Pages - Menu

Halaman

Sabtu, 29 Juni 2024

Senior Ps Tinneke Waworuntu-Sumolang " Bersiap & Bersedialah "

 Senior Ps Tinneke Waworuntu-Sumolang 

" Bersiap & Bersedialah " 


Zef. 1:2-7
"Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyapu manusia dan hewan; Aku akan menyapu burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan merebahkan orang-orang fasik dan akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya." Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya. (TB)

Yud. 1:4
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus. (TB)

Hab. 2:20
Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi! (TB)

Yes. 13:6
Merataplah, sebab hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa. (TB)

Mrk. 14:22
Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku." (TB)

Yoh. 17:14-19
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran. (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

- Tubuh Ini adalah Bait Tuhan, Sebab hari Tuhan Sudah Dekat, Perjamuan Korban, Kekekalan

 - Pahami Kehendak Tuhan


Senior Ps. Tinneke Waworuntu-Sumolang, S.Th 

Ibadah Raya 1 GPdI Pusat Airmadidi 300624

WARTA EDISI 30 JUNI 2024

 JADWAL SEPEKAN













MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2024 : " UNLIMITED LOVE " ( KASIH TANPA BATAS ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #UnlimitedLove #KasihTanpaBatas #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA



RENUNGAN EDISI 30 JUNI 2024

 RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN
Bacaan: BILANGAN 20:2-13

Bacaan Setahun: Mazmur 58-65

Nas: Tetapi, Tuhan berfirman kepada Musa dan Harun, "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, sebab itu kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang Kuberikan kepada mereka." (Bilangan 20:12)


Hati yang Taat

Amarah Musa seolah memuncak saat bangsa Israel bersungut-sungut di hadapannya. Tidak mau disalahkan begitu saja dan mungkin sudah lelah dengan gerutu bangsa yang dipimpinnya berpuluh-puluh tahun lamanya, Musa mengeluarkan air dari bukit batu di depan mereka dengan tongkatnya, padahal Tuhan menyuruhnya untuk memberi mereka minum dari hadirat-Nya yang nyata di tempat mereka berkumpul.

Perjalanan hidup kita bersama Tuhan bisa jadi berakhir seperti Musa yang akhirnya tidak diperbolehkan untuk masuk ke tanah yang dijanjikan-Nya. Sekian lama dengan setia kita mengikut Tuhan, sampai mungkin suatu kejadian di akhir hidup kita menyeret kita kepada kegelapan dan mencampakkan-Nya begitu saja. Kalau firman-Nya tidak menjadi sandaran hidup kita, suatu ketika hadirat Tuhan dapat menjauh tanpa kita sadari. Meskipun kita masih mengingat-Nya dalam keseharian kita, Tuhan bukanlah lagi fokus utama, melainkan hanya bagian dari kebiasaan saja seperti tongkat Musa yang sepertinya lebih mengandung kuasa daripada diri-Nya yang selalu hadir di tengah-tengah mereka.

Seiring dengan pertambahan usia kita, mari kita terus bergiat untuk hidup sesuai firman-Nya sehingga kekekalan yang Tuhan tanamkan dalam hati kita tidak akan tercabut sampai kita bertemu muka dengan muka dengan-Nya di surga. Meskipun kesukaran datang silih berganti, kita yang dekat dengan Tuhan akan senantiasa dapat mengecap kebaikan-Nya. --KSD/www.renunganharian.net

* * *
KALAU TUHAN BUKANLAH YANG TERUTAMA DALAM HIDUP KITA,
KEPAHITAN AKAN MENJADI MILIK KITA.

* * *




RENUNGAN SELASA
Bacaan: FILIPI 1:3-11

Bacaan Setahun: Mazmur 66-69

Nas: Inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. (Filipi 1:9)


Inilah Doaku

Doa adalah salah satu disiplin rohani yang seharusnya dipraktikkan oleh setiap orang percaya. Kita berdoa untuk diri sendiri, juga untuk orang lain. Mari renungkan sejenak, ketika kita berdoa buat orang lain, apakah yang kita rindukan terjadi dalam kehidupan mereka?

