Pages - Menu

Halaman

Sabtu, 30 September 2023

Ps. Calvin Waworuntu Serial Khotbah Menuju Tujuan Tuhan " Anak Allah "

 Ps. Calvin Waworuntu Serial Khotbah Menuju Tujuan Tuhan " Anak Allah " 



Matius 5:9 (TB)  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Ayub 42:5 (TB)  Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 

Matius 3:17 (TB)  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." 

Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

1 Yohanes 4:4 (TB)  Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Galatia 3:26 (TB)  Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 

Galatia 3:29 (TB)  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. 

Kisah Para Rasul 1:8 (TB)  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Matius 6:9 (TB)  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Yesaya 59:1 (TB)  Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 

Hosea 5:15 (TB)  Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:


POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

  Serial Khotbah Menuju Tujuan Tuhan " Anak Allah " 

- Punya Otoritas, Menerima Warisan (Legacy), Memiliki Akses Langsung

- Membawa Damai= Berdamai dengan diri sendiri, Berdamai dengan sesama, Berdamai dengan Allah


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala GPdI JPA )

Ibadah Raya 1 Perjamuan Kudus GPdI Pusat Airmadidi 011023

WARTA EDISI 1 OKTOBER 2023

 WARTA SEPEKAN

















MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
&
JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya "
( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA 

Jumat, 29 September 2023

RENUNGAN EDISI 1 OKTOBER 2023

 RENUNGAN HARIAN





RENUNGAN SENIN
Bacaan: ROMA 1:8-17

Bacaan Setahun: Mikha 1-7

Nas: Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu-tetapi hingga kini selalu aku terhalang .... (Roma 1:13)


Mencari Cara Lain

Apakah Anda pernah berniat melakukan tindakan kebaikan kepada seseorang, namun tidak pernah terwujud pada akhirnya? Saya pernah. Bahkan, mungkin beberapa kali. Dan biasanya hal itu akan berakhir dengan penyesalan dan rasa bersalah. Meniatkan kebaikan sebenarnya hal yang mulia. Namun jika tidak terwujud, maka itu akan sia-sia belaka. Tidak ada artinya.

Mengapa sebuah niat baik tidak pernah terwujud? Barangkali kita tidak bersungguh-sungguh dalam mengupayakannya. Bisa saja memang terhambat oleh berbagai alasan, seperti kesibukan atau pekerjaan lain yang menyita lebih banyak perhatian. Namun jika kita menganggapnya penting, seharusnya kita menjadikannya prioritas atau menemukan cara lain untuk melakukan niat baik tersebut.

Saya merasa ditegur oleh apa yang Paulus lakukan. Ia mendengar bahwa kekristenan juga telah tersebar di ibu kota kekaisaran Romawi. Ia pun berkali-kali berencana mengunjungi jemaat di sana untuk menguatkan serta meneguhkan mereka. Juga untuk memberitakan Injil kepada lebih banyak orang di sana. Namun, niat itu selalu terhalang karena berbagai situasi. Lantas, apakah Paulus berhenti? Tidak!

Paulus memang tidak dapat mengunjungi mereka. Tapi ia mencari cara lain. Ia menulis surat untuk menyemangati mereka. Juga untuk mengajarkan iman Kristen yang lebih mendalam kepada mereka. Itulah yang kita kenal sebagai surat Roma dalam Alkitab. Biarlah ini jadi pengingat agar kita secara kreatif mengupayakan berbagai cara untuk mewujudnyatakan niat baik yang telah Tuhan tanamkan dalam hati kita. --HT/www.renunganharian.net

* * *
SEBERAPA PUN BAIKNYA NIAT SESEORANG, JIKA TIDAK DIBARENGI
DENGAN AKSI NYATA, HANYA AKAN BERAKHIR DENGAN KESIA-SIAAN.

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: YEREMIA 11:1-17

Bacaan Setahun: Nahum 1-Habakuk 3

Nas: "Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mendatangkan ke atas mereka malapetaka yang tidak dapat mereka hindari, dan apabila mereka berseru-seru kepada-Ku, maka Aku tidak akan mendengarkan mereka." (Yeremia 11:11)


Menutup Telinga-Nya

Sejatinya, Allah kita adalah Allah yang selalu rindu mendengarkan seruan doa kita. Bahkan Ia sendiri yang meminta kepada kita untuk datang mendekat kepada-Nya dan menyampaikan permohonan. Tetapi, sungguh mengejutkan ketika sekali waktu secara terang-terangan Ia berkata bahwa Ia tidak akan mendengarkan seruan umat-Nya bahkan akan mendatangkan malapetaka atas mereka. Apa yang telah terjadi?

