Pages - Menu

Halaman

Kamis, 30 November 2023

Ps. Gilbert Lumoindong " Hidup Oleh Iman "

 Ps. Gilbert Lumoindong " Hidup Oleh Iman "


Ibrani 10:37-39 (TB)  "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 
Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

" Hidup Oleh Iman "

 - Iman Membuat kita Asik & Menyenangkan

 - Tuhan Tak Pernah Gagal

 - Iman Bersaksi 

- Kemajuan Peningkatan

 - Semangat & Sukacita

 - Sedikit Waktu


Ps. Gilbert Lumoindong  ( Jakarta )

KKR Pra Natal GPdI Pusat Airmadidi 301123

Minggu, 26 November 2023

Ps. Calvin Waworuntu " Tuhan Mengerti & Pahami "

 Ps. Calvin Waworuntu 

" Tuhan Mengerti & Pahami "


Wahyu 2:2 (TB)  Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

Efesus 6:16 (TB)  dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

1 Korintus 3:14 (TB)  Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 

Wahyu 2:10 (TB)  Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

1 Korintus 2:9 (TB)  Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

" Tuhan Mengerti & Pahami "

- Aku Tahu Mengerti & Memahami 

- Pekerjaan & Jerih lelah hasilnya adalah Upah  

- Ketekunan Menghasilkan Mahkota, Kairos Tuhan


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

Ibadah Raya 2 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 261123

Sabtu, 25 November 2023

Ps. Calvin Waworuntu Menuju Tujuan Tuhan " Kepentingan Tuhan "

 Ps. Calvin Waworuntu Menuju Tujuan Tuhan 

" Kepentingan Tuhan " 


‭‭Matius‬ ‭6:1‭-‬4‬ ‭TB‬‬
[1]  ”Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. [2] Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. [3] Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. [4] Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

‭‭2 Timotius‬ ‭3:5‬ ‭TB‬‬
[5] Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 

‭‭1 Korintus‬ ‭15:58‬ ‭TB‬‬
[58] Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.


POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 Menuju Tujuan Tuhan 

" Kepentingan Tuhan " 

- Pengakuan Surga Tentang Kita 

- Roh Agamawi 

- Memberi, Jaga Hati

- Kepentingan Kerajaan Allah

- Perhatikan Tujuan Kita


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

Ibadah Raya 1 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 261123

WARTA EDISI 26 NOVEMBER 2023

 WARTA SEPEKAN














MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA 



Jumat, 24 November 2023

RENUNGAN EDISI 26 NOVEMBER 2023

RENUNGAN HARIAN

 



RENUNGAN SENIN
Bacaan: KELUARAN 18:13-27

Bacaan Setahun: Roma 4-7

Nas: Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik seperti yang kaulakukan itu." (Keluaran 18:17)


Kritik yang Cantik

Kritik diartikan sebagai kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Umumnya, kita tidak suka dikritik, apalagi jika kritik itu bernada menjatuhkan, merendahkan dan melemahkan semangat. Sejujurnya, kita lebih suka mengkritik, walaupun penilaian yang kita berikan belum tentu baik dan benar.

Ketika Yitro melihat bagaimana cara Musa sepanjang hari menangani persoalan umat Israel, sang mertua menilainya sangat buruk, baik bagi Musa maupun bagi seluruh umat itu. Tidak efektif dan tidak efisien. Lalu Yitro memberikan solusi, dengan mengusulkan agar Musa mengangkat pemimpin-pemimpin untuk mengepalai 10, 50, 100 dan 1.000 orang. Pemimpin ini diangkat dengan kualifikasi yang ketat, baik dari keterampilan, kesaksian hidup, maupun ketaatannya kepada Tuhan. Setiap orang membawa masalahnya terhadap sang pemimpin, dan hanya masalah-masalah yang tak bisa mereka selesaikanlah yang akan dibawa kepada Musa. Hasilnya, semua bangsa itu puas dan bersukacita.