Kita dapat becermin dari doa Paulus untuk jemaat di Filipi. Ia berdoa agar mereka makin melimpah dalam kasih. Jemaat Filipi telah terbukti dalam mengerjakan berbagai perbuatan kasih. Mereka inilah yang tak henti-hentinya mendukung pelayanan Paulus, dengan mengirimkan uang (Flp. 4:15-18), bahkan secara khusus mengutus Epafroditus untuk melayani Paulus (Flp. 2:25-30). Namun, ia juga berdoa agar mereka makin melimpah dalam pengetahuan serta pengertian yang benar. Hal ini akan memampukan mereka memilih apa yang baik sehingga mereka dapat menjalani hidup yang berkenan bagi Tuhan. Jadi doa Paulus ialah agar orang-orang percaya terus bertumbuh mengenal Allah, semakin menaati Dia serta giat mengerjakan perbuatan kasih kepada sesama.

Doa dan kerinduan Paulus ini membuat saya tertegur bahwa sering kali doa saya hanya berkutat soal hal-hal yang dangkal dan remeh, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Bukan berarti kita tidak bisa mendoakan apa saja. Memang tidak ada hal yang tak boleh dibawa kepada Tuhan. Namun, doa-doa kita seharusnya mencerminkan pengenalan kita akan Tuhan dan firman-Nya, serta kedalaman kasih kita kepada orang-orang lain. Dia ingin agar semua orang mengenal-Nya semakin intim, serta menjadi saluran kasih-Nya kepada orang lain. Kiranya ini tecermin dalam doa, perkataan, dan perbuatan kita. --HT/www.renunganharian.net

* * *
DOA YANG LAHIR DARI PENGENALAN YANG BENAR AKAN ALLAH DAN FIRMAN-NYA
AKAN MENGGERAKKAN KITA UNTUK MENUNTUN SESAMA MENAATI DIA.

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: LUKAS 19:1-10

Bacaan Setahun: Mazmur 70-73

Nas: Melihat hal itu, semua orang mulai bersungut-sungut, katanya, "Ia menumpang di rumah orang berdosa." (Lukas 19:7)


Saat Orang Lain Beruntung

Kita sedang hidup pada masa di mana ketidaksukaan sangat mudah terlihat ketika melihat orang lain mengalami hal yang baik. Perkembangan teknologi dengan penggunaan media sosial yang begitu masif menjadi salah satu penyebabnya, tak pernah kehidupan pribadi seseorang diumbar dengan begitu rupa seperti saat ini. Jika tidak diwaspadai, kondisi ini dapat memengaruhi respons kita terhadap hal-hal baik yang dialami oleh orang lain.

Perjumpaan dengan Yesus seharusnya menjadi peristiwa yang disyukuri, terlebih ketika dialami oleh seorang yang dikenal berdosa atau memiliki citra buruk di masyarakat. Namun, hal itu tidak menjadi respons orang-orang di sekitar Zakheus ketika dia menerima dengan gembira perkataan Yesus, "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu" (ay. 5). Lukas mencatat bahwa semua orang itu bersungut-sungut, sambil secara implisit menyalahkan Yesus yang dianggap menumpang di rumah orang berdosa. Padahal, hari itu anugerah Allah sedang tercurah bagi Zakheus, sebagai "sosok yang hilang" tetapi Allah cari dan selamatkan (ay. 10).

Saat melihat orang lain menerima kebaikan Tuhan, mungkin tanpa sadar kita kerap bereaksi seperti orang banyak itu ketika melihat Zakheus. Kita tak hanya bersungut-sungut, tetapi mungkin merasa bahwa orang itu tak pantas menerima anugerah Allah. Respons hati yang sebaiknya tidak kita miliki karena sejatinya Allah berhak memberikan anugerah, kasih, dan keselamatan jiwa bagi siapa saja yang membuka hati untuk menerima Dia. --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
SESUNGGUHNYA, TAK SEORANG PUN PANTAS MENERIMA ANUGERAH ALLAH
JIKA BUKAN KARENA KASIH-NYA ATAS KITA YANG SUNGGUH BESAR.

* * *



RENUNGAN KAMIS
Bacaan: YESAYA 43:1-7

Bacaan Setahun: Mazmur 74-77

Nas: "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melintasi sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2)


Tuhan Tahu Persis

Untuk menghasilkan sebuah biola yang berkualitas dibutuhkan serangkain proses yang tidak mudah. Sang seniman awalnya memilih potongan kayu yang halus. Kemudian ia memulai memahat bagian depan dan belakang hingga memperoleh ketebalan yang diinginkan. Setelah itu, ia mulai membengkokkan dan menekan kayu itu. Seniman itu tahu persis seberapa kuat tekanan yang dibutuhkan agar kayu itu menjadi alat musik yang indah. Setelah selesai, ia pun menggoreskan inisial namanya di bagian belakang untuk menyempurnakan biola ciptaannya itu.

