Pages - Menu

Halaman

Minggu, 29 Oktober 2023

Ps. Calvin Waworuntu Serial Khotbah Kedalaman Akan Firman " Berpengalaman dengan Tuhan "

 Ps. Calvin Waworuntu Serial Khotbah Kedalaman Akan Firman 

" Berpengalaman dengan Tuhan "


Matius 28:20 (TB)  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

2 Timotius 3:1 (TB)  Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 

1 Tesalonika 5:23 (TB)  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.


POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN:

 Serial Khotbah Kedalaman Akan Firman " Berpengalaman dengan Tuhan "

- Dan Ketahuilah = Mempengaruhi Percaya, Kita Berpengalaman dengan Tuhan

- Penyertaan Firman, Akhir Zaman,


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala GPdI JPA )

Ibadah Raya 1 GPdI Pusat Airmadidi 290923

Sabtu, 28 Oktober 2023

Pdt. Daniel Senduk " Pertolongannya Tidak Terduga "

 Pdt. Daniel Senduk 

" Pertolongannya Tidak Terduga " 


1 Korintus 2:9 (TB)  Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."  

Roma 8:28 (TB)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

1 Korintus 15:57-58 (TB)  Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Efesus 6:10 (TB)  Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 

Lukas 12:22 (TB)  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

Filipi 4:6 (TB)  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

1 Yohanes 3:23 (TB)  Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. 

Mazmur 91:1 (TB)  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

Kejadian 22:14 (TB)  Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."



POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 " Pertolongannya Tidak Terduga " 

- Jangan Hatimu, Jangan Kuatir, Percaya, Mengasihi Tuhan


Pdt. Daniel Senduk  ( Tamu dari Sonder )

Ibadah Raya 1 GPdI Pusat Airmadidi 290923

WARTA EDISI 29 OKTOBER 2023

 WARTA SEPEKAN













MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA 



Jumat, 27 Oktober 2023

RENUNGAN EDISI 29 OKTOBER 2023

 RENUNGAN HARIAN


RENUNGAN SENIN
Bacaan: MAZMUR 127

Bacaan Setahun: Lukas 6-7

Nas: Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah-sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. (Mazmur 127:2)


Bergantung Tanpa Khawatir

Tuntutan biaya hidup saat ini menggentarkan banyak orang tua. Sebagian orang tua terpacu untuk bekerja di luar batas kekuatan. Akibatnya, keseimbangan antara kerja, makan, dan beristirahat pun terganggu. Kesehatan dikorbankan. Jangankan untuk mendidik anak dalam Tuhan, waktu kebersamaan pun sering dikorbankan. Sebagian lagi panik ketika pekerjaan tidak memuaskan dan penghasilan tambahan sulit diperoleh. Menghadapi jalan buntu, pikiran jahat pun kadang muncul tiba-tiba. Tidak jarang pertengkaran di rumah memperumit keadaan. Lalu bagaimanakah seharusnya?

Salomo mengingatkan bahwa segala yang kita lakukan menjadi sia-sia jika TUHAN tidak berkarya. Kita baru dapat membangun rumah atau keluarga, menikmati makanan hasil jerih payah kita, dan mendewasakan anak-anak kita dengan baik atas perkenan TUHAN. Namun, yang kita prioritaskan sering kali justru sebaliknya. Kita sibuk sendiri, jarang memulainya dengan berharap dan memohon Tuhan memimpin dan menyatakan kehendak-Nya. Kita bersikap seolah keluarga, studi, dan pekerjaan tidaklah terkait dengan Tuhan.

Sesungguhnya hidup kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Sekalipun hidup kita tidak pernah tanpa krisis dan masalah, Tuhan menghendaki kita hidup tanpa kekhawatiran. Tuhan ingin kita percaya bahwa Ia mengasihi kita. Kita hanya perlu menjaga agar hidup kita berkenan kepada-Nya. Lalu menjaga pula keseimbangan antara bekerja, berolah raga, berelasi, mendidik anak, dan beristirahat. --HEM/www.renunganharian.net

* * *
TUHAN INGIN KITA PERCAYA PENUH BAHWA IA MENGASIHI
DAN MEMELIHARA KITA BESERTA SELURUH KELUARGA.

