Pages - Menu

Halaman

Jumat, 30 Juni 2023

RENUNGAN EDISI 2 JULI 2023

 RENUNGAN HARIAN


RENUNGAN SENIN
Bacaan: YAKOBUS 1:19-27

Bacaan Setahun: Ayub 41-42

Nas: Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab kemarahan manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. (Yakobus 1:19-20)


Buka Telingamu!

Ada nasihat, "Janganlah mengambil keputusan ketika kamu sedang marah!" Ketika sedang emosional (marah) akan menghalangi seseorang untuk bisa berpikir dengan jernih, akibatnya keputusan yang dihasilkan tidak tepat sasaran, atau bahkan bisa melahirkan persoalan baru.

Yakobus terlebih dahulu mengingatkan bahwa hidup kita adalah pemberian Allah. Kesadaran ini akan melahirkan sebuah sikap hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Yakobus menggunakan pengalaman keseharian yang bisa dengan mudah kita pahami, yaitu tentang "cepat mendengar" yang artinya membuka telinga dan pemahaman selebar-lebarnya; "lambat berkata-kata" artinya membuka cakrawala berpikir sedalam-dalamnya; "lambat untuk marah" artinya mengolah emosi. Orang yang cakap mendengar adalah orang yang mampu berpikir, mengelola dan mencerna informasi dengan bijaksana. Dari sana akan terlahir respons yang bijaksana pula. Namun fakta yang terjadi adalah sebaliknya. Kita cenderung tergesa-gesa untuk bertindak, enggan mendengarkan terlebih dahulu dan menggunakan akal budi. Akibatnya, kita menjadi emosional, marah-marah dan mencari kambing hitam atas persoalan yang sedang kita hadapi. Padahal sudah jelas, Yakobus berkata orang yang sedang dirundung amarah adalah orang yang tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Lalu, apakah kita tidak boleh marah? Marah adalah bagian dari hidup manusia, Yakobus menggunakan frasa "lambat untuk marah", artinya sisi kemanusiaan seseorang diberi tempat. Namun janganlah "marah" menjadi prioritas pilihan kita. Prioritas pilihan kita tetap pada yang utama, yaitu "hendaklah cepat untuk mendengar". Oleh karenanya mendengar adalah sebuah sikap batin manusia yang perlu dilatih dalam terang sabda Tuhan. --LBG/www.renunganharian.net

* * *
MENDENGAR, BERPIKIR, MENGELOLA EMOSI ADALAH TIGA KUNCI
UNTUK BERSIKAP TEPAT DALAM MENYELESAIKAN PERSOALAN.

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: KISAH PARA RASUL 28:11-16

Bacaan Setahun: Mazmur 1-9

Nas: Saudara-saudara seiman yang di sana telah mendengar kabar tentang kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya. (Kis. 28:15)


Pembangkit Semangat

Seorang teman menceritakan pengalamannya saat mendaki sebuah gunung bersama rombongannya. Karena lelah, beberapa temannya memilih untuk berhenti. Namun, ia memutuskan terus mendaki untuk mencari seseorang yang telah berjalan mendahului. Akhirnya, ia menemukan orang itu sedang beristirahat, memandangi danau yang indah. Ketika orang itu sudah bersiap-siap untuk kembali turun ke bawah, tiba-tiba ia berubah pikiran saat melihat kehadiran teman saya. Orang itu bangun dan berseru, "Karena kamu sudah tiba, ayo kita naik lebih tinggi lagi!" Kedatangan teman saya rupanya membangkitkan semangat orang itu untuk mendaki lebih tinggi lagi.

Rasul Paulus merasa begitu lelah saat tiba di Roma setelah sekian lama berada di tengah lautan. Paulus lelah setelah menghadapi berbagai tantangan sepanjang perjalanannya. Akan tetapi, semua kelelahan itu pun lenyap tatkala di sana Paulus bertemu dengan beberapa orang percaya. Waktu Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya (ay. 15). Rasul Paulus menyaksikan hal-hal yang baik dari hidup jemaat dan itu membangkitkan semangatnya untuk "mendaki lebih tinggi" memberitakan Injil kepada segala bangsa.

