Pages - Menu

Halaman

Minggu, 31 Maret 2024

Ps. Calvin Waworuntu " Pengalaman Rohani "

 Ps. Calvin Waworuntu

 " Pengalaman Rohani "


Luk. 24:36
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" (TB)

Yoh. 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (TB)

Ibr. 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (TB)

Luk. 24:45
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN:

 " Pengalaman Rohani "

 - Membicarakan Membangun, Membicarakan Kebenaran Menjadi real= Minta Hikmat Roh Kudus, Tuhan Harus Menjadi Pengalaman dalam Hidup Kita di Alami, Bukan Menjadi Objek


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

IR 2 Paskah Kebangkitan Yesus Kristus GPdI Pusat Airmadidi 310324

Sabtu, 30 Maret 2024

Ps. Calvin Waworuntu " Kebangkitan Kristus "

 Ps. Calvin Waworuntu 

" Kebangkitan Kristus " 


Luk. 24:1-8
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. (TB)

1 Kor. 15:14
Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. (TB)

1 Tes. 4:15-16
Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;  (TB)

1 Tes. 4:17
sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (TB)

Rom. 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (TB)

Rom. 4:18
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." (TB)

Rom. 4:19
Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. (TB)

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

  " Kebangkitan Kristus " 

-Kematian bukan akhir dari segala nya

-Kebangkitan Kristus menghasilkan    kebangkitan

-Kebangkitan Kristus memastikan selalu ada harapan & pertolongan

- Kematian itu bukan berarti selesai, Menghasilkan Kebangkitan, Selalu Ada Harapan & Pertolongan - Kuasa Kebangkitan

 - Hari Kemenangan 

- Kehidupan Baru



Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

IR 1 Paskah Kebangkitan Yesus Kristus GPdI Pusat Airmadidi 310324


WARTA EDISI 31 MARET 2024 ( EDISI PASKAH KEBANGKITAN YESUS KRISTUS )

 JADWAL SEPEKAN













MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2024 : " UNLIMITED LOVE " ( KASIH TANPA BATAS ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #UnlimitedLove #KasihTanpaBatas #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA

RENUNGAN EDISI 31 MARET 2024 ( EDISI PASKAH KEBANGKITAN YESUS KRISTUS )

  RENUNGAN HARIAN




RENUNGAN SENIN
Bacaan: 1 PETRUS 4:12-19

Bacaan Setahun: Hakim-hakim 19-21

Nas: Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. (1 Petrus 4:13)


Bersukacita Saat Menderita

Rasul Petrus mengulang-ulang nasihat dan penghiburannya bagi orang percaya yang menderita. Seakan-akan pengulangan ini menyiratkan bahwa orang kristiani rawan menderita. Sekalipun menghidupi kebaikan dan kebenaran, mereka tetap harus bersiap jika diperhadapkan pada kemungkinan adanya aniaya dan derita karena iman. Bahkan perkara ini menjadi tantangan yang tersulit bagi orang kristiani.

Meski demikian, Rasul Petrus mengingatkan umat untuk tidak heran dengan penderitaan orang benar. Sebab terang orang benar sulit bersatu dengan kegelapan dunia. Karena itu, penderitaan menjadi ladang pengujian kesungguhan hati, kekuatan, kesabaran serta pemurnian iman. Kristus pun telah lebih dulu mengalami hal yang demikian. Tak heran jika Rasul Petrus mengajak umat untuk bersukacita saat harus turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Karena ini berarti kita bersatu dengan Dia. Dengan demikian, kita juga akan turut bersukacita pada waktu Dia datang kembali untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Ada penderitaan yang memang harus membuat kita merasa malu. Menderita karena menjadi pembunuh, pencuri, penjahat, mencampuri urusan orang lain, serta segala yang melawan kehendak Allah. Namun, ketika kita dihina karena mengikut Kristus, dan melakukan kehendak-Nya dalam kebenaran, kita tak perlu malu sebab ini berarti Roh kemuliaan Allah ada di dalam diri kita. Karena itu, apabila Allah menghendaki kita menderita, jangan kehilangan sukacita! Jalani saja dengan penyerahan diri kepada Tuhan, sambil senantiasa mengingat bahwa Allah akan selalu menepati janji-Nya. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
SEBAGAI ORANG BERIMAN BERSUKACITALAH MENDERITA
KARENA KEBENARAN, BUKAN KARENA DOSA.