Demikianlah Tuhan membentuk dan memproses hidup Yakub dan umat pilihan-Nya itu. Sekalipun umat itu harus dibawa Tuhan dan berjalan melewati tempat-tempat yang menyakitkan, tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa semua itu tidak akan "mematahkan" hidup mereka. Umat Israel harus melewati air dan sungai, tetapi Tuhan berjanji menyertai mereka sehingga sungai pun tak akan menghanyutkan. Bahkan jika mereka melewati api, mereka tidak akan dihanguskan.

Tuhan tahu persis seberapa kuat kita sanggup menanggung beban ketika kita ditekan, dibengkokkan, walaupun kita sendiri merasa seolah tak mampu memikulnya. Tuhan tidak akan membiarkan hidup kita rusak. Setiap tekanan yang kita lewati hanyalah bagian proses penyempurnaan dan setelahnya Ia menuliskan nama-Nya pada hidup kita. Kita adalah karya-Nya yang mulia. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
TUHAN TAHU PERSIS BAHWA HIDUP KITA TIDAK AKAN RUSAK ATAU HANCUR
OLEH TEKANAN YANG DIBERLAKUKAN-NYA SAAT MEMBENTUK DIRI KITA.

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: LUKAS 15:11-24

Bacaan Setahun: Mazmur 78-79

Nas: "Ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikan kepada dia." (Lukas 15:16)


Ampas

Hidup manusia sering diibaratkan seperti putaran roda. Kadang di bawah, kadang di atas. Kadang susah, kadang senang. Sering kali, keadaan ini merupakan akibat dari pilihan-pilihan yang kita buat. Kondisi yang dialami si anak bungsu dalam perumpamaan Tuhan Yesus ini menunjukkan kebenaran ini. Tadinya ia tinggal di rumah bapanya yang menyenangkan serta mengalami berbagai kelimpahan. Kemudian dengan lancangnya ia meminta bagian warisannya, lalu menghamburkannya di negeri yang jauh sesuka hatinya. Saat hartanya habis, semua temannya pun menghilang. Tak ada yang peduli padanya, sekalipun sekadar memberinya ampas makanan babi untuk disantap.

Kesusahannya ini adalah buah dari pilihan yang buruk, egois, tanpa pikir panjang, serta tak menghormati bapanya. Syukurnya, saat kondisinya begitu mengenaskan, ia mengingat kebaikan hati bapanya. Ia pun memilih untuk kembali kepada sang bapa, mengharapkan belas kasihannya. Menjadi pelayan pun ia rela. Namun, ternyata bukan ampas atau remah-remah yang ia terima dari bapanya. Melainkan yang terbaik. Ia diterima sepenuhnya. Hidupnya dipulihkan.

Ini adalah gambaran Allah yang senantiasa menyambut ketika kita berbalik kepada-Nya. Tangan-Nya terbuka merangkul kita. Bahkan jika kita telah membuat berbagai keputusan atau pilihan yang buruk, lalu membuat hidup kita terpuruk, Dia tetap tak mengutuk. Dia menerima kita dengan penuh kasih. Dia tidak menawari kita hal-hal yang serupa ampas, atau pemberian setengah hati. Melainkan pemberian terbaik. Segala yang Dia punyai. Bahkan hidup-Nya sendiri. Sepantasnyalah kita menghormati serta mengasihi-Nya. --HT/www.renunganharian.net

* * *
PILIHAN BURUK BISA MEMBUAT KITA BERKUBANG DENGAN AMPAS,
BERBALIKLAH KEPADA ALLAH YANG KASIH-NYA TAK PERNAH KANDAS.