Banyak orang merasa lelah untuk sebuah alasan. Demikian juga kita. Kobaran api semangat dalam diri kita untuk tidak hilang harapan mampu menyalakan kembali api semangat orang-orang yang lelah. Kehadiran kita yang penuh semangat sejatinya adalah jawaban Allah untuk memberikan kekuatan baru bagi mereka yang lelah. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
KEHADIRAN KITA YANG PENUH SEMANGAT ADALAH JAWABAN TUHAN
UNTUK MEMBERI PENGHIBURAN DAN KEKUATAN BAGI MEREKA YANG LELAH.

* * *




RENUNGAN RABU
Bacaan: MATIUS 27:1-10

Bacaan Setahun: Mazmur 10-17

Nas: Ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. (Matius 27:5)


Tidak Memberi Kesempatan

Berbagai kasus pembunuhan yang sangat keji terjadi akibat emosi sesaat yang tak tertahankan. Para pelaku umumnya mengakui kalau mereka kehilangan kontrol diri saat melakukan perbuatan yang keji tersebut. Maksud hati hendak melampiaskan amarah, tetapi akhirnya malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bagaimanapun, penyesalan yang mereka buat sudah terlambat dan mereka harus menanggung akibatnya.

Yudas yang menyerahkan Yesus juga merasa tiga puluh perak yang diterimanya tidak berarti. Penyesalan mendalam yang dirasakannya akhirnya membuat ia putus asa hingga memilih untuk mengakhiri hidupnya. Jika kita tidak selalu berjaga-jaga dalam Tuhan, sedikit saja celah yang kita buat, si jahat dapat memanfaatkannya untuk menjatuhkan kita. Tidak peduli meskipun selama ini kita adalah pengikut Yesus, seperti Yudas yang malah dikuasai roh jahat sesaat, menjauh sejenak dari Tuhan berarti memberi kesempatan kepada Iblis untuk merantai kita. Ikatan dosa itu kemudian mengakibatkan kita terus-menerus dihantui oleh perasaan bersalah hingga hari-hari kita terasa hampa.

Tinggallah selalu dalam hadirat Tuhan yang akan mencukupi kita dalam segala hal sehingga kita tidak tertarik untuk sedikit pun melangkah keluar dari terang-Nya. Kepuasan sesaat yang menyenangkan hati kita harus dibayar mahal dengan kesuraman yang melanda hingga harapan kita menjadi hilang. Hanya dengan melekat pada Tuhan saja kita dapat menangkal segala tipu daya si jahat yang menjerat. --KSD/www.renunganharian.net

* * *
MENJAUH DARI TUHAN BERARTI MEMBERI RUANG
BAGI SI JAHAT UNTUK MENGUASAI DIRI KITA.

* * *



RENUNGAN KAMIS
Bacaan: KISAH PARA RASUL 19:21-40

Bacaan Setahun: Mazmur 18-22

Nas: "Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa." (Kis. 19:26)


Gara-Gara Paulus

Demetrius adalah tukang perak yang punya usaha membuat kuil-kuilan dewi Artemis di Efesus. Dia dan para tukangnya menjadi makmur berkat usahanya (ay. 25). Ketika Kekristenan menyebar sampai ke Efesus, orang-orang mulai menyembah Allah. Mereka tidak lagi percaya berhala, salah satunya dewi Artemis. Akibatnya, Demetrius dan para tukangnya mulai kehilangan penghasilan. Demetrius sangat marah dan sengaja menimbulkan huru-hara. Dia menuding Paulus sebagai penyebab "kesialan" yang mereka alami.