* * *


RENUNGAN SELASA
Bacaan: MAZMUR 22:1-6

Bacaan Setahun: Rut 1-4

Nas: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. (Mazmur 22:2)


Ditinggalkan Allah

Kebenaran itu seperti matahari. Ia senantiasa ada, bercahaya dan panas berpijar. Mungkin saja kadang-kadang mendung menyaputnya, atau tudung hutan menutupinya. Bisa jadi terkurung di gedung bertingkat mengalangi kita melihatnya, dan sergapan hawa ber-AC membuat kita tak menyadari sengatan panasnya. Malam pun secara rutin menyembunyikannya. Namun, alangkah bodohnya jika kita lalu menyatakan bahwa matahari itu tidak hadir dan tidak ada.

Melalui Mazmur 22, Daud berseru kepada Allah agar melepaskannya dari cercaan dan siksaan musuh. Di ayat 2, ia menggambarkan kepedihan hatinya karena merasa ditinggalkan dan diabaikan oleh Allah. Doa-doanya tidak terjawab. Pertolongan-Nya tidak kunjung terulur. Pertanyaannya menyiratkan betapa penting persekutuan dengan Allah bagi-Nya. Ia sungguh-sungguh menyadari bahwa "di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yoh. 15:5). Namun, meskipun merasa ditinggalkan, ia tidak kehilangan kepercayaannya. Nyatanya, ia tidak berdiam diri, tetapi tetap berseru kepada Allah, dan ia menyebut Allah sebagai "Allahku"!

Sebagaimana pengalaman Daud, kadang-kadang kita sulit merasakan hadirat Allah dalam hidup kita. Kehadiran-Nya tidak selalu nyata bagaikan matahari terik di tepi pantai. Kabut pencobaan dapat mengaburkan cahayanya, "AC kenyamanan" menepiskan kehangatannya, dan malam gulita yang mencekam jiwa menggerogoti kepercayaan kita. Namun, alangkah bodohnya jika kita kemudian berhenti percaya! --ARS/www.renunganharian.net

* * *
KETIKA GELAP MALAM MENUTUPI HADIRAT ALLAH,
TETAPLAH BERTAHAN DAN BERSERU DALAM PENGHARAPAN!

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: MATIUS 26:57-68

Bacaan Setahun: 1 Samuel 1-3

Nas: Namun, Yesus tetap diam. Lalu kata imam besar kepada-Nya, "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami apakah Engkau Mesias, Anak Allah." (Matius 26:63)


Suara yang Didengar

Iri hati karena Yesus memudarkan pengaruh mereka, ahli-ahli Taurat dan tua-tua berusaha mencari kesaksian palsu demi membuktikan Yesus bersalah. Supaya menurut hukum Taurat mereka bisa menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya. Yesus yang tetap diam menghadapi segala tuduhan membuat Imam Kepala gusar dan mengharapkan Dia segera berbicara. Mereka memancing Yesus mengatakan sesuatu yang dapat dipakai untuk mendakwa-Nya.

Bersuara lebih dulu dengan keras dan berani, membuka peluang untuk lebih didengar. Benar atau salah, orang cenderung menilai informasi yang pertama mereka dengar sebagai kebenaran. Selanjutnya, informasi susulan yang dianggap benar adalah info yang mendukung anggapan mereka. Bukan mencari kebenaran, yang mereka cari adalah legitimasi. Tak heran ketika Yesus diam, para pendakwa-Nya merasa gusar. Mereka ingin Dia segera bicara, memperkatakan sesuatu yang dapat mendukung dakwaan mereka sebagai dasar untuk menghukum-Nya.