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: AYUB 7

Bacaan Setahun: Lukas 8-9

Nas: "Oleh sebab itu aku pun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku." (Ayub 7:11)


Mengeluh dengan Jujur

Ketika kecil, saya dididik untuk selalu mengucap syukur atas semua hal yang terjadi dalam hidup. Ketika berdoa, saya diajari untuk fokus berterima kasih pada kebaikan-kebaikan Allah, dan cenderung untuk tidak menyebutkan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup saya. Adalah sesuatu yang "pantang" jika saya mengeluh dalam doa. Ketika semakin dewasa, saya menyadari bahwa hal-hal buruk sama pentingnya dengan hal-hal baik yang terjadi dalam hidup saya.

Ketika Ayub mengalami hal terberat dalam hidupnya, setelah kehilangan seluruh harta benda dan keluarganya, ia juga berkeluh kesah kepada Allah. Ayub berkata bahwa ia tidak akan menahan mulutnya, dan akan berbicara dalam kesesakan jiwanya, dan mengeluh dalam kepedihan hatinya (ay. 11). Tapi Ayub hanyalah mengeluh atas kondisinya, ia menyesalkan keadaannya saat itu, namun tidak mengutuki Allah seperti yang diprediksikan oleh iblis.

Mengeluh dan mengutuk adalah dua hal yang berbeda. Jika kita mengeluh, secara tidak langsung kita mengakui kelemahan kita. Jika kita mengutuk, itu sama dengan menyalahkan pihak lain atas segala hal buruk yang terjadi pada kita. Ayub memilih untuk mengeluh pada Allah dalam kesendirian dan keterasingannya. Kita juga sebaiknya mengeluh hanya kepada Allah, bukan kepada manusia lain. Keluhan yang kita sampaikan pada Allah haruslah jujur. Allah mengenal kita dengan sangat baik. Ketika kita memutuskan untuk jujur kepada-Nya, itu akan menjadi kesenangan bagi-Nya. Tidak ada salahnya mengeluh dengan jujur pada Allah. Karena Allah tahu hidup juga bisa menjadi berat. Dan Ia sangat ingin kita datang kepada-Nya dalam situasi-situasi terberat hidup kita. --REY/www.renunganharian.net

* * *
KEJUJURAN MEMBAWA KELEGAAN.

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: 1 SAMUEL 2:27-36

Bacaan Setahun: Lukas 10-11

Nas: "Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban (1 Samuel 2:29)


Jarkoni

Jarkoni adalah akronim dari Bisa Ujar Ora Bisa Nglakoni (Jawa), yang artinya bisa mengajar namun tidak bisa melakukan. Istilah ini dipakai untuk mengambarkan orang-orang yang memiliki kecenderungan senang menasihati orang lain, tanpa pernah menghidupinya.

Jarkoni dilakukan Eli kepada kedua anaknya yang tak menghormati Tuhan. Eli menegur mereka lantaran memandang rendah kurban sembelihan umat kepada Tuhan. Malangnya, Eli sendiri melakukan kesalahan yang sama. Alih-alih memberi keteladanan bagi mereka, Eli justru ikut menikmati korupsi dan manipulasi. Tak heran jika Eli tak berani mengambil tindakan yang lebih tegas untuk mendisiplin Hofni dan Pinehas. Bagaimana mungkin menasihati mereka dan membawanya menuju pertobatan jika ia pun melakukan dosa yang sama? Dapat dikatakan bahwa Eli justru lebih memiliki rasa takut kepada kedua anaknya ketimbang kepada Tuhan. Akibatnya, Tuhan membatalkan janji-Nya bagi keluarga Eli. Mereka tidak dapat lagi melayani Tuhan. Bahkan, mereka dikutuk tidak memiliki umur yang panjang. Jika ada yang masih tinggal hidup dari keturunannya pun, mereka akan mengemis demi menjabat sebagai imam, demi berjuang bagi perutnya yang lapar.

Belajar dari Eli, janganlah kita mengharapkan anak-anak memiliki ketaatan kepada Tuhan, jika kita sebagai orang tua pun tak memiliki ketaatan. Alangkah baiknya kita senantiasa mengupayakan ketaatan dan kekudusan kepada Tuhan. Selain memberikan keteladanan bagi anak-anak kita, bukankah menjadi taat dan kudus adalah cara kita menghormati Allah? --EBL/www.renunganharian.net

* * *
KARENA PENGHORMATAN TERTINGGI KEPADA ALLAH NYATA
MELALUI KEKUDUSAN DAN KETAATAN UMAT KEPADA-NYA.