Saat kita hidup benar sebagai orang Kristiani, lalu orang-orang sekitar terdampak, bertobat, mau terima Yesus lalu dibaptis, dan menjadi percaya, itu kabar baik! Kabar buruknya, ada orang-orang tertentu yang kehilangan penghasilannya, karena orang-orang yang sudah bertobat ini tidak lagi mengonsumsi barang haram yang mereka jual. Karena itu tak usah kaget, kalau tiba-tiba ada orang membenci lalu cari gara-gara kepada kita. Gara-gara Paulus memberitakan Injil di seluruh Asia, Demetrius menimbulkan huru-hara. Beruntung Paulus tidak celaka, karena tak diijinkan saat hendak pergi ke tengah-tengah rakyat (ay. 30).

Daripada menghadapi tanggung jawab atas dosanya, banyak orang menyalahkan orang benar yang hidupnya memengaruhi orang lain untuk bertobat. Jika kita dituduh membuat usaha tidak halal seseorang menjadi sepi, karena kita memberitakan Injil, tidak perlu takut. Sama seperti Paulus, tetaplah kerjakan bagian kita sebagai orang Kristiani. Jangan takut menghadapi orang yang usahanya jahat. --RTG/www.renunganharian.net

* * *
LEBIH MUDAH MENYALAHKAN SESEORANG KARENA
MEMILIH TETAP HIDUP DALAM DOSA, DARIPADA BERTOBAT.

* * *



RENUNGAN JUMAT
Bacaan: MATIUS 25:31-46

Bacaan Setahun: Mazmur 23-30

Nas: "Raja itu akan menjawab mereka: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40)


Melakukan untuk Yesus

Seorang pemuda merasa frustrasi. Ibunya jatuh sakit dan ia harus merawatnya. Ia tidak dapat lagi aktif melayani di gereja dan tidak dapat turut menyumbang untuk pembangunan gereja. Gajinya habis terpakai untuk biaya pengobatan. "Sekarang aku tidak melakukan apa-apa untuk Yesus, " ucapnya sedih.

Di saat hari penghakiman, orang-orang dari segala bangsa dikumpulkan. Saat itulah Yesus, Anak Manusia, memisahkan domba dari kambing. Domba ditempatkan di sebelah kanan-Nya sedangkan kambing di sebelah kiri-Nya. Domba adalah lambang dari orang-orang yang berkenan kepada Yesus. Hati orang-orang itu penuh dengan sukacita, namun juga tergelitik untuk bertanya bagaimana mereka dapat berkenan kepada Yesus. Yesus menjawab itu karena mereka sudah melakukan banyak hal untuk-Nya. Mereka memberi makanan ketika Yesus lapar, minum ketika Yesus haus, tumpangan ketika Yesus seorang asing, pakaian ketika Yesus telanjang, lawatan ketika Yesus sakit dan kunjungan ketika Yesus dalam penjara (ay. 35-36). Dan semua itu mereka lakukan untuk Yesus ketika mereka melakukannya bagi sesama (ay. 40).

Acapkali kita berpikir "melakukan sesuatu untuk Yesus" berarti mengerjakan hal-hal rohani yang besar atau spektakuler. Padahal standar Yesus tidak muluk-muluk, hanya sepiring makanan, segelas air minum, sepotong pakaian, sebuah lawatan dan sebuah kunjungan. Ternyata yang Yesus inginkan adalah tindakan kasih. Luar biasa, suatu hal sederhana yang kita lakukan bagi sesama telah Yesus tetapkan sebagai sesuatu yang kita lakukan untuk-Nya. Mulai hari ini, mari kita melakukan tindakan kasih seperti Yesus inginkan. Jadi, walaupun belum dapat melakukan hal-hal rohani yang besar ataupun spektakuler, kita sudah melakukan "sesuatu" untuk Yesus. --LIN/www.renunganharian.net

* * *
SETIAP KEBAIKAN YANG KITA LAKUKAN TERHADAP SESAMA
ADALAH "SESUATU" YANG KITA LAKUKAN UNTUK YESUS.