Kritik yang disampaikan dengan motivasi, cara dan tujuan yang baik tentulah sangat berharga. Apalagi jika disampaikan dengan alternatif solusi yang jitu, serta selaras dengan firman Tuhan (ay. 23). Itulah kritik yang cantik. Itulah hendaknya yang kita harapkan dari orang lain. Itu pulalah yang sepatutnya kita berikan ketika kita menilai atau mengkritik sesuatu atau seseorang. Dan tentunya, itu adalah buah hikmat yang lahir dari pengenalan kita yang benar terhadap Allah. --HT/www.renunganharian.net

* * *
"MASALAH DENGAN KEBANYAKAN DARI KITA ADALAH KITA LEBIH SUKA DIHANCURKAN
OLEH PUJIAN DARIPADA DISELAMATKAN OLEH KRITIK."-NORMAN VINCENT PEALE

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: ROMA 2:1-11

Bacaan Setahun: Roma 8-10

Nas: Apakah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidak tahukah engkau bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (Roma 2:4)


Bertobat karena Kebaikan-Nya

Begitu mendengar tentang pertobatan, orang cenderung bertanya: Bagaimana kita bertobat? Langkah-langkah apa saja yang perlu saya lakukan untuk bertobat? Fokusnya pada diri kita. Fokusnya pada usaha kita.

Tak heran kalau kemudian kita terjebak dalam siklus yang meletihkan: Mencoba. Gagal. Putus asa. Mencoba lagi. Gagal lagi. Putus asa lagi. Mencoba lebih keras. Gagal lebih parah. Putus asa kian menjadi-jadi. Ganjilnya, kita mendorong orang lain ikut menjalani lingkaran setan ini.

Alkitab memulai pertobatan dari titik yang berbeda. Bukan lagi berfokus pada diri kita atau usaha kita. Bukan. Rasul Paulus menulis bahwa "maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan" (ay. 4). Pertobatan itu berpangkal pada kemurahan Allah. Bersumber dari kebaikan-Nya.

Karena itu, cara efektif untuk bertobat tampaknya bukanlah dengan berkubang dalam rasa bersalah, menyesali dosa, atau bertekad untuk menghentikan perbuatan buruk dan tidak mengulanginya lagi, melainkan dengan menyambut dan merayakan kemurahan hati Allah. Memenuhi pikiran kita dengan kesadaran bahwa Allah itu kasih. Mengingat bahwa Allah mengasihi kita seperti Dia mengasihi Yesus. Bersukacita karena Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan tanpa syarat. Bersyukur atas pemberian-Nya yang baik dan anugerah-Nya yang sempurna. Kesadaran inilah yang akan memotivasi perubahan sikap dan pikiran kita terhadap Allah, menggugah kita untuk berbalik kepada-Nya, merayakan kasih-Nya. --ARS/www.renunganharian.net

* * *
MENYAMBUT KASIH ALLAH SEHINGGA MEMENUHI HATI KITA
AKAN MENGUBAH CARA PANDANG, POLA PIKIR, DAN SIKAP KITA.

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: BILANGAN 16:1-35

Bacaan Setahun: Roma 11-13

Nas: "Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang." (Bilangan 16:14)


Menghadapi Penentangan

Salah satu tantangan bagi pemimpin ialah ketika otoritasnya dipertanyakan, bukan hanya oleh mereka yang dipimpinnya, melainkan juga oleh rekan pemimpin lainnya. Wibawanya dirongrong, perintahnya sengaja dilanggar, dan itu ditunjukkan di depan umum. Bagaimana jika kita berada dalam posisi itu?

Korah, seorang Lewi mengajak 250 pemimpin terkemuka bersamanya untuk menentang Musa. Mereka menuduh Musa sendirilah yang meninggi-ninggikan dirinya atas mereka. Mereka tidak mengakui bahwa Musa adalah pemimpin pilihan Tuhan. Artinya, mereka menuduh Musa, bahkan Tuhan sendiri, sebagai pendusta. Mereka juga tidak percaya terhadap janji-janji Allah, termasuk mengenai hidup berkelimpahan di Tanah Perjanjian.