Sesungguhnya Allah meminta bangsa Israel mendengarkan apa yang telah berulang-ulang diberitahukan dengan berbagai macam cara (ay. 8), namun "telinga" hati yang ditutupi kedegilan tidak mendengar apa-apa (ay. 9?10)! Setiap peringatan, teguran, dan nasihat Tuhan sama sekali tidak diperhatikan, sebaliknya hati mereka marah dan menolak, dan tidak jarang mereka membunuh nabi-nabi yang diutus Tuhan itu. Telinga mereka memerah. Bangsa itu tidak rela ditegur oleh Yeremia dan merancangkan rencana keji terhadapnya (Yer. 11:19). Sungguh, kedegilan hati merekalah yang membuat Allah "menutup telinga-Nya" terhadap seruan mereka, bahkan ketika malapetaka menimpa mereka (ay. 11?14).

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan teguran keras dan hajaran ketika kita mulai menyimpang dari pada-Nya. Ia bahkan melakukannya berulang kali dan Ia rindu kita bersedia mendengarkan-Nya lalu bertobat. Tetapi kitalah yang berulang kali menolak-Nya, telinga kita memerah mendengar teguran-Nya. Allah bukannya tidak mendengarkan seruan kita, tetapi kedegilan dan kekerasan hati kitalah yang menolak mendengarkan-Nya sekalipun Ia telah berulang kali berbicara kepada kita. Kiranya kita selalu rendah hati untuk memiliki telinga yang terbuka terhadap suara-Nya. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
SEJATINYA KEKERASAN HATI KITALAH YANG TELAH MENUTUP TELINGA-NYA
TERHADAP SERUAN DOA KITA.

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: YAKOBUS 4:13-17

Bacaan Setahun: Zefanya 1-Hagai 2

Nas: Sedangkan kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. (Yakobus 4:14)


Menyadari Penyertaan Allah

Dahulu saya kerap mengartikan perlindungan atau penyertaan Tuhan lewat hal-hal besar atau spektakuler. Namun, semakin lama saya mengiring Tuhan, saya justru menyadari bahwa penyertaan Tuhan pun dapat kita rasakan lewat hal-hal sederhana, yang mungkin selama ini kerap kita abaikan karena kita anggap biasa. Kita bahkan mungkin tergoda untuk berpikir, "Ah, kalau hal seperti ini sih, tidak perlu penyertaan Tuhan juga tidak masalah." Benarkah demikian?

Saya sangat bersyukur atas penyertaan Tuhan terhadap rantai sepeda motor yang masih terpasang pada tempatnya. Padahal, hari itu kami menempuh perjalanan jauh dengan rute menanjak, yang memerlukan kondisi rantai sepeda motor yang prima. Sesampainya di rumah, kami merasakan ada hal yang tidak beres pada rantai sepeda motor. Kami pun tak bisa menyangkal bahwa penyertaan Tuhan baru saja kami alami, seiring dengan doa yang kami daraskan sebelum meninggalkan rumah. Tuhan lebih dahulu mengetahui adanya bahaya yang mengintai perjalanan kami, lalu melindungi kami begitu rupa sehingga tidak ada hal yang membahayakan kami.

Yakobus menyebut kehidupan manusia yang sama seperti uap. Sama sekali tak ada yang dapat disombongkan karena sebenarnya ada banyak hal yang tak terduga dapat terjadi dalam mengarungi kehidupan kita. Itulah sebabnya kita perlu mengandalkan Dia, berserah penuh pada kehendak dan rencana-Nya, serta memohon penyertaan-Nya senantiasa. Percayalah bahwa penyertaan-Nya senantiasa Dia nyatakan dalam hidup kita, meskipun terkadang kita mungkin mengabaikannya. --GHJ/www.renunganharian.net

* * *
PENYERTAAN TUHAN ATAS UMAT-NYA TERJADI SETIAP HARI,
MESKIPUN KITA KERAP TAK MENYADARINYA.