Berani berbicara itu baik. Namun, orang benar tidak sembarangan bicara. Orang benar berbicara atas dasar hikmat dalam kebenaran Ilahi, bukan untuk tujuan yang jahat. Sebab mereka paham, kesaksian palsu menuntut tanggung jawab besar sekalipun tampak menang dan kuat, bahkan mendapat banyak dukungan. Sebaliknya, menghidupi kebenaran mungkin selalu dianggap salah apa pun yang dilakukan (baik diam atau bertindak). Namun, kalah tidak selalu berarti salah, karena ketika diadili, kebenaranlah yang sesungguhnya mengadili kejahatan-sekalipun mungkin kebenaran tampak dilecehkan. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
KEMENANGAN TIDAK SELALU BERUPA KEBERHASILAN MENGUASAI DUNIA,
MELAINKAN JUGA DALAM MENGUASAI DIRI.

* * *



RENUNGAN KAMIS
Bacaan: EFESUS 4:1-16

Bacaan Setahun: 1 Samuel 4-8

Nas: Tidak! Sebaliknya kita harus menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih, sehingga dalam segala hal kita makin lama makin menjadi sempurna seperti Kristus, yang menjadi kepala kita. (Efesus 4:15, BIS)


Hal-Hal yang Benar

Apakah yang memulihkan Petrus dari dosanya? Film The Passion of the Christ menyodorkan petunjuk menarik. Pada saat Yesus diadili, berlawanan dengan janjinya pada saat perjamuan terakhir, Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Ketika kemudian matanya bertatapan dengan mata Sang Guru, hati Petrus tercekat. Ia berlari ke luar dan dengan terbata-bata mengakui dosanya kepada Maria, ibu Yesus, Yohanes, dan Maria Magdalena.

Dengan kata lain, Petrus berlari kembali kepada komunitas orang-orang percaya dengan mengakui kelemahannya. Komunitas itu merengkuhnya, dan mendukungnya untuk memperoleh anugerah dan kesempatan baru.

Pengalaman Petrus tersebut sejajar dengan pengajaran Paulus. Untuk menghadapi penyesatan, Paulus menasihati jemaat di Efesus untuk "menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih" terhadap satu sama lain. Apakah hal-hal yang benar itu? Paulus mengacu pada identitas baru mereka di dalam Kristus, bahwa mereka adalah ciptaan baru di dalam Kristus, bahwa mereka adalah anggota tubuh Kristus. Melalaikan identitas sejati tersebut membuat orang percaya rentan terhadap penyesatan dan pencobaan.

Terhadap orang yang bergumul dengan dosa, dengan demikian, motivasi paling efektif bukan mendorong mereka berfokus pada dosa, menyesalinya, dan berusaha memperbaiki dengan kekuatan sendiri. Sebaliknya, kita dapat mengajak mereka berfokus pada Tuhan dan kebaikan-Nya, serta identitas baru yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka: anak Allah. --ARS/www.renunganharian.net

* * *
KESADARAN AKAN IDENTITAS BARU KITA SEBAGAI ANAK ALLAH
ADALAH SENJATA AMPUH UNTUK MELAWAN TIPU MUSLIHAT IBLIS.

* * *



RENUNGAN JUMAT

Bacaan: LUKAS 23:33-43

Bacaan Setahun: 1 Samuel 9-12

Nas: [Yesus berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."] Lalu mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34)


Doa Pengampunan dari Yesus

Kapan terakhir kali Anda mengucapkan pengampunan atas perbuatan orang lain yang membuat hati Anda terluka? Dalam situasi apakah pengampunan itu Anda ucapkan? Apakah saat itu Anda memberikan pengampunan dengan sungguh-sungguh, seraya menyerahkan hak untuk membalas kepada Allah? Berdasarkan pengalaman pribadi saya terkait mengampuni orang lain, bukanlah perkara yang mudah untuk mengampuni orang lain. Beberapa orang bahkan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun sebelum dapat mengampuni dengan sungguh-sungguh.

Doa pengampunan Yesus ucapkan saat tergantung di kayu salib. Menuliskan kisah pengampunan Yesus itu jauh lebih mudah daripada ketika pengampunan itu menjadi pengalaman pribadi. Merenungkan permohonan Yesus kepada Bapa sungguh terasa menggetarkan hati, karena Yesus mencoba "melunakkan hati Bapa-Nya" terhadap orang-orang yang telah menyalibkan Yesus, sebagai Putra Tunggal Allah. Bagi sebagian orang, tindakan Yesus ini sukar untuk dipahami, tetapi inilah yang hendak Yesus teladankan untuk diikuti oleh para murid-Nya, termasuk bagi kita yang percaya kepada-Nya.