Lalu, apa tanggapan Musa? Ia bersujud, menundukkan wajahnya ke tanah, menunjukkan kesedihannya. Ia menjelaskan bahwa Allah sendiri yang memberi mereka tanggung jawab yang berbeda. Orang-orang Lewi bahkan diberi keistimewaan untuk melayani di Kemah Suci. Lalu Musa memanggil mereka untuk bersama-sama mendengarkan ketetapan Tuhan, tetapi lagi-lagi mereka menolak. Jelaslah bahwa sebenarnya Tuhan sendirilah yang mereka tentang. Akibatnya, mereka ditimpa penghukuman mengerikan dari Allah.

Seperti Musa, kita hendaknya membawa setiap penentangan yang kita hadapi kepada Tuhan, serta memastikan bahwa kita berjalan sesuai kehendak-Nya. Tidak perlu reaktif dan bertindak emosional. Namun kita tetap berupaya menyelesaikannya dengan baik. Jika penentangan itu sebenarnya karena ketidaksediaan mereka menaati Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan beperkara dengan mereka. --HT/www.renunganharian.net

* * *
KITA TIDAK PERLU BERKECIL HATI BERHADAPAN DENGAN PARA PENENTANG,
ASALKAN KITA MELANGKAH DALAM KETAATAN DI JALAN ALLAH.

* * *



RENUNGAN KAMIS
Bacaan: LUKAS 6:20-26

Bacaan Setahun: Roma 14-16

Nas: "Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat." (Lukas 6:22)


Menderita tetapi Berbahagia

Sejak kecil, saya terbiasa hidup di lingkungan dengan mayoritas teman-teman sebaya yang belum percaya kepada Kristus. Meskipun tidak sampai dibenci, tetapi beberapa kali saya mengalami ketidaknyamanan ketika ada di antara mereka yang hendak membelokkan iman saya kepada Kristus. Namun, saya juga mengenal beberapa orang yang sempat mengalami pengucilan hanya karena mereka dan keluarganya dikenal sebagai pengikut Kristus.

Berbicara soal perlakuan negatif yang dialami oleh pengikut Kristus, Yesus sendiri pernah berkata bahwa hal tersebut seharusnya menjadi sesuatu yang membahagiakan-bahkan jika karena iman kepada Kristus, kita harus menderita karena dibenci, dikucilkan, atau ditolak secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Dengan menggunakan pengalaman para nabi yang "dianiaya" karena iman mereka kepada Allah, kita pun patut bersukacita ketika diizinkan Allah mengalami hal tersebut, sambil berpegang pada janji firman "... sebab sesungguhnya, upahmu besar di surga" (ay. 23), meski hal itu tidak mudah dan terasa berat bagi kita.

Dalam hal ini, ketepatan memilih fokus hidup menjadi kuncinya. Kalau fokus kita pada perlakuan negatif atau perasaan sakit hati, maka kita tidak dapat melihat akan indahnya janji yang firman Allah sampaikan bahwa upah kita akan besar di surga nanti. Namun sebaliknya, ketika dengan iman kita menyambut ajaran Tuhan Yesus ini, ketidaknyaman atau penderitaan seberat apa pun, niscaya akan mampu kita lalui dalam kasih karunia, kekuatan, dan pertolongan dari Roh Kudus. --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
MENDERITA KARENA IMAN DI DALAM KRISTUS ADALAH KEHORMATAN,
KARENA TAK SEMUA ORANG PERCAYA DIIZINKAN UNTUK MENGALAMINYA.

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: WAHYU 3:14-22

Bacaan Setahun: 1 Korintus 1-4

Nas: "Siapa yang Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu, bersungguh-sungguhlah dan bertobatlah!" (Wahyu 3:19)


Teguran dan Hajaran Kasih

Ketika kanak-kanak, saya sering protes kepada ibu. Sebab, setiap ada keributan saat bermain dengan teman, sayalah yang kena tegur. Terlebih jika saya berusaha membenarkan diri. Ibu malah memarahi saya. Tentu saya jengkel. Namun, di akhir kemarahannya ibu selalu mengatakan, "Ibu marah sama kamu karena kamu anak Ibu. Ibu peduli sama kamu! Ibu marah karena Ibu sayang kamu!"