* * *



RENUNGAN KAMIS
Bacaan: PENGKHOTBAH 3:1-15

Bacaan Setahun: Lukas 12-13

Nas: Ada waktu untuk mengasihi .... (Pengkhotbah 3:8)


Mengasihi Selagi Masih Ada

Agus sempat menyesali keputusannya ketika ia harus membawa keluarganya untuk kembali ke luar Jawa, karena masa liburan telah selesai. Pasalnya, ia pergi meninggalkan sang ayah yang dalam kondisi sakit. "Mengapa aku tidak tinggal barang sehari lagi, sehingga paling tidak aku dapat melihat saat terakhir ayah yang aku kasihi?" sesalnya. Ya, tak lama setelah Agus dan keluarganya tiba di tujuan, mereka mendengar sang ayah meninggal dunia. Alhasil, mereka pun harus kembali pulang untuk mengantarkan sang ayah menuju peristirahatan terakhirnya.

Fakta kehidupan menunjukkan bahwa waktu kematian manusia memang tak bisa diketahui. Sebagian orang mendapat kesempatan melepas kepergian orang yang mereka kasihi, bahkan sempat menutupkan kelopak mata sambil mendekap untuk terakhir kalinya. Namun, ada pula orang-orang yang tak memiliki kesempatan itu karena satu dan lain hal. Itulah bagian dari misteri kehidupan, dimana ada kehendak Allah yang turut bekerja di sana. Nas renungan hari ini mengingatkan kita mengenai waktu atas segala sesuatu di bawah langit. Selain waktu untuk meninggal, ada pula waktu untuk menikmati waktu bersama orang-orang yang dekat dengan hati kita, dengan cara mengasihi mereka ... sewaktu mereka masih hidup.

Pada saatnya, setiap manusia akan berpulang kepada-Nya. Namun, kenangan yang kelak akan melekat atas setiap orang yang kita kasihi, itulah yang perlu kita upayakan semasa hidup yang Allah karuniakan, dalam segala situasi yang Allah izinkan terjadi. Kira-kira apa yang telah dan akan kita lakukan? --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
MENIKMATI KEHIDUPAN BERSAMA ORANG TERKASIH
ADALAH KEBAHAGIAAN YANG TAK TERNILAI HARGANYA.

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: MAZMUR 8

Bacaan Setahun: Lukas 14-16

Nas: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:4)


Manusia Hanya Sebuah "Apa"

Pernahkah kita merenung dan bertanya, "Siapakah manusia?" Ya, benar bahwa manusia adalah kita. Namun, kenyataan ini sering kali tidak kita refleksikan dalam kehidupan nyata, karena ke-aku-an kita yang lebih besar daripada keberadaan kita sebagai manusia yang lemah. Kita lebih berhasrat mengejar pengakuan dan hormat, memilih pamer diri untuk kebanggaan, atau bahkan sekedar menyibukkan diri dengan berbagai macam hal untuk memenuhi segala keinginan hidup.

Mazmur 8 mengungkapkan betapa mulianya Tuhan, dengan berkaca pada perhatian dan pemeliharaan Tuhan bagi seluruh ciptaan-Nya, termasuk kepada manusia. Oleh karena itu, Daud bermazmur, "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?" Menariknya, pemazmur menggunakan kata tanya "apa", dan bukan "siapa" dalam merujuk manusia. Padahal kata tanya "apa" digunakan untuk menanyakan suatu peristiwa atau bahkan suatu benda. Artinya, sang pemazmur tahu betul siapa dirinya di hadapan Tuhan, bahwa dia hanyalah "apa", dan bukan "siapa-siapa". Ia menyadari betul betapa rendahnya manusia di hadapan Tuhan. Namun, ia sungguh bersukacita, sebab Tuhan yang Mahakuasa bersedia mengingat dan bahkan mengindahkan manusia yang hanyalah "apa".

Daud mengajak kita untuk menyadari betul bahwa kita bukanlah siapa-siapa. Seberapa pun hebatnya kita, tinggi rendah jabatan kita, tidak lantas membuat kita menjadi serba bisa. Maka marilah kita menjalani hidup dengan rendah hati, dan bukan dengan kehebatan kita. --ZDP/www.renunganharian.net

* * *
RENDAH HATILAH, SEBAB KITA HANYA SEBUAH "APA" DI HADAPAN TUHAN.