Seseorang pernah berkata, "Membalas itu manusiawi, tetapi mengampuni itu Ilahi." Memang sifat dosa membuat kecenderungan menuntut balas itu ada, tetapi Yesus tak pernah mengajarkan soal pembalasan, bahkan sampai akhir hidup-Nya. Jika kita berani menyebut diri kita sebagai pengikut Kristus, berarti mulai hari ini hanya ada satu opsi ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk membalas atau mengampuni. Manakah yang akan kita pilih? --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
SEJATINYA, PENGAMPUNAN BUKANLAH PILIHAN,
MELAINKAN PERINTAH YANG HANYA PERLU DITAATI.

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: YOHANES 13:21-30

Bacaan Setahun: 1 Samuel 13-14

Nas: Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." (Yohanes 13:21, TB)


Menolak Anugerah

Umumnya, orang meluapkan perasaan haru untuk mengungkapkan suatu kebahagiaan atau kegembiraan walau sesekali ditandai dengan menetesnya air mata. Kita terharu ketika menyaksikan seseorang yang penuh perjuangan akhirnya berhasil menjadi juara. Para orang tua terharu saat akhirnya melihat anaknya lulus menjadi sarjana.

Namun, Yesus menunjukkan rasa haru kepada seseorang untuk alasan yang berbeda. Yesus terharu bukan karena merasa bahagia, tetapi kesedihan yang teramat besar karena tahu bahwa ada seorang dari para murid yang akan mengkhianati-Nya. Rasa haru Yesus tidak ditunjukkan-Nya dengan kemarahan karena Ia dikhianati, sebaliknya, justru Ia sedang menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada Yudas Iskariot. Kasih Yesus kepada Yudas sesungguhnya Ia tunjukkan dengan memberikan roti yang telah dicelupkan pada saat perjamuan Paskah. Inilah sebuah kebiasaan yang dilakukan sebagai tanda hormat tuan rumah kepada tamunya. Ini juga berarti sebuah kesempatan atau anugerah agar Yudas sadar dan bertobat. Sayang, Yudas hanya bersedia menerima roti, tetapi menolak anugerah-Nya! Yudas memilih untuk melaksanakan niat jahatnya itu dan tidak bertobat.

Sikap Yudas mengingatkan kita tentang orang-orang yang menolak Yesus dan anugerah-Nya. Sekalipun tampaknya ia termasuk bagian sebagai pengikut Yesus, tetapi sesungguhnya hatinya menolak-Nya. Ia sesungguhnya tidak kekurangan anugerah dan kesempatan untuk bertobat dan menerima janji Tuhan. Tuhan terharu sedih ketika melihat ada niat jahat di hati kita. Hari ini Ia datang dan memberikan anugerah-Nya. Apakah kita bersedia menerima anugerah-Nya dan menghentikan niat jahat kita? --SYS/www.renunganharian.net

* * *
KETIKA KITA LEBIH SUKA MENGIKUTI KEHENDAK DOSA DARIPADA
KEHENDAK ALLAH, KITA TELAH MENOLAK ANUGERAH-NYA.

* * *



MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2024 : " UNLIMITED LOVE " ( KASIH TANPA BATAS ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #UnlimitedLove #KasihTanpaBatas #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan2024 #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA

Jumat, 29 Maret 2024

Ps. Calvin Waworuntu " Paskah "

 Ps. Calvin Waworuntu " Paskah "


Rom. 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (TB)

Rom. 1:16-17
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." (TB)

Yoh. 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (TB)

Rom. 11:17-20
Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! (TB)

Rom. 11:23-24
Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri. (TB)

Rom. 8:33-34
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? (TB)

Kej. 6:6
maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. (TB)

Maz. 22:7
Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. (TB)

Rom. 8:37
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (TB)


POINT" PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

" Paskah "

 - Zaitun Yang Sejati, Persembahkan Tubuhmu, Membenarkan, Perjalanan Lebih dari Pemenang - Ibadah Yang sejati - Tuhan Yang membenarkan Hidupku


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

IR Paskah Kematian Yesus Kristus GPdI Pusat Airmadidi 290324