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: KELUARAN 9:13-35

Bacaan Setahun: Mazmur 36-39

Nas: "Akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi." (Keluaran 9:16)


Dibiarkan Hidup

Ketika Tuhan menunjukkan kuasa-Nya dengan berbagai perbuatan dahsyat di Mesir, mereka yang menyaksikannya terbagi menjadi dua kategori. Sebagian menjadi takjub lalu percaya kepada Tuhan, namun sebagian lagi berkeras hati dan berusaha membuat mukjizat tandingan. Mereka menyaksikan peristiwa yang sama, namun menanggapinya secara berbeda. Mereka yang percaya itu nantinya terhindar dari berbagai tulah, lalu menggabungkan diri kepada bangsa Israel dan turut dalam peristiwa eksodus (Kel. 12:38). Sedangkan Firaun bersama dengan semua yang mengeraskan hatinya justru ditimpa berbagai kengerian. Mereka dibiarkan hidup agar dapat menyaksikan kehebatan Allah, namun mereka tidak menghargai kesempatan itu. Akibatnya, mereka menderita, bahkan binasa. Namun bangsa-bangsa lain justru menjadi gentar dan hormat kepada Allah.

Bagaimana jika kita mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri? Mengapa Allah masih membiarkan kita hidup hingga hari ini, sementara begitu banyak orang telah meninggal mendahului kita? Apakah kita menyadari bahwa Dia sedang mengerjakan banyak perbuatan ajaib di sekitar kita? Apakah melaluinya kita semakin mengenal Allah serta menaati-Nya? Ataukah kita bersikap biasa saja, seolah hal itu tidak berguna, bahkan mengabaikannya karena kita berpikir bahwa Allah tidak ada urusan dengan kita?

Tentunya ada alasan di balik setiap tindakan yang Allah perbuat dalam hidup kita. Jika kita memahaminya, kita akan dapat melihat kebesaran dan kehebatan Allah dalam setiap peristiwa. Kita pun akan semakin mengenal Dia. Bahkan kita dapat memberitakan perbuatan-perbuatan-Nya kepada banyak orang. --HT/www.renunganharian.net

* * *
ALLAH MEMBIARKAN KITA HIDUP AGAR KITA SEMAKIN MENGENAL-NYA,
SERTA UNTUK MEMASYHURKAN NAMA-NYA DI BUMI.

* * *



MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
& JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya " ( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA



Minggu, 25 Juni 2023

Ps. Calvin Waworuntu Serial Khotbah Dekat dengan Allah " Kualitas Kedekatan dengan Allah "

Ps. Calvin Waworuntu Serial Khotbah Dekat dengan Allah

 " Kualitas Kedekatan dengan Allah "




Mazmur 62:1 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 

Hosea 5:15 (TB)  Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:


Ayub 2:9-10 (TB)  Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"
Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. 


2 Korintus 11:2 (TB)  Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Lukas 10:20 (TB)  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."


Mazmur 91:1, 14-16 (TB)  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa 
"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku." 

Keluaran 14:14 (TB)  TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."


POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN :

 Serial Khotbah Dekat dengan Allah

 " Kualitas kedekatan dengan Allah " - Dekat dengan allah Mengasihi Tuhan bukan Mujizat, Hatinya Melekat pada Tuhan - Bersukacita karena nama kita terdaftar di Surga



Ps. Calvin T. Waworuntu, S.Th ( Gembala GPdI JPA )

Ibadah Raya 2 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 250623


Sabtu, 24 Juni 2023

Ibu. Pdt. Katrin Wungkana " Yesus Sanggup Mengatasi segala Persoalan "

 Ibu. Pdt. Katrin Wungkana

 " Yesus Sanggup Mengatasi segala Persoalan"



Yohanes 2:2-3, 7-10 (TB)  Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." 
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. 
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya. 
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Mazmur 125:1 (TB)  Nyanyian ziarah. Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya. 