Jemaat Laodikia menjadi sombong karena merasa memiliki segalanya. Mereka menganggap kekayaan dan kemakmuran sebagai bukti bahwa Allah berkenan dan memberkati kehidupan mereka. Mereka menilai diri terlalu tinggi. Mereka membangun kepercayaan diri di atas kekuatan manusia. Karena itu, Kristus merasa muak dengan sikap mereka yang merasa diri tidak kekurangan apa-apa. Kristus bahkan akan memuntahkan mereka. Namun demikian, Kristus tetap menunggu pertobatan mereka. Karena itulah, Kristus memberikan peringatan yang didasari oleh dorongan yang kuat dan penuh rahmat. Teguran dan hajaran-Nya adalah pernyataan kasih-Nya guna membawa pertobatan yang menyelamatkan.

Hardikan firman Allah mungkin tampak sebagai kata-kata yang keras dan teguran-teguran yang berat. Namun, itu adalah pertanda kehendak baik-Nya yang timbul dari kasih. Sebelum emosi negatif menguasai, baiklah kita sadari betapa malangnya orang yang menolak setiap teguran dan hajaran dalam kasih ini. Akui saja kelemahan diri, lalu datanglah kepada Kristus dengan kemiskinan dan kehampaan. Sebab inilah yang memungkinkan kita beroleh kekayaan rohani dan kepuasan sejati. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
TEMPAAN YANG KERAS MEMBENTUK BESI MENJADI SAMURAI, KERASNYA
TEGURAN DAN HAJARAN TUHAN MEMBENTUK KITA KUAT DI DALAM IMAN.

* * *




RENUNGAN SABTU
Bacaan: MAZMUR 116:12-19

Bacaan Setahun: 1 Korintus 5-9

Nas: Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN. (Mazmur 116:13)


Berhasil dan Memuliakan Tuhan

Sepasang suami-istri yang sedang mencari rumah baru, diantar seorang pemasar memasuki satu rumah yang dari luar tampak menarik. Namun, begitu membuka pintu mereka terkejut melihat suasana ruang tamu yang dihiasi oleh berbagai macam hewan yang diawetkan. "Hewan-hewan ini menjadi semacam trofi kemenangan dari pemilik rumah yang hobi berburu, " ujar si pemasar. Meski agak terkejut, mereka tetap menyelesaikan kunjungan singkat di rumah itu sebelum melihat beberapa rumah lain yang akan mereka jadikan bahan pertimbangan sebelum memilih.

Dalam hidup ini, ada banyak cara dilakukan orang untuk menunjukkan bukti kemenangan agar dilihat oleh orang lain, lalu mendapat pengakuan. Sebagian lagi melakukannya supaya mendapat catatan positif sebagai portofolio untuk meraih jenjang karier yang lebih tinggi. Ada yang memajang piala, piagam penghargaan, medali, hingga yang belakangan sedang tren adalah sertifikat elektronik. Hal itu tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan wajar, tetapi bagi orang percaya, setiap bukti kemenangan seharusnya dapat dipakai sebagai sarana untuk memuliakan Tuhan. Inilah yang dimaksudkan oleh Daud, "Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN."

Sesungguhnya bagi kita orang percaya, tak ada kemenangan dan keberhasilan yang tidak disertai campur tangan Tuhan di dalamnya. Jadi, mengapa kita tidak menggunakan kesempatan yang baik itu-setiap kali Tuhan izinkan kita meraih kemenangan atau keberhasilan-untuk memuliakan Dia, memberitakan keselamatan, dan menyerukan nama-Nya? --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
DALAM SETIAP KEMENANGAN DAN KEBERHASILAN KITA,
NAMA TUHAN LAYAK DITINGGIKAN.

* * *





MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
& JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya " ( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA


Rabu, 22 November 2023

Ps. Calvin Waworuntu Revolusi Penyembahan " Menyembah Tuhan "

Ps. Calvin Waworuntu  Revolusi Penyembahan

 " Menyembah Tuhan "


Matius 28:16-17, 20 (TB)  Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 
Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Wahyu 19:6 (TB)  Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 

Roma 12:1 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Matius 28:18 (TB)  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

  Revolusi Penyembahan " Menyembah Tuhan "

- Pandang Pada Yesus 

- Berfokus pada Tuhan Jangan Ragu-ragu


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala Jemaat )

Worship Night GPdI Pusat Airmadidi 221123