkembangnya sistem kekebalan tubuh orang dewasa.

Segala yang diciptaan Allah memiliki fungsi dan peranannya masing-masing. Bahkan sesuatu yang buruk juga diciptakan Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ketika kita menerima otoritas Allah seutuhnya maka kita juga harus menerima seluruh pekerjaan-Nya, termasuk yang tidak kita sukai. Jika kita bisa menerima hasil panen yang melimpah, kita juga harus bisa menerima ketika musim kelaparan tiba. Jika kita bisa menerima keberhasilan dalam hidup maka kita juga harus bisa menerima kegagalan. Jika kita bisa menerima berkat yang melimpah maka kita juga harus bisa menerima malapetaka. Penerimaan atas segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita adalah tanda bahwa kita menyadari sepenuhnya Allah bekerja dalam hidup kita.

Mungkin saat ini kita bertanya-tanya mengapa ada peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan terjadi di dunia ini, mengapa ada pembunuh berdarah dingin, virus mematikan, teroris, bencana alam, dan banyak hal-hal buruk lainnya? Baik dan buruk adalah seperti dua sisi koin saling berdampingan dan akan saling menyatakan tepat pada waktunya. Kadang-kadang sesuatu yang buruk diperlukan untuk beberapa lama menunggu yang baik dinyatakan. Seperti orang fasik dibuat untuk hari malapetaka, hal-hal buruk ada untuk menyatakan kemuliaan dan kebaikan Allah. --REY/www.renunganharian.net

* * *
SEMUA YANG DICIPTAKAN ALLAH ADA TUJUANNYA.

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: RUT 2

Bacaan Setahun: Yehezkiel 1-4

Nas: Lagi kata Naomi kepadanya, "Orang itu kerabat dekat kita, dia salah seorang yang berhak menebus kita." (Rut 2:20)


Sisi Baik Naomi

Saat kembali ke tanah Yehuda, Naomi sudah menjadi sosok berbeda. Tak mau ia dipanggil "Naomi", tapi "Mara". Sebab, selama di Moab Naomi kehilangan suami dan kedua putranya. Kata Naomi, "Yang Maha Kuasa telah membuat hidupku pahit sekali" (Rut 1:20). Tampak tidak menarik menyimak kisah perempuan yang kecewa kepada Tuhan. Namun, ternyata ada sisi baik Naomi yang dapat kita teladani.

Saat kembali ke tanah Yehuda, Naomi sudah jatuh miskin. Sampai Rut, menantunya yang bersikeras ikut pulang dengannya ke tanah Yehuda, harus bekerja memungut bulir-bulir jelai di ladang orang demi mereka berdua dapat bertahan hidup (ay. 2). Dikatakan bahwa Naomi mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh. Nama sanaknya ialah Boas (ay. 1). Heran, Naomi tidak menghubungi Boas untuk meminta bantuan. Padahal ia ingat betul akan kerabatnya itu (ay. 20). Tampaknya kali itu Naomi sedang belajar untuk tidak mengandalkan manusia. Dalam susah, Naomi memilih mengandalkan Tuhan.

Tanpa kita sadari kerap kita mengandalkan manusia. Saat susah, buru-buru kita menghubungi kerabat atau sahabat untuk meminta bantuan. Sebenarnya boleh saja kita meminta bantuan orang lain. Hanya, jagalah hati supaya jangan sepenuhnya kita berharap kepada mereka. Faktanya, tidak dapat manusia yang kemampuannya terbatas itu diandalkan. Mari kita belajar mengandalkan Tuhan, seperti Naomi. Saat susah, biarlah Pribadi yang pertama kita cari ialah Tuhan. Harapkan pertolongan Tuhan untuk segala pergumulan yang terjadi. Kalaupun nanti ada orang membantu, sadari itu karena Tuhan menggerakkan hati orang itu untuk membantu kita. --LIN/www.renunganharian.net

* * *
"DIBERKATILAH ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN,
YANG MEMPERCAYAKAN DIRINYA PADA TUHAN!"-YEREMIA 17:7

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: KEJADIAN 8

Bacaan Setahun: Yehezkiel 5-8

Nas: Ketika Tuhan mencium aroma yang menyenangkan itu, berkatalah Tuhan dalam hati-Nya, "Aku tidak akan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun kecenderungan hatinya jahat sejak kecil, dan aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang te (Kejadian 8:21)


Allah Memaklumi Kejahatan?

Sepintas membaca nas renungan hari ini membuat kita berpikir, "Benarkah Allah memaklumi kejahatan dan tidak menghukum manusia yang jahat?" Sepintas membaca, saya juga pernah berpikir demikian. Namun, saat mencermati kembali (ay. 21) dan menghubungkan dengan ayat setelahnya, saya pun mendapat kesimpulan bahwa Allah tetap memperhitungkan segala perbuatan manusia, entahkah perbuatan baik, terlebih lagi perbuatan yang jahat.

Setelah peristiwa air bah yang melenyapkan semua manusia (kecuali keluarga Nuh) itu berlaku, Allah berjanji takkan mengutuk bumi lagi, sekalipun sejak kecil manusia memenuhi hati mereka dengan kejahatan. Takkan ada pula kebinasaan dari Allah, seperti yang terjadi pada zaman Nuh. Namun, sebagai pengingat agar manusia tidak berlaku sekehendak hatinya, ada hukum tabur-tuai yang berlaku selama bumi masih ada. Tampaknya hukum tabur-tuai ini tak secara khusus berlaku untuk bidang pertanian, tetapi juga terkait dengan perilaku dan perbuatan manusia. Hukum ini pun berlaku secara universal, tanpa memandang siapa pun pelakunya.

Tak bisa dibayangkan kondisi dunia ini seandainya setiap orang bebas berbuat apa saja, tanpa pernah menuai akibat dari perbuatan mereka. Bisa dipastikan keadaan dunia akan semakin rusak dengan perilaku kejahatan yang bermuara pada dosa yang bekerja dalam diri manusia. Syukur kepada Allah karena memberikan "pagar pengaman" agar manusia menyadari bahwa apa yang mereka tabur akan mereka tuai, tak hanya selama di dunia tetapi akan sampai ke takhta pengadilan Allah! --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
MENYADARI HUKUM TABUR-TUAI MASIH BEKERJA,
MARI LEBIH BERHATI-HATI DALAM MENJALANI HIDUP INI.

* * *




MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "

&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2024 : " UNLIMITED LOVE " ( KASIH TANPA BATAS ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #UnlimitedLove #KasihTanpaBatas #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2024 #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA




Rabu, 28 Agustus 2024

Ps. Calvin Waworuntu " Revolusi Penyembahan "

 Ps. Calvin Waworuntu 

 " Revolusi Penyembahan " 


Maz. 3:1-5
Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya. (3-2) Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; (3-3) banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." Sela (3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. (3-5) Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela (3-6) Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

  " Revolusi Penyembahan "

- Kemampuan Mengubah Keadaan, Menghadirkan Tuhan.


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

Worship Night GPdI Pusat Airmadidi 280824

Minggu, 25 Agustus 2024

Ps. Calvin Waworuntu " Menghidupi Firman "

 Ps. Calvin Waworuntu 

" Menghidupi Firman "


1 Taw. 4:9-10
Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan." Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. (TB)

Yer. 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 " Menghidupi Firman " -

 - Berprestasi Bekerja Keras dalam hidupmu - Bangun Hubungan Doa Kita dengan Tuhan - Menghidupi Firman - firman Menghancurkan Stigma Yang Buruk.


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

Ibadah Raya 2 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 250824