1 Timotius 4:10 (TB)  Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.



POINT'' PENDALAMAN FIRMAN TUHAN:
 " Yesus Sanggup Mengatasi segala Persoalan " - Mengundang Yesus 
- Biarkan Yesus Bekerja dengan caranya sendiri 
- Taruh iman kita kepada Yesus



Ibu. Pdt. Katrin Wungkana ( Tamu dari Kalsel )

Ibadah Raya 1 Minggu Batik GPdI Pusat Airmadidi 250623



WARTA EDISI 25 JUNI 2023

 WARTA SEPEKAN














MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
& JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya " ( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Warta #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA



Jumat, 23 Juni 2023

RENUNGAN EDISI 25 JUNI 2023

 RENUNGAN HARIAN



RENUNGAN SENIN
Bacaan: AMSAL 4:1-10

Bacaan Setahun: Ayub 13-16

Nas: Aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup." (Amsal 4:4)


Ajaran Ayah

Satu adegan film Con Air (1997) sangat membekas dalam ingatan saya. Terjadi percakapan antara Cameron Poe, mantan anggota pasukan elit Angkatan Darat AS yang dipenjara karena tanpa sengaja membunuh salah seorang pemabuk yang mengganggu istrinya, dengan Cyrus, sang antagonis utama. Setelah menjalani hukumannya, Poe bebas bersyarat. Ia pun pulang kepada keluarganya dengan menumpangi pesawat yang ternyata membawa sejumlah penjahat yang hendak dipindahkan ke tempat yang lain. Rupanya, para tahanan itu telah berencana membajak pesawat itu untuk melarikan diri ke negara lain. Poe pun berupaya menggagalkan rencana mereka, dengan berpura-pura menjadi bagian dari tahanan yang hendak melarikan diri.

Saat Poe menawarkan diri untuk membantu, Cyrus memujinya sebagai seorang yang sangat berguna. Lalu Poe menjawab, "Banyak tangan akan membuat pekerjaan ringan. Itu yang diajarkan ayahku." Kemudian, dengan mimik serius, Cyrus bertanya, "Kau tahu apa yang diajarkan ayahku kepadaku?" Ketika Poe dengan penuh perhatian menanti jawabnya, Cyrus menjawab, "Tidak ada!" Ia seolah hendak berkata, ketiadaan pengajaran dari ayahnyalah yang membuatnya menjadi penjahat besar.

Ajaran dan teladan apa yang kita peroleh dari ayah kita? Jika kita adalah ayah, apa yang kita ajarkan kepada anak-anak kita? Salomo mengajak agar anak-anak mendengarkan didikan ayah mereka, sehingga mereka dapat menjalani hidup yang berkenan bagi Tuhan. Prinsip itulah yang ia terima dari ayahnya, Daud. Allah pun ingin agar kita sebagai ayah mengajarkan serta meneladankan kesalehan yang benar kepada anak-anak kita. --HT/www.renunganharian.net

* * *
AJARAN DAN TELADAN KITA KEPADA ANAK-ANAK,
AKAN MENJADI NILAI-NILAI YANG MEREKA HIDUPI SEKALIPUN KELAK KITA TIADA.

* * *



RENUNGAN SELASA
Bacaan: YEREMIA 18:1-17

Bacaan Setahun: Ayub 17-20

Nas: Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. (Yeremia 18:4)


Saat Merasa Hancur

Daud diurapi menjadi raja namun harus hidup dalam pengejaran Saul. Hosea dipakai Allah sebagai nabi, tetapi harus memperistri seorang wanita sundal. Ayub orang yang saleh, namun ia diuji dengan penderitaan berat. Yusuf mendapat petunjuk bahwa ia akan menjadi yang terbesar dari semua saudaranya. Namun ia dijual sebagai budak, bahkan harus merasakan hukuman penjara.