* * *



RENUNGAN KAMIS
Bacaan: KEJADIAN 35:1-15

Bacaan Setahun: Zakharia 1-7

Nas: Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu." (Kejadian 35:2)


Saatnya Meninggalkan Dosa

Sebagai kepala keluarga, Yakub menggunakan wibawanya untuk meneguhkan ketaatan dalam beribadah kepada Tuhan di tengah keluarga. Ia memerintahkan keluarganya dan semua orang yang ada bersamanya untuk membinasakan semua dewa asing yang ada pada mereka. Mereka juga harus membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang bersih. Hal ini dilakukannya sebagai persiapan ibadah yang akan dijalankan setelah Allah memerintahkannya pergi ke Betel untuk membuat mazbah bagi kemuliaan Allah.

Keluarga Yakub sudah diajar mengenal Tuhan. Namun, nyatanya masih banyak di antara mereka yang memiliki dewa-dewa asing. Terbukti saat Yakub memberi perintah untuk mengumpulkan semua dewa asing, berhala itu sungguh ada di antara mereka. Beruntung mereka dengan mudah mau taat pada perintah Yakub. Mereka menyerahkan dewa-dewa asing itu beserta anting-anting yang mereka kenakan, yang mungkin digunakan sebagai jimat atau penghormatan bagi dewa mereka. Yakub pun dapat mengubur semua itu di bawah pohon besar dekat Sikhem.

Membersihkan diri, memurnikan dan membarui hati harus senantiasa dilakukan guna beribadah kepada Tuhan. Sekalipun sudah mengaku Kristen, bukankah tak jarang kita berlaku sama dengan keluarga Yakub: menduakan Allah dengan memberhalakan banyak hal? Mungkin bukan patung dan benda-benda klenik lainnya. Namun harta, jabatan, kekuasaan, ketenaran, eksistensi dan gengsi. Semua ini adalah gejala kemerosotan rohani yang harus ditinggalkan, ganti penyerahan diri pada kesucian pribadi berlandaskan firman Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
BUKTI IMAN KEPADA TUHAN ADALAH MENOLAK
MENGANDALKAN SEGALA HAL LAIN DI LUAR TUHAN.

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: YOSUA 23

Bacaan Setahun: Zakharia 8-14

Nas: "Bukankah TUHAN telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorang pun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang." (Yosua 23:9)


Aroma Perlindungan

Kupu-kupu raja terkenal karena keindahan sayapnya. Tidak banyak yang tahu jika di balik keindahannya itu terkandung racun. Meski tidak mematikan, racun itu mampu membuat para pemangsa serangga menghindarinya. Kupu-kupu ini bahkan sanggup melawan dan mengusir burung yang berusaha mendekatinya. Menakjubkan! Sang Pencipta mengaruniai kupu-kupu jenis ini dengan aroma tubuh yang tidak hanya melindungi diri tetapi juga membuat para pemangsa tidak dapat bertahan menghadapinya.

Ketika kita merenungkan karunia Tuhan tentang "aroma perlindungan" yang dimiliki kupu-kupu ini, kita pun diingatkan tentang penggenapan janji Tuhan yang senantiasa menyertai umat Israel. Penyertaan Tuhan dalam wujud tiang awan dan tiang api menjadi bukti bahwa bangsa itu benar-benar terlindungi. Musuh dari berbagai penjuru yang berusaha menyerang pun ditaklukkan-Nya. Dan Yosua, dalam pidatonya kepada umat Allah mengingatkan bahwa jika mereka taat kepada Tuhan, maka tak seorang pun dapat bertahan melawan mereka (ay. 10). Ketaatan melakukan perintah Tuhan adalah bukti umat mengasihi-Nya. Dan Tuhan tidak akan membiarkan kehidupan umat yang sungguh mengasihi-Nya dipermalukan musuh-musuhnya.

Pesan yang sama masih berlaku untuk kita. "Aroma perlindungan" dari Tuhan akan menyertai kita sampai akhir zaman. Hidup orang-orang yang mengasihi Tuhan memang tidak luput dari berbagai tekanan dan masalah. Tetapi kita percaya bahwa "aroma perlindungan"-Nya memberi kita kekuatan yang membuat setiap persoalan itu tidak dapat bertahan. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
JIKA TUHAN MENYERTAI KITA, TIDAK ADA SEORANG MUSUH PUN
YANG MAMPU MELAWAN KITA.

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: LUKAS 16:10-18

Bacaan Setahun: Maleakhi 1-4

Nas: Lalu Ia berkata kepada mereka, "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah." (Lukas 16:15)


Pembenaran Diri

Seorang pria mengaku butuh uang guna membelikan susu anaknya. Ia pun mencopet di sebuah angkutan umum. Sekali berhasil, ia pun ketagihan. Setelah beberapa kali berhasil mencopet, ia membagi hasil copetannya dengan sang sopir. Tujuannya adalah menjaga hubungan baik dengan sang sopir. Tanpa pernah tahu dari mana sumber uang yang diterimanya itu, sang sopir pun memujinya sebagai orang yang baik hati.