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: KEJADIAN 22:1-19

Bacaan Setahun: Mazmur 80-85

Nas: Keesokan harinya pagi-pagi Abraham bangun, memasang pelana keledainya, dan memanggil dua hambanya beserta Ishak, anaknya. Ia juga membelah kayu untuk kurban bakaran, lalu ia berangkat ke tempat yang diberitahukan Allah kepadanya. (Kejadian 22:3)


Ujian Iman

Mungkin kita pernah mendengar pernyataan, "Dari sebuah ujian, kita dapat memetik sebuah pelajaran." Saya pikir pernyataan tersebut kurang tepat. Saat masih seorang pelajar, kita akrab dengan namanya ujian. Apakah saat ujian, guru mengajarkan sesuatu kepada kita? Tidak. Ujian justru adalah tanda seluruh materi pengajaran sudah kita terima. Jika diikutsertakan dalam ujian, berarti kita dianggap sudah memahami seluruh materi yang guru ajarkan kepada kita.

Semula Tuhan melihat Abraham sebagai peragu. Untuk itulah Tuhan memberinya pengajaran iman. Saat Abraham berumur 75 tahun, Tuhan menyuruhnya pergi dari negeri dimana ia tinggal. Saat itu pula Tuhan berjanji membuatnya menjadi bangsa yang besar (Kej. 12:2). Namun, Abraham tidak jua mempunyai anak. Baru ketika ia berumur 100 tahun, Ishak lahir (Kej. 21:5). Selama itu iman Abraham terus-menerus bertumbuh. Usai seluruh materi Tuhan ajarkan, ujian diselenggarakan. Tuhan minta Abraham mempersembahkan Ishak sebagai kurban bakaran (ay. 2). Tampaknya Abraham sudah menguasai materi yang diajarkan. Keesokan harinya pagi-pagi ia pergi melaksanakan perintah Tuhan (ay. 3). Tepat sebelum Abraham menyembelih anaknya, Tuhan mencegah (ay. 10-11). Tuhan menyatakan Abraham lulus ujian iman. Abraham urung kehilangan anak, sebaliknya, ia mendapatkan limpahan berkat dari Tuhan (ay. 17).

Apakah kita sedang mengikuti "ujian"? Berbagai persoalan menerpa kehidupan kita. Tidak perlu tawar hati! Hadapi ujian menggunakan firman Tuhan yang sudah kita terima. Selalu ingat kita tidak pernah ditinggalkan sendirian. Mata Tuhan senantiasa mengawasi, pula tangan-Nya siaga memberikan pertolongan sampai kita berhasil lulus ujian. --LIN/www.renunganharian.net

* * *
JIKA UJIAN KEHIDUPAN TUHAN IZINKAN KITA JALANI,
ITU ADALAH TANDA TUHAN PERCAYA KITA MAMPU MELEWATI.

* * *



MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2024 : " UNLIMITED LOVE " ( KASIH TANPA BATAS ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #UnlimitedLove #KasihTanpaBatas #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2024 #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA



Minggu, 23 Juni 2024

Ps. Calvin Waworuntu " Mendengarkan Suara Tuhan "

 Ps. Calvin Waworuntu

 " Mendengarkan Suara Tuhan "


Ula. 28:1-2
"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:(TB)

Maz. 23:6
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (TB)

2 Kor. 1:19-20
Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya". Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah. (TB)


POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN '

 - Memperhatikan & Fokus, Respon Yang Positif, Percaya yang Sungguh - Mengatakan Amin, - Segala berkat ini akan datang kepadamu -Lihatlah Ke depan - Mendengarkan, Melakukan dengan Setia


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala GPdI JPA )

Ibadah Raya 2 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 230624

Sabtu, 22 Juni 2024

Ps. Calvin Waworuntu " Kekuatan Firman "

 Ps. Calvin Waworuntu

 " Kekuatan Firman "



Rom. 1:16-17
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." (TB)

Ams. 18:21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (TB)

2 Taw. 20:20
Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!" (TB)

Yoh. 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (TB)

Hos. 4:6
Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. (TB)

Fil. 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, (TB)

Dan. 11:31
Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. (TB)

Dan. 11:32
Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. (TB)

1 Kor. 2:16
Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. (TB)

Kej. 6:5-6
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. (TB)

2 Kor. 11:3
Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. (TB)

Ams. 23:7
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. "Silakan makan dan minum," katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu. (TB) & (TL)

1 Sam. 17:33-35
Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit." Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. (TB)

 POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 " Kekuatan Firman "

 - Membangun Sebuah keyakinan yang Kokoh = Melewati Proses Yang Panjang, Pengenalan yang benar akan Tuhan, Tindakan Iman, Kuat & bertindak - Memiliki Pikiran Kristus 

- Respon Menentukan Berkat



Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala GPdI JPA )

Ibadah Raya 1 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 230624