Daud, Hosea, Ayub dan Yusuf adalah orang-orang yang diberkati Tuhan. Namun tidak berarti bahwa mereka bebas dari pergumulan. Masing-masing dari mereka bahkan diperhadapkan dengan persoalan yang rumit, melelahkan dan menguras emosi. Ibarat tanah liat, mereka dibanting-banting dan dihancurkan, sebelum dibentuk menjadi bejana yang indah.

Tuhan ibarat tukang periuk, yang berhak menghancurkan bejana yang rusak. Sedangkan kita, manusia berdosa, ibarat bejana yang rusak itu. Tuhan Allah memiliki kedaulatan secara utuh atas diri kita. Dia dapat membentuk kita menjadi seperti yang diinginkan-Nya. Peristiwa yang menyakitkan, menyedihkan, menyesakkan dan menguras emosi itu mungkin membuat kita merasa hancur. Meski demikian, semua itu sesungguhnya hanyalah sarana yang dipakai Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang sesuai dengan rancangan-Nya.

Bukankah kesabaran teruji jika kita berhasil menjalani proses yang tak mudah? Dan kesetiaan teruji saat situasi tidak baik-baik saja? Pun pengenalan kita akan Tuhan, akan semakin dalam ketika kita mengalami-Nya secara pribadi. Karena itu, kita membutuhkan pergumulan sebagai sarana berproses. --EBL/www.renunganharian.net

* * *
SESULIT APA PUN, TUHAN TIDAK PERNAH BERMAKSUD MENGHANCURKAN KITA.
IA SEDANG MEMBENTUK, MEMPERBARUI HIDUP KITA MENURUT RANCANGAN-NYA.

* * *



RENUNGAN RABU
Bacaan: MARKUS 7:24-30

Bacaan Setahun: Ayub 21-24

Nas: Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak ingin seorang pun mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. (Markus 7:24)


Tak Bisa Bersembunyi

Minyak wangi dari bunga mawar merupakan salah satu produk negara Bulgaria yang paling berharga dan dibebani pajak ekspor yang tinggi. Suatu kali seorang turis berusaha menyembunyikan dua botol kecil minyak itu di dalam kopernya. Ia berpikir bisa mengelabui petugas bea cukai. Tanpa disadarinya, ada beberapa tetes parfum yang tumpah di kopernya. Aroma parfum itu pun menyebar sehingga terbukalah "harta karun" yang tersembunyi tersebut. Sepandai apa pun ia menyembunyikannya, begitu aroma wangi tercium, maka sia-sialah usahanya.

Saat tiba di Tirus, Yesus memang sengaja "menyembunyikan diri" di sebuah rumah dan tidak mau ada orang mengetahuinya. Tetapi seperti minyak wangi dari bunga mawar itu, bagaimanapun Yesus berusaha "menyembunyikan" diri-Nya, tetap saja ada orang yang mengetahui keberadaan-Nya. Dan orang itu adalah seorang ibu dari Yunani yang anak perempuannya sedang kerasukan setan. Ibu itu tersungkur untuk memohon belas kasihan Yesus. Dan di rumah itulah Yesus mendengar kata-kata iman dari ibu yang memohon pertolongan-Nya. Anaknya pun sembuh.

Dalam pergumulan hidup yang kita alami, tak jarang kita merasa Tuhan "bersembunyi" dari hidup kita. Namun hari ini kita belajar bahwa Tuhan tidak tahan untuk menyatakan diri-Nya ketika Ia menyaksikan ada orang yang berusaha mencari dan tersungkur kepada-Nya dengan iman. Sungguh, bau keharuman dan kehadiran Tuhan itu akan selalu tercium kepada setiap orang yang bersungguh hati mencari Pribadi-Nya. --SYS/www.renunganharian.net

* * *
SAMPAI KAPAN PUN TUHAN TIDAK AKAN TAHAN UNTUK MENUNJUKKAN DIRI-NYA
KEPADA SETIAP ORANG YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH HATI MENCARI-NYA.