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: 2 RAJA-RAJA 24:1-7

Bacaan Setahun: Lukas 17-18

Nas: ... Ia menyuruh mereka melawan Yehuda untuk membinasakannya sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan para hamba-Nya, yaitu para nabi. (2 Raja-raja 24:2)


Tuhan yang Berdaulat

Untuk melaksanakan hukuman yang telah ditetapkan-Nya terhadap Yehuda, Tuhan menggerakkan gerombolan-gerombolan Kasdim, Aram, Moab dan bani Amon untuk melawan Yoyakim, raja Yehuda. Dengan jelas tertulis bahwa "Tuhan menyuruh gerombolan-gerombolan Kasdim" itu menjadi jalan penggenapan firman-Nya atas Yehuda. Ini memiliki arti bahwa Tuhan berdaulat untuk menggerakkan hati siapa pun yang dikehendaki-Nya untuk melaksanakan rencana-Nya.

Atas dasar itulah kita pun belajar untuk percaya bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa seizin Tuhan. Tuhan yang mengatur semua peristiwa yang terjadi di bumi ini. Tuhan juga yang mengizinkan segala sesuatu terjadi, termasuk memakai hal-hal yang kita anggap "tidak mungkin" atau tak terpikirkan oleh kita untuk menggenapi janji-Nya. Tuhan berdaulat penuh atas segalanya. Dan dengan keyakinan akan kedaulatan Tuhan atas alam semesta ini selayaknya membuat kita tidak merasa cemas atas apa yang terjadi di dunia ini. Tuhan sanggup mengubah semua situasi dengan cara-Nya untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya.

Rangkaian situasi buruk yang terjadi di sekitar kita acapkali memang membuat kita begitu takut. Meskipun kita belum mengerti maksud Tuhan di balik setiap peristiwa buruk yang terjadi, namun kita tetap meyakini bahwa kasih karunia-Nya tetap tersedia bagi setiap orang yang mau berbalik kepada-Nya. Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya melalui setiap peristiwa untuk menyadarkan setiap orang agar berbalik dari jalannya yang jahat dan menerima kasih-Nya. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
BAHKAN BANGSA YANG TIDAK MENGENAL-NYA PUN DIPAKAI-NYA
UNTUK MEMBAWA PESAN PERTOBATAN BAGI UMAT PILIHAN-NYA.

* * *



MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
& JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya " ( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA


Rabu, 25 Oktober 2023

Pdt. Jemmy Sudin, S.Th " Siapakah Lawan Kita "

 Pdt. Jemmy Sudin 

 " Siapakah Lawan Kita " 


Roma 8:31-39 (TB)  Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."  
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Mazmur 108:10-13 (TB)  (108-11) Siapakah yang akan membawa aku ke kota yang berkubu? Siapakah yang menuntun aku ke Edom? 
(108-12) Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami, dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara kami? 
(108-13) Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia. 
(108-14) Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita. 

Yohanes 15:1-2 (TB)  "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Yohanes 15:7 (TB)  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.


POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 " Siapakah Lawan Kita " 

- Kehidupan Yang Menghasilkan Buah, Perjalanan Hidup Kekristenan, Lebih dari Pemenang, Firman Tinggal di dalamku, Cari Tuhan


Pdt. Jemmy Sudin, S.Th ( Tamu dari Tahuna )

Worship Night GPdI Jemaat Pusat Airmadidi 251023

Minggu, 22 Oktober 2023

Pdt. Efraim Sumbaluwu " Percayalah Kepada Tuhan "

 Pdt. Efraim Sumbaluwu 

" Percayalah Kepada Tuhan  "

Amsal 3:5-8 (TB)  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 

itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.


 Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,


 Keluaran 15:11 (TB)  Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?


 Ulangan 8:2-5 (TB)  Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 

Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.  

Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini.

Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.


 Matius 6:33 (TB)  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.


 Lukas 19:7-9 (TB)  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.


 Galatia 6:7 (TB)  Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.


" Percayalah Kepada Tuhan  "

 - Dia Pembuat Kejaiban, Dia Pemilihara Yang Sempurna, Tuhan Tertarik dari Hati, Responi Firman Tuhan, Imanmu harus Kokoh, Bangun Hubungan yang Intim dengan Tuhan, Jangan Sesat


Pdt. Efraim Sumbaluwu  ( Tamu dari Soroako Sulsel )

Ibadah Raya 2 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 220923