Berdalih dengan alasan yang seolah benar adalah salah satu cara menyangkal dan menghalalkan perbuatan salah. Sementara kepiawaian menyembunyikan dosa dengan kebaikan adalah cara mendatangkan tanggapan yang bertolak belakang dengan tanggung jawab yang semestinya. Demikian pula dengan orang-orang Farisi yang mencemooh Yesus dengan ajaran-Nya. Mereka berupaya menciptakan pendapat orang-orang tentang diri mereka, untuk membenarkan tindakannya yang salah. Tidak hanya berhasil terbebas dari tuduhan berlaku salah, mereka juga mendapatkan pujian dan kehormatan. Sikap dan pikiran mereka dikagumi bagaikan dewa, arahan mereka laksana hukum, dan tindakan mereka seperti petunjuk yang tak dapat dilanggar.

Sebelum tergiur melakukan tindakan serupa, mari mengingat kemahakuasaan Allah dan jati diri kita sebagai anak-anak-Nya. Tidak pantas anak-anak Allah berlaku jahat seperti anak-anak dunia yang belum mengenal kasih karunia. Karena itu, kehormatan yang semu bukanlah tujuan kita. Jika bisa mendapatkan kehormatan sejati melalui hidup benar di hadapan Allah, untuk apa mengejar kehormatan semu yang tak ada nilainya? --EBL/www.renunganharian.net

* * *
ORANG YANG TELAH DIBENARKAN ALLAH TAK PERLU MENCARI PEMBENARAN DIRI.
MEREKA HANYA PERLU MENGHIDUPI KEBENARAN SEJATI.

* * *



MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
& JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya " ( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA


Rabu, 27 September 2023

Ps. Calvin Waworuntu Revolusi Penyembahan " Aspek Perasaan "

 Ps. Calvin Waworuntu Revolusi Penyembahan

 " Aspek Perasaan " 


Mazmur 103:1 (TB)  Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! 

Filipi 4:10 (TB)  Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.

Filipi 2:5 (TB)  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN:

 Revolusi Penyembahan " Aspek Perasaan " 

- Menumbuhkan Perasaan Kepada Tuhan, Perasaan cinta pada Tuhan 

- Menurut KBBI Perasaan : Pertimbangan Batin atau Hati  atau sesuatu atau suatu Pendapat 


Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala JPA )

Worship Night GPdI Pusat Airmadidi 270923

Minggu, 24 September 2023

Ps. Calvin Waworuntu " Kedalaman Akan Firman "

 Ps. Calvin Waworuntu 

" Kedalaman Akan Firman " 

Matius 28:20 (TB)  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Roma 1:16-17 (TB)  Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." 

1 Tesalonika 5:23 (TB)  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Mazmur 103:5 (TB)  Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. 

Matius 28:19 (TB)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

" Kedalaman Akan Firman " 

- Penyertaan Tuhan = Sempurna Total Paripurna, Unik, Tidak akan Lekang oleh Waktu 

- Kedalaman akan Firman


Ps. Calvin Waworuntu, S.Th ( Gembala JPA )

Ibadah Raya 2 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 240923

Sabtu, 23 September 2023

Ps. Vera Enggar Siwi " Tuhan Yang Menarik Kita "

 Ps. Vera Enggar Siwi

 " Tuhan Yang Menarik Kita " 


Kidung Agung 1:4 (TB)  Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu! 

Roma 3:9-13, 23 (TB)  Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.  
Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. 
Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. 
Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. 
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Roma 7:18 (TB)  Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.

1 Korintus 15:50 (TB)  Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB)  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Filipi 2:13 (TB)  karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 

Galatia 2:20 (TB)  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 

Amsal 14:34 (TB)  Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa. 

2 Korintus 4:16 (TB)  Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Roma 8:2 (TB)  Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 

Kejadian 41:8 (TB)  Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorang pun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya.


Galatia 6:9 (TB)  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Mazmur 122:3 (TB)  Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,


POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN:

" Tuhan Yang Menarik Kita " 

- Hukum Natural, Hukum Supranatural, Hukum Roh 

- Tuhan Mulai Bergerak


Ps. Vera Enggar Siwi ( Ketua Komisi Pusat Pemuda GPdI )

Ibadah Raya 1 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 240923