* * *



RENUNGAN KAMIS
Bacaan: MAZMUR 128

Bacaan Setahun: Ayub 25-29

Nas: Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! (Mazmur 128:2)


Susu untuk Anakku

Rajin berjualan apa saja lewat media daring, itulah yang dilakukan salah satu kawan. Sebutlah namanya Doni. "Apa saja yang bisa dijual, pasti aku jual, " katanya. Beras, oli, tanaman hias, kaos, sampai helm dia jual. Sejak punya bayi, biaya hidupnya bertambah. Doni rela berjualan apa saja, tujuannya agar bisa membeli susu untuk anaknya. Saya berempati kepada Doni, karena saat itu istri saya sedang hamil, saya sadar butuh biaya tambahan saat anak saya lahir. Menghargai jerih payahnya, saya kadang membeli apa yang dia jual.

Berkat atas rumah tangga, itulah janji Tuhan untuk kita yang sudah berkeluarga. Kita menjadi keluarga yang bahagia kalau takut akan Tuhan, hidup menurut jalan yang Tuhan tunjukkan (ay. 1). Kita berbahagia saat memakan hasil jerih payah tangan kita. Anggota keluarga kita akan diberkati (ay. 3-4). Kalau kita mau berjerih payah bekerja demi mencukupi kebutuhan anak dan istri, percayalah berkat rumah tangga Tuhan sediakan. Mungkin tidak berlebih, tapi cukup untuk memenuhi setiap kebutuhan yang ada. Tuhan tahu dan mengerti tanggung jawab kita sebagai suami dan ayah, sehingga dia pasti memberikan hasil untuk setiap jerih payah yang sudah kita lakukan.

Setiap kita memiliki pergumulan yang berbeda dalam rumah tangga, dan setiap kita bisa tetap berbahagia saat takut akan Tuhan, hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Tidak perlu malu atau merasa hidupku lebih berat dari orang lain, saat kita harus berjerih lelah lebih banyak dibandingkan orang lain. Berbahagialah atas rumah tangga kita. --RTG/www.renunganharian.net

* * *
KITA MENJADI KELUARGA YANG BAHAGIA JIKA TAKUT AKAN TUHAN
DAN HIDUP MENURUT JALAN YANG TUHAN TUNJUKKAN.

* * *




RENUNGAN JUMAT
Bacaan: YOHANES 10:1-21

Bacaan Setahun: Ayub 30-33

Nas: "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya." (Yohanes 10:11)


Tiga Peranan Sang Gembala

Yesus mengibaratkan diri kita seperti domba, dan Dia, Sang Gembala. Tidak sekadar gembala biasa, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai gembala yang baik. Tentu ada alasan bila seseorang menyematkan predikat, entah predikat positif atau predikat negatif, kepada orang lain atau kepada dirinya sendiri. Demikian pula Yesus. Ada alasan mengapa Dia mengatakan, "Akulah gembala yang baik" (ay. 11a).

Perikop firman Tuhan hari ini memuat tiga peranan Yesus yang juga merupakan alasan Dia menyatakan diri sebagai gembala yang baik. Pertama, Yesus mengenal domba-domba-Nya (ay. 14). Dia memanggil masing-masing menurut namanya (ay. 3). Artinya Yesus mengenal kita. Yesus tahu kekurangan dan kelebihan kita. Yesus sadar akan kekuatan dan kerapuhan kita. Yesus paham apa yang membuat hati kita bahagia dan apa yang membuat hati kita sedih. Yesus mengerti semua tentang kita bahkan lebih dari kita mengerti diri sendiri. Kedua, Yesus menjaga domba-domba-Nya. Dia menuntun mereka keluar dan berjalan di depan mereka (ay. 4). Artinya Yesus menyertai hidup kita. Yesus menunjukkan jalan untuk dilalui. Dia membenahi langkah kaki kita apabila kita tersesat. Ketiga, Yesus memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (ay. 11b). Yesus mati di kayu salib demi menebus kita dari dosa.

Sudahkah kita menyadari betapa beruntungnya diri kita memiliki Yesus sebagai gembala? Tiga peranan menakjubkan sudah Yesus lakukan, apa lagi yang masih kita takutkan, khawatirkan atau keluhkan? Biarlah hari ini, seperti Daud, kita mengucap syukur karena percaya, bersama Yesus, Gembala yang baik, kita akan melihat kebajikan dan kemurahan belaka mengikuti seumur hidup kita (Mzm. 23:6). --LIN/www.renunganharian.net

* * *
KITA DAPAT MENJALANI KEHIDUPAN DI DUNIA INI DENGAN TENTERAM
KARENA MENYADARI YESUS, GEMBALA YANG BAIK, ADA BERSAMA KITA.

* * *



RENUNGAN SABTU
Bacaan: MATIUS 6:1-4

Bacaan Setahun: Ayub 34-37

Nas: "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga." (Matius 6:1)


Jangan Pamer

Ketika melihat banyak pemuka agama yang dengan sengaja melakukan kewajiban agama hanya demi dipuji orang, Tuhan Yesus memberi peringatan keras agar hal ini tidak diteladani. Tuhan menegaskan tindakan baik dan rohani yang disertai dengan sikap hati yang tidak benar tidak akan diberkati oleh-Nya.

Sayangnya, hal ini masih terjadi hingga sekarang. Ada orang menyumbang kursi lalu menuntut namanya ditempel di balik kursi. Ada orang menyumbang makanan dan titip pesan kepada pembawa acara agar disampaikan kalau dialah penyumbangnya. Ada yang sengaja berdoa dengan suara keras agar orang lain mendengar. Ada yang memberi persembahan dan berharap namanya terpampang jelas di layar.

Kita memang gampang tergoda untuk membuat tindakan baik kita diketahui oleh orang sekitar. Kita cenderung senang dengan pujian, senang memuaskan ego, senang diakui. Namun ingatlah, diketahui dan dipuji orang adalah bonus. Salah kalau hal itu menjadi motivasi utama dari tindakan kita. Memang benar, kita tidak selalu bisa menyembunyikan tindakan kebaikan kita, tetapi yang Tuhan inginkan adalah kita sadar betul siapa penonton utamanya: orang sekitar atau Tuhan.

Mari, kalau taat kepada Tuhan, jangan suka pamer-pamer. Kalau Tuhan sudah melihat kasih yang kita tunjukkan, bukankah itu lebih dari cukup sekalipun orang lain luput memperhatikannya? --HTN/www.renunganharian.net

* * *
KEDEWASAAN ROHANI TERLIHAT SAAT KITA TIDAK MENGHARAPKAN
DECAK KAGUM MUNCUL UNTUK KEWAJIBAN ROHANI YANG KITA TUNJUKKAN.

* * *



MOTTO JPA : " ANDA BUKAN ORANG ASING, TETAPI KELUARGA KAMI DALAM TUHAN "
& JPA VISION : " Mempersiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya " ( LUKAS 1:17c )


JPA VISION 2023 : " HISTORY MAKER " ( PEMBUAT SEJARAH ) | Komunitas Warga GPdI JPA secara online! Anda bebas membicarakan semua tentang GPdI JPA, memberikan komentar, kesaksian, informasi, ataupun kiritikan untuk GPdI JPA agar lebih baik!!

#KeluargaJPA​​​ #TuhanBekerja​​​ #JPABerdampak​​​ #JPAVision​​​ #HistoryMaker2023 #PembuatSejarah2023 #GPdI​​​ #GPdIJPA​​​ #Praise​​​ #Renungan #InfoIbadah​​​ #multimediaJPA